Kehilangan yang Mendalam
Evia Maria, seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) Tondano Minahasa, meninggal secara tak wajar di kosnya pada Selasa (30/12/2025). Kejadian ini mengejutkan dan menyisahkan luka mendalam bagi keluarga dan teman-temannya. Evia adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan Psikologi (FIPP) Unima yang dikenal sebagai sosok baik, rajin, dan pintar. Ia berasal dari Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
Ketua tante Evia, Ketsia, mengungkapkan bahwa ia sangat rajin dalam mengerjakan tugas kelompok. Kadang, ia lupa makan karena terlalu fokus pada pekerjaannya. Meski pendiam, Evia memiliki semangat tinggi untuk belajar. Ketsia juga menceritakan bahwa Evia pernah mengunggah story tentang mandi di pantai bersama adiknya sebelum Natal, serta story lainnya yang tampak seperti kertas yang mungkin menunjukkan keberhasilan menyelesaikan KKN dan menulis kado Natal untuk mama.
Penemuan Jasad di Indekost Matani Satu Tomohon
Kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 Wita oleh pemilik kost berinisial YR. Dari panggilan telepon, YR diberitahu bahwa ada penghuni kost yang ditemukan meninggal. Setibanya di lokasi, YR melihat Evia Maria sudah tidak bernyawa di depan pintu masuk kost. Selanjutnya, YR melaporkan kejadian tersebut ke pihak kelurahan. Polsek Tomohon Tengah segera datang ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Penyembahan Jenazah di Minahasa Utara
Jenazah Evia Maria disemayamkan di rumah kerabat di Perumahan CBA Gold, Teterusan, Mapanget, Minahasa Utara (Minut), Sulut. Pendeta Roos, yang merupakan tante Evi Maria, melayani sebagai Pendeta di Jemaat GMIM Eden Mapanget. Keluarga berencana membawa jenazah ke Ulu Siau, Kepulauan Sitaro, Sulut. Namun rencana ini dibatalkan setelah keputusan untuk melakukan otopsi.
Temuan Luka Biru di Tubuh
Jenazah Evia akan menjalani otopsi di RS Kandou Manado, Rabu (31/12/2025). Otopsi diputuskan setelah ditemukan luka biru di tubuh jenazah. Ketsia, tante dari Evia, mengungkapkan bahwa ia memperoleh dorongan untuk memeriksa kaki jenazah. Saat itu, ia menemukan tanda biru dan luka. Kemudian, atas saran seseorang, pihaknya membuka tubuh jenazah dan menemukan tanda biru di pinggang kiri dan paha atas.
Tangis Revan Adik Evia Maria
Revan Mangolo, adik dari Antoineta Evia Maria Mangolo, histeris di rumah persemayaman di Perumahan CBA Gold Mapanget, Minut. Ia tak kuasa menahan tangis dan berkata, “Kakak, kenapa begini. Tuhan tolong.” Ia sangat berharap bisa merayakan Natal dengan kakaknya. Komunikasi via WhatsApp pekan lalu menjadi yang terakhir.

Oknum Dosen FIPP Unima Disorot
Oknum dosen di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima Tondano, Sulawesi Utara (Sulut) berinisial DM disorot publik setelah mahasiswinya, Evia Maria, ditemukan meninggal dengan kondisi tak wajar. Dalam surat yang ditemukan, terdapat penjelasan kronologi diduga Evia Maria mendapat perlakuan tak menyenangkan dari oknum dosen DM. Kasus ini viral di media sosial, dan para mahasiswa serta alumni ramai membagikan foto korban dan oknum dosen tersebut.
N, alumni FIP Unima, mengatakan bahwa dia dan teman-temannya pernah disuruh oleh oknum dosen tersebut untuk mencuci baju. “Waktu itu saya pilih bagian menyetrika baju,” katanya. Dia juga mengungkap bahwa oknum dosen tersebut sering membahas hal tak wajar saat masuk ruang kuliah.
GMNI Minahasa Minta Penanganan Serius
Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Minahasa Rian Salu mengatakan kasus tersebut harus diusut tuntas. “Ini adalah kegagalan serius institusi. Ketika kekerasan seksual dibiarkan dan sanksi dijatuhkan setengah hati, korbanlah yang menanggung dampak paling tragis,” tegas Riand.
GMNI Minahasa mendesak penanganan kasus secara transparan, penjatuhan sanksi tegas terhadap pelaku sesuai hukum, serta evaluasi menyeluruh sistem penanganan kekerasan seksual di UNIMA. “Kampus harus bertanggung jawab, memastikan ruang pendidikan yang aman dan manusiawi,” lanjutnya.
Disclaimer
Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Di Manado anda bisa menghubungi pihak RSJ PROF. DR. V. L. Ratumbuysang.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











