Perubahan Nama Panggung dan Kembali ke Jati Diri
Cita Citata, yang dikenal sebagai salah satu penyanyi dangdut ternama di Indonesia, kini telah memutuskan untuk melepaskan nama panggung yang telah membawanya menjadi terkenal. Sejak 2014, ia aktif dalam industri hiburan dan sering tampil di berbagai acara musik besar serta layar kaca. Namun, kesuksesannya terhenti karena keputusan pribadinya sendiri.
Kini, Cita kembali menggunakan nama aslinya, yaitu Cita Rahayu. Keputusan ini menimbulkan banyak pertanyaan dari publik. Dalam wawancara dengan musisi Maia Estianty, ia menjelaskan alasan mengapa dirinya memilih kembali ke nama asli. Ia menyebut bahwa nama panggung yang digunakan selama ini adalah nama asli yang diberikan oleh orang tuanya.
“Ini nama asli Bunda,” ujarnya dalam video tersebut. Ia merasa lebih lega setelah kembali menggunakan nama aslinya. “Leganya karena jadi diri sendiri gitu.”
Dari segi karier, perubahan nama panggung ini berdampak pada bisnisnya. “Dari segi bisnis mungkin orang melihatnya oh ini agak sulit gitu,” tambahnya. Meski harus memulai kembali dari nol, ia mengaku cukup terbantu dengan reputasi yang pernah ia bawa sebagai Cita Citata.
“Alhamdulillahnya rintis dari nol pun ya mungkin aku nggak bisa lupain ada nama Cita Citata di situ ya kebantu juga gitu ketika ada transformasi yang benar-benar kata orang sih lu orang gila katanya gitu,” imbuhnya.
Mencoba Genre Baru dan Menemukan Jati Diri
Selain mengubah nama panggung, Cita juga memutuskan untuk meninggalkan genre dangdut. Ia vakum dari industri musik pada 2022 dan kembali dengan kabar menghebohkan. Kali ini, ia ingin mencoba genre musik baru dan tidak lagi terpaku pada dangdut.
“Alhamdulillah, sebenarnya sudah mau mulai lagi lah aktif di industri musik. Tetapi dengan berbeda, bukan beda genre, tapi eksplor saja,” ujarnya saat ditemui di Jakarta Selatan.
Ia menjelaskan alasan mengapa ia memilih genre baru. “Kayaknya aku udah nggak pantas lagi dipanggil penyanyi dangdut. Karena secara profesional aku udah nggak nyanyi dangdut. Terus aku merasa udah nggak terlalu bisa nyanyi dangdut.”
Cita ingin tetap berkarya di bidang musik, meskipun bukan lagi sebagai penyanyi dangdut. “Karena memang hobi, bukan karena sekedar profesional pekerjaan. Jadi jalani aja,” tutupnya.
Pengalaman Tak Menyenangkan di Kafe
Tidak hanya berbicara tentang karier, Cita juga menceritakan pengalaman buruk yang dialaminya di sebuah restoran. Ia mengaku diserang oleh orang tak dikenal saat sedang bersantai. Insiden ini terjadi di Pondok Indah Mall (PIM) 3, dan ia mengaku merasa tidak dilindungi sebagai konsumen.
“Saya di situ lagi ngopi, tiba-tiba diserang begitu aja. Saya berharap pihak Paul membantu kami mengusir orang yang tidak kami kenal itu. Tapi ternyata kami yang dituduh bikin gaduh,” ujarnya.
Kejadian ini baru dilaporkan ke polisi setelah lima bulan. Ia menunggu itikad baik dan rekaman CCTV dari pihak restoran yang tidak kunjung diberikan. Ia merasa dirugikan karena tidak mendapatkan perlindungan keamanan sebagai pelanggan.
Cita juga memohon dukungan masyarakat untuk mengawal kasus ini. “Mohon untuk semua masyarakat, kita bantu kawal ya. Soalnya di sini ada CCTV yang hilang. Karena No Viral No Justice,” ujarnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











