"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Bisnis  

Kesalahan Besar Amerika Dalam Menggunakan Dolar AS Sebagai Senjata

Amerika Terjebak Dalam Kesalahan Besar dengan "Senjata" Dolar AS

marosdaily.com – KAZAN – Penggunaan dolar AS sebagai alat politik telah menimbulkan banyak kritik dari berbagai negara, termasuk dari Presiden Bank Pembangunan Baru (NDB) Dilma Rousseff. Menurutnya, tindakan tersebut dapat merusak kepercayaan terhadap mata uang tersebut.

Gelombang sanksi yang diberlakukan oleh Barat terhadap Rusia juga telah memaksa banyak perusahaan untuk meninggalkan negara tersebut. Hal ini juga membatasi kemampuan orang untuk melakukan transaksi di bank internasional.

Presiden Rusia, Vladimir Putin juga setuju dengan penilaian Rousseff. Ia menegaskan bahwa penggunaan dolar AS sebagai alat politik adalah sebuah kesalahan besar.

“Saya pikir ini adalah kesalahan besar oleh mereka yang melakukannya. Dolar tetap menjadi instrumen terpenting dari keuangan dunia dan menggunakannya sebagai sarana untuk mencapai tujuan politik, sudah merusak kepercayaan pada mata uang tersebut dan mengurangi kemampuannya,” kata Putin.

Putin juga menambahkan bahwa Rusia tidak bermaksud untuk menjatuhkan dolar atau mengalahkannya. Namun, mereka dipaksa untuk mencari alternatif lain karena dicegah untuk bekerja dengan dolar.

Banyak lembaga keuangan Rusia yang terputus dari sistem keuangan Barat pada tahun 2022 sebagai respons atas operasi militer Rusia di Ukraina. Akibatnya, Moskow menggunakan mata uang nasional mereka untuk mempercepat perdagangan dengan mitra internasionalnya.

Tren ini juga didukung oleh anggota BRICS yang telah beralih dari menggunakan dolar dan euro untuk penyelesaian transaksi perdagangan. Pada bulan Agustus, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengungkapkan bahwa lebih dari 95% penyelesaian bersama antara Rusia dan China dilakukan dengan menggunakan rubel atau yuan.

Putin juga telah menyatakan bahwa penggunaan mata uang lokal alih-alih dolar atau euro dapat membantu menjaga pembangunan ekonomi bebas dari politik. Hal ini juga sesuai dengan keadaan dunia saat ini yang terus berubah.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *