"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Sports  

Aurelie Moeremans Akui Dua Ketakutan Saat Rilis Buku Usai Heboh Broken Strings

Aurelie Moeremans Kembali Jadi Sorotan dengan Buku “Broken Strings”

Setelah heboh dengan bukunya yang berjudul Broken Strings, aktris Aurelie Moeremans kembali menjadi perbincangan publik. Buku ini menceritakan pengalaman pribadinya saat masih berusia 15 tahun, yaitu mengenai kasus child grooming yang dialaminya.

Aurelie mengungkapkan dua ketakutan utama saat merilis buku tersebut. Pertama, ia takut bukunya dibaca terlalu banyak orang dan justru menimbulkan serangan seperti dulu. Kedua, ia khawatir akan kembali diintimidasi oleh seseorang yang masih memantau langkah-langkahnya.

Awal Mula Menulis Buku

Awal mula penulisan buku ini bermula ketika Aurelie berkonsultasi dengan hipnoterapis. Ia bercerita tentang pengalamannya yang terjadi 16 tahun lalu. Trauma yang masih melekat membuatnya sering menyakiti diri sendiri. Dari situ, terapis menyarankannya untuk menulis diary atau buku harian.

Dengan menulis, Aurelie mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang belum selesai dalam dirinya. Ia ingin memahami mengapa kejadian itu terjadi. Dari situlah, ia mulai menulis buku Broken Strings.

Perasaan Saat Menulis

Menulis buku ini membuat Aurelie merasakan beban berat. Ia harus membuka luka lama dan melihat kembali masa lalunya dari sudut pandang yang berbeda. Meskipun begitu, ia merasa lebih tenang setelah menyelesaikan buku ini.

Ia juga mengaku merasa bodoh di masa lalu karena tidak bisa melihat jalan keluar dari masalahnya. Namun, ia berharap kisahnya bisa menjadi peringatan bagi remaja agar bisa mengenali tanda-tanda predator seksual.

Tudingan Mengenai AI

Di sisi lain, mantan suaminya, Roby Tremonti, menyoroti buku Broken Strings. Ia meragukan kemampuan intelektual Aurelie dalam menulis. Ia menduga bahwa kalimat-kalimat dalam buku tersebut menggunakan teknologi AI.

Roby juga menyoroti fakta bahwa Aurelie sedang berada di luar negeri saat proses penulisan berlangsung. Hal ini membuatnya merasa aneh. Ia bahkan mengancam akan menempuh jalur hukum jika ada yang menghinanya di media sosial.

Tanggapan Aurelie

Meski ada tudingan tersebut, Aurelie tampak tidak ambil pusing. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penulisan dilakukan sendiri dengan bantuan penyuntingan dari suaminya. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang child grooming.

Buku Broken Strings terus mendapat dukungan luas dari publik. Sementara itu, Roby tetap menjadi sorotan netizen karena komentarnya yang dianggap meremehkan karya literasi Aurelie.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *