"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Bisnis  

Kepala BEI: 2025 Tahun Ujian dan Pemulihan Pasar Modal RI



JAKARTA,

Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan dan pembuktian bagi pasar modal Indonesia. Setelah sempat menghadapi tekanan global dan domestik yang cukup berat, hingga memicu penghentian sementara seluruh perdagangan, Bursa Efek Indonesia (BEI) justru menutup tahun ini dengan sejumlah pencapaian yang luar biasa.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menyebut bahwa tahun ini menjadi momen ujian sekaligus kebangkitan bagi pasar modal nasional. Di tengah ketidakpastian geopolitik, volatilitas nilai tukar, serta eskalasi perang dagang, pasar modal Tanah Air berhasil menjaga stabilitas, bangkit kembali, dan menorehkan capaian kinerja yang solid.

Dinamika Pasar di Paruh Pertama 2025

Di paruh pertama tahun ini, pasar modal menghadapi tantangan besar. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi yang cukup dalam. Pada pertengahan Maret hingga awal April 2025, IHSG bahkan menyentuh level terendahnya di angka 5.996, yang memicu diberlakukannya dua kali kebijakan trading halt.

Menurut Iman, fase ini menjadi momen penting untuk menguji kesiapan dan ketahanan pasar. BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) mengambil langkah strategis dan terkoordinasi. Beberapa kebijakan seperti buyback saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), penyempurnaan mekanisme auto rejection bawah, serta penguatan pengawasan dilakukan untuk menjaga kepercayaan dan stabilitas pasar.

Kebangkitan Pasar di Paruh Kedua 2025

Memasuki paruh kedua tahun 2025, arah pasar berubah secara signifikan. IHSG tidak hanya pulih, tetapi juga memasuki fase penguatan berkelanjutan. Sepanjang tahun, IHSG mencatatkan 24 kali rekor tertinggi sepanjang masa (all time high). Total kapitalisasi pasar juga mencapai rekor tertinggi dengan nilai lebih dari Rp 16.000 triliun.

Pemulihan pasar tidak hanya terlihat pada indeks, tetapi juga pada fundamental pasar modal secara keseluruhan. Jumlah investor pasar modal telah melampaui 20 juta, dengan rata-rata sekitar 901.000 investor aktif bertransaksi setiap bulan. Capaian ini menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dan memperdalam basis investor domestik.

Pencatatan Efek dan Penggalangan Dana

Dari sisi pencatatan efek, sepanjang 2025 terdapat 26 pencatatan saham baru di BEI, termasuk enam di antaranya dikategorikan sebagai lighthouse IPO. Meskipun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, total dana yang berhasil dihimpun justru meningkat signifikan. Total fundraise dari penawaran umum perdana saham mencapai Rp 18,1 triliun, atau naik sekitar 27 persen dibandingkan 2024.

BEI juga memastikan infrastruktur dan sistem perdagangan tetap andal dan berfungsi optimal. Kebijakan yang adaptif dijalankan beriringan dengan pengawasan ketat, sekaligus mendorong inovasi produk agar pasar tetap menarik dan kompetitif.

Penguatan Infrastruktur dan Regulasi

Dari seluruh dinamika yang dialami sepanjang 2025, BEI menarik pelajaran penting bahwa kesempatan tidak datang dua kali. Oleh karena itu, kesiapan, ketepatan respons, dan kolaborasi menjadi kunci utama. Iman menyebut bahwa penguatan pasar dilakukan melalui penerapan aturan regulator yang semakin adaptif, termasuk penyesuaian kebijakan trading halt, auto rejection bawah, non-cancellation period, serta penguatan instrumen dan pengawasan.

Selain itu, BEI juga menambah ragam produk pasar, seperti liquidity provider saham dan kontrak berjangka indeks asing, guna meningkatkan likuiditas dan kedalaman pasar. Penguatan infrastruktur perdagangan dan pengawasan pun terus dipersiapkan dan ditargetkan dapat diluncurkan pada 2026.

Sinergi dan Kolaborasi

Capaian sepanjang 2025 tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi erat antara BEI, OJK, SRO, pemerintah, dan seluruh pelaku pasar modal Indonesia. Pemerintah berkontribusi melalui kebijakan injeksi likuiditas, regulator dan SRO merespons cepat dinamika pasar dengan kebijakan yang tepat, sementara para pelaku pasar tetap menjaga kepercayaan serta disiplin dalam bertransaksi. Kombinasi tersebut membentuk fondasi pemulihan pasar yang kuat dan berkelanjutan.

Refleksi dan Apresiasi

Menutup perdagangan tahun 2025, Iman menyampaikan bahwa momen ini menjadi ajang refleksi sekaligus bentuk apresiasi atas dukungan dan kontribusi seluruh pemangku kepentingan yang telah bersama-sama melewati tahun penuh tantangan.

Di tengah berbagai capaian yang patut disyukuri, BEI bersama SRO dan anak usaha juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara setanah air dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyampaikan doa agar para korban diberikan kekuatan, ketabahan, serta kelancaran dalam proses pemulihan.

Penutupan perdagangan tahun ini pun ditandai dengan ajakan untuk sejenak mengheningkan cipta, menjadikan akhir 2025 bukan hanya simbol keberhasilan pasar modal, tetapi juga momentum empati dan solidaritas nasional.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *