
Pangeran Harry, yang dikenal dengan keberaniannya dalam membuka tabir rahasia Keluarga Kerajaan Inggris, telah mengungkapkan berbagai informasi menarik seputar dinamika internal kerajaan. Dalam beberapa tahun terakhir, ia membagikan pengakuan-pengakuan yang tidak biasa melalui berbagai media, termasuk dokumenter Netflix, wawancara eksklusif, dan memoarnya yang terlaris Spare (2023). Di antara semua isu yang ia sampaikan, salah satu yang paling menarik adalah adanya “dokumen jahat” yang dibaca oleh anggota keluarga setiap tahunnya.
Mengenal The Court Circular: Catatan Tugas Kerajaan
Dokumen tersebut, yang dikenal sebagai The Court Circular, sebenarnya berfungsi sebagai catatan resmi mengenai aktivitas para anggota kerajaan. Informasi tentang tugas harian kerajaan dirilis secara berkala, tetapi pada akhir tahun, Istana St. James akan menerbitkan total akumulasi kegiatan selama tahun tersebut. Setelah dirilis secara resmi, dokumen ini biasanya dicetak di bagian belakang surat kabar seperti The Times, The Daily Telegraph, dan The Scotsman. Meskipun terlihat seperti laporan administratif biasa, Pangeran Harry menjelaskan bahwa di lingkungan istana, dokumen ini memiliki dampak psikologis yang jauh lebih dalam.
Arena Perbandingan dan “Senjata” Persaingan
Dalam memoarnya, Harry menjelaskan bagaimana data dalam The Court Circular digunakan untuk membandingkan produktivitas antar anggota keluarga. Media massa kemudian menggunakan data ini untuk memberikan label tertentu kepada para bangsawan berdasarkan jumlah aktivitas mereka. Ia menyebutkan bahwa di akhir tahun, ketika semua angka telah dihitung, perbandingan akan dilakukan di media:
“Ah, yang ini lebih sibuk daripada yang itu. Ah, yang ini pemalas sekali.”
Harry juga menambahkan kritik tajam terhadap pergeseran fungsi dokumen tersebut. Ia menyebut bahwa meskipun Surat Edaran Pengadilan adalah dokumen kuno, kini telah berubah menjadi arena saling serang. Menurutnya, dokumen ini tidak menciptakan persaingan, tetapi justru memperkuatnya dan menjadikannya senjata.
Obsesi Anggota Kerajaan terhadap Statistik Kerja
Meskipun secara lahiriah Keluarga Kerajaan tampak tidak membicarakan angka-angka tersebut secara terbuka, Harry mengklaim bahwa para anggota keluarga sebenarnya sangat menyadarinya. Ia menyebut adanya obsesi tersembunyi untuk mencatatkan jumlah kegiatan terbanyak dalam The Court Circular.
“Beberapa anggota keluarga menjadi terobsesi, dengan penuh semangat berusaha agar jumlah kegiatan resmi terbanyak tercatat dalam Surat Edaran setiap tahunnya, apa pun yang terjadi, dan mereka sebagian besar berhasil dengan memasukkan hal-hal yang, sebenarnya, bukanlah kegiatan resmi, mencatat interaksi publik yang hanya sekilas, hal-hal yang Willy dan saya tidak akan pernah terpikir untuk memasukkannya.”
Lebih lanjut, Harry mengkritik subjektivitas dalam sistem penilaian tersebut. Ia membandingkan bagaimana kunjungan pribadi yang bersifat substansial sering kali tidak dihitung, sementara kegiatan seremonial yang bersifat publik mendapat poin penuh.
“Semuanya berdasarkan laporan pribadi, semuanya subjektif. Sembilan kunjungan pribadi dengan para veteran, membantu kesehatan mental mereka? Nol poin. Terbang dengan helikopter untuk meresmikan peternakan kuda? Pemenang!”
Pergeseran Takhta “Anggota Paling Rajin” di Tahun 2025
Selama bertahun-tahun, Putri Anne (75) secara konsisten memegang reputasi sebagai anggota keluarga kerajaan yang paling rajin bekerja. Adik perempuan Raja Charles III ini biasanya menduduki peringkat teratas dalam jumlah kegiatan tahunan yang tercatat di The Court Circular. Namun, dinamika tersebut mengalami perubahan pada tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, Raja Charles III secara resmi mengambil alih gelar sebagai anggota kerajaan yang paling rajin bekerja. Sang Raja mencatatkan jumlah tugas kerajaan terbanyak sepanjang tahun, menggeser posisi Putri Anne yang selama ini mendominasi statistik kerja tahunan istana.
Pengungkapan Harry ini memberikan perspektif baru bagi publik dalam melihat laporan tahunan istana—bukan sekadar daftar jadwal, melainkan sebuah cerminan dari tekanan dan kompetisi yang ada di jantung monarki Inggris.











