"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Budaya  

Squad MSM Nyalakan Harapan Anak-anak Sumba Timur

Kegiatan Inspiratif MANIS Squad di Agrowisata Patawang, Sumba Timur

Di tengah suasana pagi yang ceria, anak-anak dari berbagai usia mulai berkumpul di Agrowisata Patawang, Kabupaten Sumba Timur. Mereka datang dengan penuh semangat, menunggu kehadiran sekelompok karyawan PT Muria Sumba Manis (MSM) yang dikenal sebagai MANIS Squad. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR), yang bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Menonton Film Animasi dan Berbagi Cita-Cita

Kegiatan pertama yang dilakukan adalah sesi “Cerita Mimpi Anak Manise”. Anak-anak usia TK dan SD berkumpul untuk menonton film animasi pendek berjudul “Nyla”. Film tersebut mengisahkan seorang gadis penenun asal Sumba yang berjuang meraih cita-citanya menjadi pemain sepak bola profesional. Cerita Nyla, yang memadukan tradisi lokal dengan ambisi besar, menjadi pintu bagi para relawan untuk mengajak anak-anak berbicara tentang mimpi mereka sendiri.

Setelah menonton, para relawan membentuk kelompok kecil. Di sini, anak-anak didorong untuk menceritakan apa yang ingin mereka capai. Beberapa di antaranya berkeinginan menjadi guru, dokter, bahkan pilot. Sementara yang lainnya masih malu-malu, tetapi tetap mencoba mengutarakan apa yang ada di benaknya.

Dialog dan Inspirasi dari Kakak-Kakak

Sesi selanjutnya adalah “Inspirasi Kakak Manise”, di mana para relawan bertemu dengan siswa-siswi tingkat SMP dan SMA. Dalam pertemuan itu, para karyawan MSM menceritakan perjalanan pribadi mereka. Mereka bercerita tentang bagaimana mereka menjalani pendidikan, bekerja keras, dan menghadapi tantangan sebelum akhirnya menjadi bagian dari perusahaan.

Cerita ini dikemas dengan ringan dan tidak menggurui, sehingga anak-anak dapat membayangkan bagaimana sebuah proses dijalani. Para siswa kemudian diajak berdialog, bertanya, dan berbagi isi hati tentang hal-hal yang ingin mereka capai di masa depan. Di wajah mereka, tampak rasa ingin tahu, semangat, dan keyakinan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu jauh untuk diraih.

Aktivitas Literasi dan Pembangunan Alat Permainan

Selain itu, para sukarelawan lain melanjutkan kegiatan di Rumah Pohon Literasi Aksara Manise. Rumah literasi ini dibangun dengan material ramah lingkungan dan menjadi salah satu tempat favorit anak-anak untuk membaca dan bermain. Melalui sesi “Merajut Tawa Anak Sumba”, relawan MSM membantu membangun alat permainan sederhana yang akan digunakan anak-anak setempat.

Pekerjaan ini dilakukan secara gotong royong, sambil berbincang dengan warga mengenai bagaimana rumah literasi menjadi pusat kegiatan edukatif masyarakat. Selain menghadirkan kegembiraan bagi anak-anak, kegiatan ini juga memperkuat rasa memiliki antar para karyawan terhadap program CSR yang selama ini mereka jalankan bersama perusahaan.

Tanggapan Positif dari Warga dan Anak-Anak

Siswi SDN Satap Padamu, Keisya Marandimu (10) mengaku senang kehadiran MANIS Squad di desanya. Ia mengatakan, cerita para karyawan dan melalui animasi pendek “Nyla” ia akhirnya berani menyalakan mimpinya. “Saya senang. Senang bisa dengar cerita dari kakak-kakak. Saya akan terus maju bermimpi tinggi,” kata Keisya dengan pelan. Ia bermimpi jadi dokter, katanya.

Hal senada juga dirasakan Marlince Oktavianus (16). Meli, sapaannya, juga mengaku senang. Bagi pelajar SMA 2 Umalulu ini, kehadiran tim MSM yang menghadirkan inspirasi adalah momentum berharga dan langka. “Saya senang ikut acara ini karena bisa mendapatkan informasi yang baik dan mendapatkan ilmu baru. Saya jadi semakin berani bermimpi. Seperti yang disampaikan Bung Karno, gapai lah mimpimu setinggi langit. Berani bermimpi untuk raih cita-cita kita,” ujarnya.

Apresiasi dari Kepala Desa Patawang

Sementara itu, Kepala Desa Patawang, Iman Soleman mengaku bersyukur atas kehadiran tim employee volunteer perusahaan MSM di wilayah desanya. Menurutnya, program dari MANIS Squad menuntun dan mendukung Desa Patawang mencapai visinya menuju desa yang sejahtera, inovatif dan mandiri. Iman Soleman pun memberikan apreasiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya, “Berani Bermimpi” merupakan langkah awal. Berikutnya harus diikuti dengan perencanaan yang matang dan tindakan nyata.

Ia meyakini, karena kebaikan hatilah yang menggerakkan gerakan ini melampaui keterbatasan yang ada. “Saya optimis akan ada hasil besar yang tidak hanya berdampak bagi warga Desa Patawang tetapi juga akan menjadi contoh di luar sana. Semoga kegiatan ini tidak menjadi hal yang pertama dan terakhir,” ungkapnya.

Harapan dan Semangat untuk Masa Depan

Sukarelawan CSR MSM, Putra Satgada mengaku bangga bisa bertemu dan bercerita dengan anak-anak di Desa Patawang. Ia mengatakan, anak-anak Patawang sangat bersemangat dan umumnya memiliki cita-cita yang tinggi. “Saya sampaikan ke adik-adik, harus berani bermimpi tinggi. Mimpi itu sebagai bahan bakar untuk bergerak maju,” katanya.

Ia bercerita, ia juga memiliki pengalaman yang hampir sama dengan anak-anak tersebut. Ia lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sederhana dan orangtuanya bekerja di industri perkebunan tebu. “Meski begitu, saya tidak takut bermimpi. Mimpi saya, saya harus lebih tinggi dari orangtua saya. Hingga akhirnya saya bisa berkuliah di Jepang. Dan bisa membahagiakan orangtua dan keluarga. Mimpi itu adalah kekuatan,” katanya.

Karena itu, ia berharap anak-anak di Desa Patawang juga terus berani bermimpi tinggi. Tidak boleh takut untuk bermimpi besar.

Kesimpulan

Bagi MSM, kegiatan ini bukan hanya rutinitas sosial. MANIS Squad menjadi jembatan yang mempertemukan perusahaan dengan masyarakat secara lebih dekat. Dalam kegiatan ini, baik karyawan maupun anak-anak sama-sama belajar bahwa kebaikan bisa tumbuh dari ruang sederhana. Dari cerita, dari tawa adalah kesempatan untuk membangun mimpi bersama.

Semangat berbagi itu pula yang membuat kegiatan ini menjadi relevan, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi perkembangan generasi muda di Sumba Timur.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *