Pengalaman Unik Winona Araminta di Panggung Wayang Orang Sriwedari
Winona Araminta, seorang kreator konten yang dikenal dengan akun Instagram dan TikTok-nya, mengalami pengalaman tak terduga saat menonton pertunjukan wayang orang di Solo. Pada Senin (19/1/2026) malam, ia tiba-tiba diajak naik panggung oleh para pemain wayang orang Sriwedari saat sedang menyaksikan lakon Erangbaya. Interaksi komedinya dengan pemeran Punakawan berhasil membuat penonton tertawa dan memperkenalkan sisi lain dari cara penyampaian cerita dalam pertunjukan ini.
Winona mengaku datang ke pertunjukan tersebut karena rekomendasi dari media sosial. Ia ingin melihat langsung bagaimana wayang orang di Solo disajikan, yang menurutnya lebih tertata dibandingkan dengan yang ada di Banyuwangi, tempat ia berasal. Ia juga ingin merasakan pengalaman menonton wayang orang yang lebih profesional.
Sebelumnya, Winona sedang berlibur di Kota Solo bersama adiknya dan dua temannya. Selama masa liburannya, ia juga sempat mengunjungi Kampung Batik Kauman, Kraton Mangkunegaran, serta Gedung Wayang Orang Sriwedari. Menurutnya, wayang orang di Solo memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan yang sering ia lihat di Banyuwangi, seperti Wayang Potehi atau Wayang Golek China. Ia menilai bahwa wayang orang di Solo lebih matang dari segi fasilitas dan sistem penjualan tiket yang bisa dilakukan melalui reservasi.
Winona tidak memiliki ekspektasi khusus saat menonton pertunjukan ini. Ia mengatakan biasanya ia tidak berekspektasi apa-apa agar bisa merasakan kejutan. Namun, ia juga mengungkapkan rasa penasaran terhadap pewayangan yang lebih “proper” atau formal, karena di Banyuwangi, aksi panggungnya cenderung spontan dan biasanya dilakukan oleh satu keluarga yang sudah turun-temurun.
Strategi Promosi Media Sosial di Wayang Orang Sriwedari
Menurut Harsini, pengelola Gedung Wayang Orang Sriwedari, media sosial menjadi salah satu alat promosi utama untuk menarik minat generasi muda. Tim khusus dikerahkan untuk mengelola akun Instagram dan TikTok resmi milik wayang orang ini. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan akun Instagram @agendasolo untuk memperluas jangkauan audiens.
Pemkot Surakarta juga berperan dalam menyebarkan informasi tentang pertunjukan wayang orang ini melalui kerja sama dengan beberapa hotel. Harsini menjelaskan bahwa layanan dan harga tiket diatur secara merata, sehingga tidak ada penanganan khusus bagi pejabat atau artis yang hadir. Jika ada pejabat yang berkunjung, mereka akan berkoordinasi dengan kantor, tetapi jika tiba-tiba, semua dilakukan sesuai prosedur biasa.
Gedung Wayang Orang Sriwedari memiliki kapasitas 650 penonton dan dilengkapi kursi VIP serta pendingin ruangan. Pertunjukan diadakan setiap hari Senin hingga Sabtu pada pukul 20.00 WIB. Harga tiket untuk domestik adalah Rp20.000 dan Rp50.000 untuk mancanegara. Pembayaran bisa dilakukan secara tunai maupun non-tunai melalui QRIS yang bekerja sama dengan Bank Jateng.
Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati camilan dan kopi panas yang bisa dipesan sendiri melalui smart vending machine atau mesin penjual otomatis dengan metode pembayaran digital. Ini memberikan kenyamanan tambahan bagi penonton yang ingin menikmati pertunjukan dengan lengkap.











