Malam Satu Rajab, Waktu Istimewa untuk Berdoa
Malam satu Rajab merupakan waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada malam ini, doa-doa yang dipanjatkan diyakini tidak akan tertolak oleh Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan berdoa.
Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah membaca doa yang ditulis oleh Syekh Abdul Qadir al-Jilani. Doa ini disusun sebagai bentuk permohonan tulus dari seorang hamba yang fakir kepada Allah. Dalam doa tersebut, diharapkan bisa mendapatkan anugerah, piagam penghargaan spiritual, serta tiupan rahmat khusus dari Allah pada malam mulia ini.
Doa ini termaktub dalam kitab Al-Ghunyah. Di dalamnya terdapat permohonan perlindungan, keberkahan, serta ungkapan rasa syukur dalam mengawali bulan yang suci. Berikut bacaan doa malam pertama bulan Rajab yang dibaca pada malam ini, Sabtu (20/12/2025), yang dicontohkan Syekh Abdul Qadir al-Jilani dalam tulisan Arab, Latin, beserta artinya.
Doa Malam Pertama Rajab
إِلٰهِيْ تَعَرَّضَ لَكَ فِيْ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ الْمُتَعَرِّضُوْنَ وَقَصَدَكَ فِيْهِ الْقَاصِدُوْنَ وَأَمَّلَ فَضْلَكَ وَمَعْرُوْفَكَ الطَّالِبُوْنَ، وَلَكَ فِيْ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ نَفَحَاتٌ وَجَوَائِزُ وَعَطَايَا وَمَوَاهِبُ، تَمُنُّ بِهَا عَلَى مَنْ تَشَاءُ مِنْ عِبَادِكَ، وَتَمْنَعُهَا مِمَّنْ لَمْ تَسْبِقْ لَهُ الْعِنَايَةُ مِنْكَ وَهَا أَنَا عَبْدُكَ الْفَقِيْرُ إِلَيْكَ، اَلْمُؤَمِّلُ فَضْلَكَ وَمَعْرُوْفَكَ، فَإِنْ كُنْتَ يَامَوْلَايَ تَفَضَّلْتَ فِيْ هٰذِهِ اللَّيْلَةِ عَلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ وَجُدْتَ عَلَيْهِ بِعَائِدَةٍ مِنْ عَطْفِكَ، فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ، وَجُدْ عَلَيَّ بِطَوْلِكَ وَمَعْرُوْفِكَ يَا رَبَّ الْعَــالَمِيْنَ
Arab-Latin:
Ilāhī ta‘arraḍa laka fī hādzihil-lailatil muta‘arriḍūn, wa qaṣadaka fīhil-qāṣidūn, wa ammal faḍlaka wa ma‘rūfakat-ṭālibūn. Wa laka fī hādzihil-lailati nafaḥātun wa jawāizu wa ‘aṭāyā wa mawāhib, tamunnu bihā ‘alā man tasyāu min ‘ibādik, wa tamna‘uhā mimman lam tasbiq lahul-‘ināyatu minka. Wa hā anā ‘abdukal-faqīru ilaik, al-muammilu faḍlaka wa ma‘rūfak. Fa in kunta yā maulāya tafadh-dhalta fī hādzihil-lailati ‘alā aḥadin min khalqik, wa judta ‘alaihi bi‘āidatin min ‘aṭfik, fa ṣalli ‘alā Muḥammadin wa ālih, wa jud ‘alayya biṭaulika wa ma‘rūfika, yā Rabbal-‘ālamīn.
Artinya:
“Ya Tuhanku, pada malam ini orang-orang yang berpaling (dari rahmat-Mu) telah berpaling, orang-orang yang mempunyai tujuan telah datang (pada-Mu), dan para pencari telah mengharap anugerah dan kebaikan-Mu. Pada malam ini, Engkau mempunyai tiupan rahmat, piagam-piagam penghargaan, aneka macam pemberian dan anugerah. Engkau berikan semua itu terhadap hamba-hamba-Mu yang Engkau kehendaki. Dan Engkau tidak memberikannya terhadap orang yang tidak memperoleh pertolongan dari-Mu. Keutamaan Bulan Rajab
Keistimewaan Bulan Rajab
Bulan Rajab memiliki keistimewaan tersendiri dalam agama Islam. Berikut beberapa keutamaan yang perlu diketahui:
1. Bulan Suci
Bulan Rajab adalah bulan yang mulia dan suci. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat At Taubah ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.” (QS. At Taubah:36).
Rasulullah SAW juga bersabda, yang artinya, “Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679). Jadi, empat bulan suci tersebut adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab.
2. Peristiwa Isra Mi’raj
Selain menjadi bulan suci, Bulan Rajab juga menjadi waktu di mana Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra Mi’raj. Peristiwa ini merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Dari peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu.
Peristiwa Isra Mi’raj digambarkan dalam Alquran sebagai berikut:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Isra’, 17:1)
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











