Pengertian Thrift dan Preloved
Thrift dan preloved seringkali dianggap sama-sama merujuk pada barang bekas. Namun, sebenarnya keduanya memiliki konsep yang berbeda. Thrift umumnya merujuk pada pembelian barang bekas dari luar negeri yang berasal dari donasi atau sampah negara maju. Sementara itu, preloved adalah barang bekas yang berasal dari koleksi pribadi seseorang, baik itu merek lokal maupun internasional.
Di Indonesia, istilah thrift sering dikaitkan dengan barang branded bekas atau baru yang dijual dalam kondisi layak pakai. Namun, di luar negeri, konsep thrift store biasanya menjual barang yang telah didonasikan orang lain untuk amal. Barang-barang ini bisa jadi berasal dari sampah atau barang yang tidak lagi digunakan oleh pemiliknya. Penerima donasi kemudian menjual barang tersebut jika jumlahnya terlalu banyak dan sulit didistribusikan. Harga jualnya biasanya rendah, tetapi di Indonesia, harga bisa meningkat karena ongkos pengiriman dan permintaan pasar.
Thrift juga memiliki makna sebagai aktivitas menghemat. Dengan membeli barang bekas, seseorang tetap bisa tampil fashionable tanpa harus menghabiskan uang banyak. Bagi para aktivis lingkungan, thrifting menjadi cara untuk menyelamatkan bumi dengan mengurangi sampah pakaian yang sulit terurai.
Sementara itu, preloved adalah barang bekas yang dijual kembali dengan kondisi baru dan layak pakai. Biasanya, barang preloved dijual karena pemilik tidak lagi membutuhkannya dan ingin menjualnya dengan harga diskon. Bisa saja barang tersebut dijual dengan harga tinggi jika termasuk barang koleksi langka.
Perbedaan Thrift dan Preloved
Thrift biasanya menjual barang bekas dari luar negeri yang masuk dalam jumlah besar lalu dijual secara eceran maupun grosiran. Sedangkan preloved menjual barang bekas yang merupakan hasil pemakaian pribadi, bisa jadi brand luar atau lokal.
Karena barang thrift bersifat donasi, desainnya bisa vintage. Sementara preloved lebih dekat dengan tren terkini. Kondisi fashion item thrift belum tentu dalam kondisi baik, biasanya terdapat noda. Jika masih dalam kondisi baru, desainnya mungkin sudah ketinggalan zaman. Sementara itu, fashion item preloved dalam kondisi baru serta layak pakai dan menguntungkan pembeli karena dijual dengan harga miring.
Pengertian Thrift Shop
Thrift shop adalah toko yang menjual barang-barang bekas yang biasanya pelanggan dapat membeli barang dengan harga yang lebih murah. Meskipun menjual barang bekas, tetapi barang yang disediakan biasanya tetap masih layak untuk dipakai. Penjual sudah menyeleksi produk yang akan diperjual belikan supaya tetap masih layak kondisinya.
Di Indonesia, umumnya thrift shop menjual aneka jenis pakaian dan aksesori fesyen dari berbagai merek busana. Nggak heran, kalau banyak orang familiar dengan menyebutnya sebagai baju thrift. Secara pengertian, baju thrift adalah kumpulan pakaian bekas yang dijual dalam kondisi layak pakai dan berkualitas.
Kini banyak bisnis thrift shop yang menjamur dan menawarkan omzet yang menjanjikan. Apalagi baju thrift biasanya didapatkan dari pasar luar negeri seperti Korea, China, Bangkok, Eropa, maupun Amerika. Tentunya, hal ini menarik perhatian banyak orang untuk membeli pakaian bekas dengan kualitas masih layak pakai dengan harga terjangkau.
Mengapa Thrift Menjadi Tren di Kalangan Gen Z?
Maraknya tren thrifting ini juga tidak lepas dari peran Gen Z. Menemukan dan membeli barang lawas dengan harga yang sangat terjangkau, menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Mereka sangat menyukai tantangan untuk mencari dan mendapatkan barang yang jarang dimiliki orang lain.
Barang-barang tersebut dianggap sebagai barang vintage atau antik karena memiliki nilai keunikan tersendiri dan lebih mengekspresikan diri mereka dengan cara yang berbeda. Apalagi, kebanyakan barangnya dijual dengan harga yang terjangkau. Hal tersebut cukup membuat Gen Z sangat tertarik untuk melakukan kegiatan penghematan. Tidak heran mereka juga memiliki beberapa thrift shop langganan untuk membeli barang lawas.
Generasi yang lahir sekitar tahun 1997-2012 ini juga dikenal memiliki pemikiran yang kritis. Topik seperti pelestarian lingkungan menjadi salah satu topik yang menarik perhatian Gen Z. Dengan adanya tren thrifting, mereka yakin permasalahan limbah pakaian bisa teratasi. Oleh sebab itu, Gen Z sangat menyukai kegiatan tersebut karena bisa membantu keberlangsungan hidup manusia.
Keuntungan Belanja di Thrift Shop
Alih-alih berbelanja fashion item yang baru dengan harga yang mahal, thrift memang banyak dipilih sebagai salah satu alternatif solusinya. Sebab, ada banyak keuntungan yang bisa kamu rasakan dengan membeli barang pada thrift shop berikut ini:
-
Harga lebih murah dan terjangkau
Dibandingkan dengan membeli fashion item baru, berbelanja di thrift shop tentu saja lebih menghemat biaya. Harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan barang yang baru. Meski begitu, kamu bisa menemukan berbagai barang yang masih bagus kualitasnya jika pintar dalam memilih. -
Bisa menemukan barang langka dan unik
Selain itu, thrifting juga cocok untuk kamu yang suka dengan barang-barang langka. Sebab, banyak barang zaman dulu yang kini sudah tidak diproduksi lagi namun dapat kamu temukan di thrift shop. -
Bisa bereksperimen dengan berbagai fashion item
Setelah menemukan berbagai fashion item yang menarik, kamu bisa bereksperimen dengan berbagai gaya yang baru. Sebab, kamu akan menemukan berbagai barang bekas yang beragam jenis dan rupanya. -
Dapat dijadikan sebagai hobi baru yang menyenangkan
Kegiatan thrifting ini juga bisa kamu jadikan sebagai hobi yang sangat menyenangkan untuk dilakukan. Kamu bisa melakukan banyak hal seru dengan menjelajahi berbagai thrift shop yang ada di sekitar atau beberapa toko terkenal. Berburu barang antik atau hidden gem di thrift shop ini juga cukup seru dilakukan karena seperti berburu harta karun. -
Bisa menghasilkan keuntungan dari bisnis thrifting
Tidak hanya membeli barang, kamu juga menjual kembali barang-barang tersebut. Kepopuleran thrifting mengakibatkan ada banyak reseller barang thrift di pasaran. Oleh karena itu, kita bisa menemukan ada banyak penjual yang membuka thrift shop.
Tips Belanja di Thrift Online Shop
Bukan hanya secara konvensional, thrifting ini juga bisa dijalankan secara online. Namun tidak bisa dimungkiri bahwa online thrifting memiliki risiko, lebih besar ketimbang thrifting secara konvesional. Seperti barang tidak sesuai harapan hingga barang tidak kunjung dikirim.
Supaya hal tersebut tidak terjadi, maka penting sekali bagi kamu untuk melakukan beberapa tips di bawah ini. Apa saja tipsnya? Langsung saja simak selengkapnya:
-
Pilih toko yang memiliki review bagus
Pastikan pilih toko online thrift yang memiliki review bagus. Review bagus ini merupakan pertanda bahwa toko itu bisa dipercaya. Review bisa dilihat juga bagaimana toko itu memperlakukan pelanggannya. -
Bandingkan dengan toko lainnya
Cara kedua adalah dengan membandingkan toko tersebut dengan toko lainnya. Khususnya dari segi harga, apakah termasuk range harga rata-rata atau malah tidak. Soalnya sudah dipastikan, toko yang tidak dipercaya pastinya akan memasang harga yang sangat jauh rendah. Bila kamu menemukan toko ini, sebaiknya berhati-hati dan lebih memilih toko online lain.
Tips Belanja di Thrift Shop Secara Langsung
Jika kamu bisa dengan bebas memilih barang dalam kondisi baru, berbeda halnya dengan memilih barang bekas. Sebab, kualitas dari barang thrift bisa sangat beragam.
Tips untuk belanja thrift adalah dengan mencermati beberapa hal berikut ini:
-
Perhatikan kualitas barang thrift
Hal pertama yang harus kamu lakukan saat akan membeli barang thrift adalah dengan mengecek kondisi dan kualitas barang. Pastikan bahwa barang yang kamu beli masih layak digunakan dan berfungsi dengan baik. Maka dari itu, mintalah foto atau video jika kamu membelinya melalui online shop. -
Lihat kebersihan barang
Setelah kualitas barang, kebersihan juga penting untuk diperhatikan. Sebab, nantinya barang tersebut akan kamu pakai dan melekat di badan. Biasanya, kebersihan bisa dilihat dari warna produk dan ada atau tidaknya noda pada barang. -
Cermati harga barang
Jika kamu sudah yakin bahwa barang tersebut bagus dan bersih, maka pastikan harga tersebut sebanding dengan kondisi barang. Lalu, pastikan barang benar-benar asli dan bukan barang tiruan karena akan berpengaruh dengan harganya. -
Lakukan tawar menawar harga
Terakhir, lakukan tawar menawar harga supaya kamu makin hemat. Namun, pastikan harga yang kamu tawar masih dalam taraf yang wajar, ya!
Sisi Negatif Thrift Shop
Namun, di banyaknya sisi positif dari thrift, ada beberapa sisi negatif dari tren ini. Di antara sisi negatif dari thrift adalah berdampak buruk bagi lingkungan. Selain itu, tren ini juga memicu konsumsi yang berlebih. Konsumsi yang berlebih dalam jangka panjang juga akan berdampak negatif untuk keseimbangan alam. Sebab, banyak pakaian yang nantinya akan terbuang dengan cara yang sia-sia.
Sayangnya, limbah tekstil merupakan salah satu limbah yang paling sulit untuk diuraikan. Maka dari itu, kita perlu lebih cermat jika ingin melakukan thrifting.
Keuntungan Preloved
Supaya kamu bisa lebih mudah dalam membedakannya, sekarang waktunya tahu keuntungan preloved, di antaranya:
-
Ramah lingkungan
Preloved ini dikenal karena ramah lingkungan. Membeli barang preloved artinya kamu tidak perlu menambah sampah pakaian yang berlebihan. Jadi kamu bisa menjaga keseimbangan lingkungan untuk jangka panjang. -
Fungsi yang tidak jauh berbeda dengan original
Berikutnya, barang preloved ini juga masih memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dengan barang original. Coba bayangkan, kamu mendapatkan fungsi yang sama tapi dengan harga yang jauh di bawahnya. Tentu dengan catatan, bahwa kamu memilih barang preloved yang tepat dan juga tidak sembarangan. -
Membantu orang lain
Tidak bisa dimungkiri, kebanyakan orang yang menjual barang preloved karena kebutuhan yang mendesak. Nah, dengan kamu yang membeli barang-barang preloved itu maka secara tidak langsung kamu membantu orang lain. Apalagi kalau ternyata orang yang menjual barang preloved itu adalah teman atau kenalan sendiri. Pasti nilai yang didapatkan juga akan jauh berbeda.
Itulah perbedaan fashion item thrift dan perbedaannya dengan preloved. Jadi, dapat disimpulkan bahwa thrift adalah jual beli barang bekas. Selama ini, kamu thrift bertujuan untuk menghemat atau nggak mau ketinggalan hype-nya aja, Bela?











