"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Nikita Willy bagikan 6 janji penuh kasih untuk sesama ibu

Perjalanan Seorang Ibu yang Penuh Makna

Menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah. Hal ini sepenuhnya dipahami oleh aktris Nikita Willy, yang kini telah menjadi ibu dari dua anak. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @nikitawillyofficial94, ia membagikan enam janji yang ditujukan kepada sesama ibu. Ucapan tersebut terasa hangat dan menyentuh karena mencerminkan realitas yang sering dialami para perempuan dalam peran sebagai ibu.

Nikita menulis, “Aku seorang ibu dan ini yang aku janjikan.” Dengan kata-kata itu, ia mengajak para ibu untuk saling memahami, mendukung, dan menguatkan satu sama lain tanpa ruang untuk penghakiman. Enam janji ini bukan hanya sekadar pernyataan, melainkan cerminan empati terhadap perjuangan yang sering kali tak terlihat.

1. Tidak Pernah Menghakimi Penampilan Ibu Lain

Nikita berjanji bahwa dirinya tidak akan pernah menghakimi penampilan para ibu. Ia memahami betapa sulitnya keluar rumah sambil mengurus anak. Terkadang, repotnya mengurus keperluan anak membuat ibu lupa terhadap penampilannya. “Aku nggak akan pernah menghakimi penampilanmu. Rambut yang berantakan, baju yang kusut, atau pakaian yang sudah kamu pakai berkali-kali. Aku tahu betapa repot dan besarnya usahamu hanya untuk bisa keluar rumah,” katanya.

Penampilan seorang ibu kerap dinilai dari luar, seolah kerapian adalah tolak ukur kesiapan dan keberhasilannya. Padahal, bagi banyak ibu, bisa keluar rumah saja sudah menjadi perjuangan tersendiri. Janji ini menjadi pengingat bahwa setiap ibu layak dihargai atas usahanya, bukan dihakimi dari tampilan fisik semata.

2. Tidak Terganggu Saat Bayi Menangis di Tempat Umum

Tangisan bayi di ruang publik sering memicu pandangan tak nyaman. Namun Nikita justru memilih sudut pandang yang penuh empati. “Aku nggak akan pernah terganggu saat bayimu menangis di pesawat, di kafe, atau di mana pun. Aku tahu kamu sedang berjuang sekuat tenaga untuk menenangkannya,” ujarnya.

Menurutnya, seorang ibu yang menghadapi bayinya menangis bukan sedang mengganggu orang lain, melainkan sedang berjuang. Janji ini menjadi pelukan emosional bagi para ibu yang kerap merasa canggung atau bersalah saat anaknya rewel di depan umum.

3. Tidak Menghakimi Cara Mengasuh Anak

Pola asuh sering menjadi topik sensitif, bahkan di antara sesama ibu. Nikita memahami bahwa tidak ada satu cara yang paling benar untuk semua keluarga. “Aku nggak akan menghakimi caramu mengasuh anak, meski berbeda dariku. Setiap keluarga punya caranya sendiri,” tutur perempuan 31 tahun itu.

Setiap rumah tangga memiliki nilai, kondisi, dan dinamika yang berbeda. Janji ini mengajak para ibu untuk saling menghormati pilihan masing-masing tanpa merasa paling tahu atau paling benar.

4. Mengerti Jika Datang dengan Banyak Bantuan

“Aku akan selalu mengerti jika kamu datang dengan banyak bantuan (nanny, babysitter, atau tangan-tangan lain yang kamu percaya). Karena tak ada ibu yang seharusnya menjalani ini sendirian, it take a village to raise a child,” terangnya.

Dalam kalimat ini, Nikita menegaskan bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan. Justru sebaliknya, dukungan dari orang-orang sekitar adalah bagian alami dari proses membesarkan anak. Janji ini mendobrak stigma bahwa seorang ibu harus mampu melakukan semuanya sendiri.

5. Tidak Membandingkan Anak

Perbandingan antar anak sering kali terjadi tanpa disadari, baik soal perkembangan, kemampuan, maupun perilaku. Nikita mengingatkan bahwa setiap anak memiliki perjalanan unik. “Aku nggak akan membandingkan anakmu dengan anakku, karena anak-anak kita bukan perlombaan dan mereka punya cerita masing-masing,” ucap Nikita.

Janji ini menjadi seruan untuk menghentikan budaya membandingkan yang kerap menimbulkan rasa tidak percaya diri, baik pada anak maupun orangtua.

6. Selalu Mengerti Saat Ibu Mengaku Lelah

“Dan aku akan selalu mengerti saat kamu bilang kamu lelah, karena lelah adalah bukti bahwa kamu sudah memberi lebih dari yang terlihat.” Kalimat ini menjadi salah satu bagian paling emosional. Kelelahan seorang ibu sering kali dianggap wajar, bahkan diremehkan. Padahal, rasa lelah itu adalah bukti dari dedikasi dan pengorbanan yang terus-menerus.

Pemeran film ‘Alas Pati’ ini menegaskan, mengakui lelah bukanlah tanda kegagalan, melainkan tanda telah berusaha sebaik mungkin.

Pentingnya Saling Mendukung Sesama Ibu

Pesan Nikita ditutup dengan kalimat yang merangkum seluruh makna enam janjinya. “Kita semua hanyalah seorang ibu yang sedang berusaha melakukan yang terbaik dengan apa yang kita punya.” Pernyataan ini memperlihatkan kerendahan hati sekaligus empati mendalam. Ia tidak menempatkan dirinya sebagai figur sempurna, melainkan sebagai sesama ibu yang juga sedang belajar dan berjuang.

Unggahan tersebut menjadi pengingat bahwa dunia keibuan tidak membutuhkan lebih banyak penghakiman, melainkan lebih banyak pengertian.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *