Liburan sekolah tidak harus dihabiskan dengan pergi jauh-jauh. Jakarta sendiri memiliki banyak tempat yang seru untuk keluarga menghabiskan waktu bersama. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah naik Bus Tingkat untuk berkeliling kota.
Bus Tingkat Transjakarta, atau yang lebih dikenal sebagai Bus Wisata, menjadi salah satu pilihan populer bagi warga Jabodetabek saat libur sekolah. Meskipun gratis, penumpang tetap perlu menggunakan kartu e-money untuk tap. Ini membuat pengalaman naik bus lebih mudah dan nyaman.
Naik Bus Wisata Gratis Bisa Keliling Jakarta
Menjelang akhir tahun 2025, aku memutuskan untuk mengajak anak-anak mencoba naik Bus Wisata. Selain gratis, ini juga menjadi kesempatan bagus untuk mereka merasakan sensasi naik bus tingkat.
Bus Tingkat Transjakarta terbagi menjadi dua jenis: gratis dan berbayar. Yang berbayar disebut Jakarta Skyline, dengan lantai dua yang terbuka sehingga penumpang bisa menikmati pemandangan gedung-gedung pencakar langit Jakarta. Sementara itu, Bus Wisata gratis memiliki rute yang berbeda-beda, seperti Monas Explorer, Sejarah Jakarta, dan Pencakar Langit.
Berikut rute-rute yang tersedia:
-
BW1 – Sejarah Kota
Juanda Istiqlal – Museum Bank Indonesia – Kali Besar Barat 1 -
BW2 – Monas Explorer
IRTI – Balai Kota 1 – Perpustakaan Nasional – DPRD DKI Jakarta – Tugu Tani 2 – St. Gambir 2 – Juanda Istiqlal – Monas 1 – Monas 2 – Monas 3 -
BW4 – Pencakar Langit
IRTI – Balai Kota 1 – MH Thamrin 1 – Wisma Nusantara – Tosari 1 – Dukuh Atas 3 – Karet Sudirman 1 – Gelora Bung Karno 1 – Bundaran Senayan 3 – FX Sudirman – GBK Pintu 7 – Tosari 2 – Plaza Indonesia – MH Thamrin 2 – Museum Nasional – Monas 2 – Monas 3
Aku dan si kecil memilih rute BW2, yaitu Monas Explorer. Tujuan akhirnya adalah Monas. Si Sulung sangat senang, meski ada sedikit drama dan cerita lucu selama perjalanan menuju halte pemberhentian.
Cerita Lucu Demi Naik Bus Tingkat
Awalnya, rencana kami adalah pergi ke Gramedia untuk membeli buku. Namun, karena berangkat dari Cikarang pagi hari, kami memutuskan untuk berkeliling Jakarta dengan naik Bus Wisata.
Selama perjalanan di KRL, aku mencari informasi tentang halte pemberhentian Bus Wisata. Aku pernah melihat lewat GBK, jadi aku pikir dari sana saja. Dari Cikarang, aku turun di Sudirman lalu lanjut naik MRT. Keuntungan lainnya, saat itu semua transportasi umum di Jakarta (MRT, LRT, dan Busway) gratis. Aku sudah pernah membahas ini dalam artikel sebelumnya.
Tapi, karena rasa penasaran masih besar, aku coba lagi mencari tahu dari mana sebenarnya Bus Wisata bisa diambil. Akhirnya, aku menemukan artikel yang menyebutkan bahwa Bus Wisata bisa diambil dari Bundaran HI.
Aku naik MRT ke Bundaran HI, tapi masih ragu. Akhirnya kembali naik MRT ke GBK dan bertanya pada security. Jawabannya malah menyebutkan bahwa Bus Wisata bisa diambil dari Bundaran HI. Apakah aku harus kembali lagi? Tidak! Akhirnya, aku memutuskan untuk jalan kaki ke halte Senayan, yang ternyata cukup jauh. Masalahnya, aku harus membawa bayi yang beratnya 14 kg. Rasanya seperti sedang membawa beban berat.
Untungnya, setelah sampai di halte Senayan, Bus Wisata sudah standby. Aku ingin naik yang di atas, tapi ternyata sudah penuh. Hari libur sekolah memang ramai dengan keluarga yang membawa anak-anaknya liburan keliling Jakarta. Bahkan saat naik KRL dari Cikarang saja, stasiun terlihat penuh dengan orang tua dan anak-anak.
Setiap perjalanan pasti memiliki cerita tak terduga yang membuat suasana riweuh dan penuh drama. Walau begitu, aku belajar dari setiap kesalahan dan mengambil hal baiknya.
Tips Naik Bus Wisata Gratis
Dari pengalamanku ini, aku bisa memberikan informasi jelas bahwa jika kalian ingin naik Bus Wisata Gratis, kalian bisa naik dari jalur yang dilalui. Misalnya, untuk Bus Wisata Monas dengan rute BW2 – Monas Explorer, kamu bisa naik di halte-halte yang tercantum, seperti IRTI, Balai Kota 1, Perpustakaan Nasional, dan seterusnya. Atau kamu juga bisa menunggu di halte Senayan.
Jika berkunjung ke Jakarta, cobalah sempatkan naik Bus Wisata Gratis. Pengalaman yang didapat sangat menarik, karena kondektur akan menjelaskan setiap nama jalan atau gedung yang dilalui. Penumpang tidak hanya duduk, tetapi juga mendapatkan informasi baru tentang Jakarta.
Aku dan anak-anak turun di pemberhentian terakhir, yaitu Monas. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Museum Nasional untuk melihat fosil gajah. Nantikan ceritanya, ya.











