"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Sports  

Ayu Dyah Andari, Desainer Ternama, Kehilangan Suami di Kecelakaan Maut

Kehilangan yang Menyedihkan: Ayu Dyah Andari Kehilangan Suami Tercinta

Kepedihan yang mendalam dirasakan oleh desainer ternama Indonesia, Ayu Dyah Andari, setelah mendapatkan kabar duka bahwa suaminya, Muliandy Nasution, meninggal dunia dalam kecelakaan maut. Kejadian tragis ini terjadi di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu (10/1/2026). Mobil yang ditumpangi Muliandy bersama enam orang lainnya menghantam truk dengan keras, sehingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Muliandy Nasution, yang berusia 42 tahun, merupakan Commercial Director Garuda TV sekaligus Anggota Badan Pengurus Besar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI). Ia meninggal dunia di lokasi kecelakaan setelah mengalami cedera kepala berat, luka robek di bagian dahi, wajah, dan kepala samping kanan.

Sementara itu, keenam penumpang lainnya mengalami luka-luka dan kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Berdasarkan informasi dari pihak berwenang, kecelakaan terjadi saat mobil Nissan Serena yang melaju dari arah Pangkalpinang menuju Mentok mencoba mendahului kendaraan di depannya. Namun, dari arah berlawanan melaju mobil truk bermuatan buah kelapa sawit, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

Profil Ayu Dyah Andari: Desainer Ternama di Dunia Mode

Ayu Dyah Andari adalah desainer ternama Indonesia yang dikenal di ranah modest couture atau busana muslim mewah. Baju-baju karya Ayu Dyah Andari dikenal dengan merek Byaudyahandari dan telah sering kali bekerja sama dengan banyak artis serta model terkenal. Selain itu, ia juga merupakan CO-owner dari L by LCB, brand baju milik Laudya Cinthya Bella.

Karir Ayu Dyah Andari di dunia mode dimulai sejak tahun 2011. Ia berkembang menjadi salah satu nama penting di industri fashion Indonesia dengan ciri khas desain yang feminin, klasik, dan detail mewah. Karyanya telah dipamerkan di acara fashion besar, termasuk acara internasional seperti London Fashion Week.

Banjir Ucapan Duka Cita dari Rekan Artis

Pada Minggu (11/1/2026), unggahan Instagram Ayu Dyah Andari dibanjiri ucapan duka cita dari sejumlah rekan artis. Dari pantauan Tribun Trends di laman unggahan terakhirnya, terlihat artis Ryana Dea, Poppy Putri, Enno Lerian, Richa Iskak, Ririn Ekawati, Chiki Fawzi, Adelia Pasha hingga publik figure lainnya ramai mengucapkan bela sungkawa kepada Ayu Dyah Andari.

Ayu rupanya baru saja kehilangan suami tercinta yang meninggal dunia dalam kecelakaan fatal. Di unggahan terakhirnya, Ayu mengunggah momen terakhir saat ia sempat menunaikan umroh bersama suami dan anak-anak. Ia bersyukur karena kenangan terakhir bersama suami adalah kenangan indah ketika mereka beribadah di tanah suci. Ia juga berdoa agar jalan pulang sang suami dimudahkan, serta dosanya diampuni.

Berikut isi unggahan Ayu Dyah Andari:

“Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah.. Allah ijinkan memory terakhir bersamamu indah sayangku sayangku sayangku…
Alhamdulillah Allah beri kebahagiaan umroh sekeluarga lengkap untuk terakhir kalinya..
Alhamdulillah kamu selalu senyum, sabar, khusyuk..
Ya Allah.. mudahkanlah jalan nya..
Ampunilah dosanya
Rahmatilah suamiku
Selamatkanlah suamiku
Maafkanlah suamiku…
Kumohon terimalah semua amal ibadahnya ya Allah.. ampunilah Dosa2nya..
Terimalah suamiku yang paling sabar ini ditempat terbaik disisi-Mu ya Allah..
Sayangku sayangku sayangku..”

Profil Muliandy Nasution

Muliandy Nasution lahir di Medan pada 26 April 1983. Ia tinggal di Villa Nusa Indah 5 RT, 005 RW. 013 Desa Ciangsana, Kelurahan Gunung Putri Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Saat ditemukan meninggal, kondisi Muliandy mengalami cedera kepala berat, luka robek di bagian dahi, luka robek di bagian wajah, luka robek kepala samping kanan dan meninggal dunia di lokasi tempat kecelakaan terjadi.

Kronologi Kecelakaan Maut

Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Pangkalpinang–Mentok, Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat pada Sabtu (10/1/2026). Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka. Korban meninggal dunia diketahui bernama Muliandy Nasution (42), Commercial Director Garuda TV sekaligus Anggota Badan Pengurus Besar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI).

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha menjelaskan, kecelakaan bermula saat mobil penumpang Nissan Serena yang melaju dari arah Pangkalpinang menuju Mentok mencoba mendahului kendaraan di depannya. Namun, dari arah berlawanan melaju mobil truk bermuatan buah kelapa sawit sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.

“Korban meninggal dunia, posisinya duduk di belakang sopir, meninggal langsung di TKP kita bawa ke Rumah Sakit DKT Pangkalpinang kemudian persiapakan diberangkatkan menggunakan pesawat ke Jakarta,” kata AKBP Pradana Aditya Nugraha kepada Bangkapos.com, Minggu (11/1/2026).

“Luka parah driver Serena, kaki patah karena terjepit dan korban lain yang luka-luka sudah dibawa ke rumah sakit, termasuk sopir truk,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan, personel dari Sat Lantas Polres Babar telah dilakukan upaya evakuasi terhadap para korban, terutama korban luka, sebagai prioritas utama. Setelah proses evakuasi, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sementara penanganan kasus kecelakaan lalu lintas tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan.

Berikut identitas korban kecelakaan:

  • Pengemudi mobil Truk Mitsubishi Colt Diesel warna kuning Nopol, BN-8879-RP, Izhariansyah (47), lahir di Desa Kacung, 10 Januari 1979, pekerjaan, petani/pekebun, warga Kacung RT 001 RW 001 Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kondisi mengalami luka ringan, keseleo di pergelangan mata kaki kanan.
  • Sementara, pengemudi Mobil Nissan Serena warna Abu-Abu Nopol B-2477-WBD, Anisul Hakimi (27), tanggal lahir 7 Februari 1998, karyawan swasta, alamat tinggal Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kondisi mengalami luka berat, cedera kepala berat, robek kepala belakang, patah kaki kanan dan patah kaki kiri.
  • Penumpang mobil Nissan Serena, Muliandy Nasution (42), kelahiran Medan, 26 April 1983, alamat tinggal Villa Nusa Indah 5 RT, 005 RW. 013 Desa Ciangsana, Kelurahan Gunung Putri Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, kondisi mengalami cedera kepala berat, luka robek di bagian dahi, luka robek di bagian wajah, luka robek kepala samping kanan dan meninggal dunia (MD).
  • Penumpang mobil Nissan Serena, lainnya, A Dani Hamid (67), tempat dan tanggal lahir Bangka, 09 Juni 1958, pensiunan, alamat rumah jalan Taib RT 022 RW 008, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengalami sesak pada bagian dada dan lecet pada lutut sebelah kiri.
  • Penumpang mobil Nissan Serena, Michael Andy Prayitno L (48), kelahiran Jakarta, 6 November 1977, karyawan swasta, alamat tinggal Cipinang Elok Blok C / 20 RT 002 RW 010 Cipinang Muara Kota Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta, mengalami luka lecet di paha sebelah kanan dan memar pada bagian dada.
  • Penumpang mobil Nissan Serena, Shen Can (45) laki-laki, tempat tanggal lahir Chainise, 15 Juni 1980, pekerjaan Investor, alamat Republic Of China (WNA), mengalami pusing pada bagian kepala.
  • Penumpang mobil Nissan Serena, Lee Junn Shyong (52), laki-Laki, tempat tanggal lahir Malaysia, 13 Mei 1973, pekerjaan Minstry Of Home Affairs, alamat Singapura (WNA), mengalami luka di bagian wajah.
Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *