Peran Sahabat dalam Menghadapi Ujian Hidup
Sebagai seorang sahabat, Umi Pipik mengaku hanya bisa memberikan dukungan dan kekuatan kepada Wardatina Mawa yang sedang menghadapi tantangan dalam pernikahannya. Menurutnya, sebagai seorang muslim, hal yang paling penting adalah saling mendukung ketika ada sahabat yang sedang diuji.
Umi Pipik menilai bahwa tindakan saling menguatkan merupakan bagian dari ajaran agama yang harus dilakukan oleh sesama umat Islam. Ia menyampaikan bahwa setiap orang pasti akan menghadapi ujian hidup, dan sebagai sahabat, ia hanya bisa memberikan semangat dan kisah-kisah yang bisa menenangkan hati.
Dalam wawancara tersebut, Umi Pipik tidak menjawab pertanyaan mengenai rencana pengajuan gugatan cerai yang dilakukan Wardatina Mawa terhadap Insanul Fahmi. Ia memilih untuk menyerahkan jawaban langsung kepada yang bersangkutan.
Pada kesempatan lain, Wardatina Mawa sempat berbicara secara terbuka setelah Inara Rusli memutuskan kembali ke pelukan Insanul Fahmi. Dalam unggahan Instagram pribadinya @wardatinamawa, ia menyampaikan perasaannya tanpa menyebutkan detail spesifik. Namun, ia menyindir tentang keikhlasan dalam hidupnya.
Ibu satu anak ini berusaha menerima fakta bahwa suaminya kini memilih perempuan lain. Ia menyebutkan bahwa ini menjadi pelajaran terbaik di akhir tahun ini. Ia juga menulis pesan untuk tidak terlalu menyesali masa lalu.
“Satu pelajaran terbaik untuk akhir tahun ini. Jangan terlalu nyesel sama yang udah lewat,” tulis Mawa. Ia meminta Insan untuk melepaskan dirinya dan berbahagia dengan Inara.
“Aku lanjut melangkah, percaya Allah punya rencana yang lebih baik,” tutupnya. Caption unggahannya juga menyertakan doa dan kepasrahan pada Tuhan.
“Hasbunallah wa ni’mal wakil. Cukup Allah yang jadi tempat sandar, tempat pulang, dan tempat menitipkan semua rasa. Selebihnya, biar waktu dan takdir yang bekerja.”
Peran Buya Yahya dalam Keputusan Inara Rusli
Inara Rusli mengungkapkan bahwa ia memilih untuk tetap taat kepada Insanul Fahmi meskipun awalnya dibohongi. Langkah ini diambilnya sesuai dengan ajaran agama yang ia anut. Ia juga menyebutkan adanya peran Buya Yahya dalam pengambilan keputusan tersebut.
“Sebenarnya ini pertemuannya tertutup ya. Jadi Buya juga menganjurkan untuk tidak memberikan banyak klarifikasi karena memang urusan rumah tangga ya. Tapi karena sudah kadung diketahui publik, jadi ya memang harus klarifikasi,” kata Inara Rusli di Polda Metro Jaya, Senin (29/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa meskipun pernikahannya belum tercatat secara negara, ia merasa kewajiban sebagai istri sudah melekat secara agama. Karena itu, sikap taat kepada suami menjadi konsekuensi yang harus dijalani.
“Jadi sebagai istri, walaupun belum tercatat secara negara tapi sudah berlaku hukum agama, sudah berlaku syariat Islam, ya saya harus tetap mendengarkan dan patuh terhadap suami saya. Karena biar bagaimanapun saudara Insan sudah menjadi suami saya,” tambahnya.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai kondisi rumah tangganya saat ini, Inara tidak menjawab secara detail. Keputusannya untuk tetap bertahan dan nurut kepada suaminya disebutnya bukan tanpa pertimbangan. Ia menilai Insanul telah menunjukkan itikad baik dengan menemui keluarganya dan berusaha menyelesaikan persoalan secara terbuka, ditambah nasihat Buya yang membuatnya memilih jalan ketaatan sebagai seorang muslimah.
“Karena saudara Insan sudah menunjukkan itikad baik untuk menemui keluarga saya dan mau mengklarifikasi semuanya. Buya juga sudah memberikan nasihatnya. Jadi saya sebagai muslimah mencoba untuk taat,” tutup Inara.











