Ringkasan Berita
Injil Katolik hari Minggu lengkap dengan mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik. Renungan harian Katolik tersedia di bagian akhir artikel ini untuk pesta pembaptisan Tuhan. Pesta pembaptisan Tuhan memiliki warna liturgi putih.
Bacaan hari Minggu meliputi: Yesaya 42:1-4,6-7; Mazmur 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Kisah Para Rasul 10:34-38; Matius 3:13-17 dan Bacaan Khusus Yesaya 49:1-9.
Bacaan Pertama
Yesaya 42:1
Lihatlah, hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
Yesaya 42:2
Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
Yesaya 42:3
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
Yesaya 42:4
Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
Yesaya 42:6
“Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
Yesaya 42:7
untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
Mazmur Tanggapan
Mazmur 29:1
Mazmur Daud. Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!
Mazmur 29:2
Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!
Mazmur 29:3
Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar.
Mazmur 29:4
Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak.
Mazmur 29:3
Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar.
Mazmur 29:9
Suara TUHAN membuat beranak rusa betina yang mengandung, bahkan, hutan digundulinya; dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru: “Hormat!”
Mazmur 29:10
TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.
Bacaan Kedua
Kisah Para Rasul 10:34
Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.
Kisah Para Rasul 10:35
Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.
Kisah Para Rasul 10:36
Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang.
Kisah Para Rasul 10:37
Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes,
Kisah Para Rasul 10:38
yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.
Injil Katolik
Matius 3:13
Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
Matius 3:14
Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”
Matius 3:15
Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.
Matius 3:16
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
Matius 3:17
lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Renungan Harian Katolik
Pembaptisan Yesus: Awal Misi Keselamatan Allah
Pesta Pembaptisan Tuhan yang kita rayakan hari ini mengakhiri lingkaran Natal dalam kalenderium liturgi. Pembaptisan-Nya oleh Yohanes di Sungai Yordan adalah permulaan tugas-Nya melayani banyak orang. Sebagai utusan Bapa, Yesus akan membawa kabar baik dan akan memaklumkan Kerajaan Allah di tengah bangsa-bangsa. Dalam peristiwa pembaptisan ini, Yesus didaulat sebagai Raja yang diurapi, seorang Mesias dan Anak Allah.
Ketika Yesus keluar dari dalam air, terbukalah langit dan Roh Kudus turun dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Turunnya Roh Kudus menandai pengurapan Yesus sebagai Raja dan Anak Allah. Maklumat Ilahi terdengar dari langit, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Seruan ini merupakan ketetapan Ilahi bagi Yesus yang kepada-Nya segala hal baik, mukjizat-mukjizat, serta keselamatan akan dinyatakan. Sebagaimana nubuat Yesaya bahwa Yesus tak akan berseru dan berteriak-teriak, ia takkan memotong rumput yang terkulai, tetapi akan berkeliling sambil berbuat baik.
Yesus akan membawa pembebasan bagi setiap orang yang terpenjara dalam kegelapan. Peristiwa turunnya Roh Kudus atas Yesus juga menegaskan bahwa Dia adalah hamba Allah yang akan menjadi satu-satunya harapan bagi bangsa yang tertindas, orang-orang buta, mereka yang dalam tawanan dan penjara sebagaimana yang diungkapkan oleh Yesaya. Apa yang dilakukan Yesus adalah misi utama dari Allah yang mengutus-Nya. Rasul Paulus mengungkapkan bahwa Yesus yang diurapi itu akan memberitakan damai sejahtera, Dia akan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis.
Kita bersyukur karena Allah berkenan mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan kita. Dengan demikian, kita pun mesti selalu sadar akan Roh Kudus yang kita terima dalam baptisan kita masing-masing. Rahmat baptisan itu adalah meterai suci yang kita terima karena dengannya kita menjadi anak-anak Allah yang memiliki tanggung jawab untuk meneladan Yesus melalui pelayanan kasih yang tanpa batas bagi semua orang.
Tuhan, semoga Roh Kudus selalu membarui diri kami dalam mengupayakan kebaikan dan kesejahteraan bagi sesama. Amin.











