Kedatangan Dede April di Cirebon Timur Disambut Ribuan Warga
Kedatangan Dede April, juara ketiga dalam ajang Dangdut Academy (DA) 7, ke kampung halamannya di wilayah Cirebon Timur menjadi momen yang sangat dinantikan oleh warga setempat. Puluhan ribu orang memadati jalan-jalan dan rumahnya, memberikan sambutan hangat kepada sang idola yang telah mengharumkan nama daerahnya.
Suasana pagi di Cirebon Timur terasa begitu meriah. Ratusan warga dari berbagai usia hadir di sepanjang jalan untuk menyambut kepulangan Dede April. Mereka rela menunggu berjam-jam hanya untuk melihat langsung, mengambil foto, atau merekam video sang idola. Antusiasme ini terlihat di berbagai titik, mulai dari pintu keluar Tol Ciledug hingga ke rumahnya di Blok Kesungka, Desa Kalibuntu.
Salah satu lokasi yang paling ramai adalah depan sebuah toko swalayan di Kecamatan Lemahabang. Kabar kedatangan April membuat warga berdatangan sejak pagi. Bahkan, antusiasme warga tidak hanya terpusat di satu titik, tetapi juga terlihat di sepanjang jalur yang dilalui April.
Wawan (38), seorang warga yang ditemui di sekitar pintu keluar Tol Ciledug, mengaku sengaja datang sejak pagi demi menemani istri yang ingin melihat langsung Dede April. “Saya sengaja nemenin istri saya dari pagi, soalnya pengin banget lihat Dede April. Saya bangga, karena Dede April sudah membawa nama Cirebon Timur,” ujarnya.
Menurut Wawan, keberhasilan April tampil di ajang nasional menjadi bukti bahwa putra daerah Cirebon Timur mampu bersaing dan menunjukkan potensi besar di tingkat nasional. Hal serupa dirasakan Yati (42), warga Desa Kalibuntu. Ia datang bersama keluarganya dan mengaku sangat antusias menunggu kedatangan sang idola. “Dari pagi kami nunggu. Senang sekali akhirnya bisa lihat langsung. Dede April itu kebanggaan warga sini,” ucap Yati dengan wajah semringah.
Di sisi lain, Dimas (26), remaja asal Desa Pasuruan, mengaku rela berdiri lama di pinggir jalan demi mengabadikan momen kepulangan idolanya. “Walaupun cuma lewat sebentar, saya puas. Dede April jadi motivasi buat anak-anak muda di sini supaya berani bermimpi,” kata Dimas.
Meski ribuan warga memadati jalan, situasi tetap berlangsung tertib dan kondusif. Kehadiran April tak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menghadirkan rasa bangga dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Konser Meriah di Lapangan Sepak Bola Pasuruan
Kemeriahan tak berhenti sampai di situ. Hingga sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, konser April masih berlangsung di Lapangan Sepak Bola Pasuruan, Desa Pasuruan, Kecamatan Pabedilan. Konser yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB itu dipadati ribuan warga hingga lapangan tampak seperti lautan manusia.
Selain April, sejumlah artis Pantura seperti Dian Anic dan Diana Sastra turut memeriahkan panggung hiburan. Kepadatan penonton bahkan menyebabkan kemacetan panjang di kawasan sekitar, termasuk jalur utama Losari–Pabedilan dan jalan-jalan alternatif menuju lokasi konser.
Sebelumnya, kepulangan Dede April ke Cirebon pada Kamis (1/1/2026) juga disambut meriah melalui rangkaian konvoi yang melintasi Kota dan Kabupaten Cirebon hingga Indramayu. Salah satu titik terpadat terjadi di Jalan Loh Bener, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon. Selama konvoi, April tampak berdiri dari balik kabin mobil, tersenyum dan melambaikan tangan ke arah warga yang bersorak menyebut namanya.
Meski terhenti di posisi tiga besar, April tetap membawa pulang sejumlah hadiah, di antaranya uang tunai Rp100 juta, medali juara 3, beasiswa penuh di Institut Media Digital Emtek (IMDE), apartemen siap huni selama satu tahun, serta kontrak manajemen dan label musik.
Kemeriahan arak-arakan dan penyambutan April pun membanjiri media sosial. Foto dan video yang diunggah warga dari berbagai titik menjadi bukti bahwa sosok Dede April kini telah menjelma menjadi kebanggaan baru masyarakat Cirebon.











