"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Bisnis  

Kereta Kilat Whoosh Bakal Sampai Surabaya, KCIC Beri Pendukung Penuh

Kereta Kilat Whoosh Bakal Sampai Surabaya, KCIC Beri Pendukung Penuh

Marosdaily.com – JAKARTA – General Manager Corporate Secretary PT Kereta Segera Indonesia China atau KCIC , Eva Chairunisa memverifikasi pihaknya siap mengupayakan pemerintah yang mana berencana menunda jangkauan Kereta Kilat Jakarta-Bandung atau Whoosh, sampai ke Surabaya .

Eva menjelaskan, pada waktu ini KCIC sama-sama otoritas masih terus melakukan studi kelayakan terkait rencana pengerjaan kereta cepat Ibukota – Surabaya. Mengingat PT KAI pada waktu ini juga sedang mengembangkan direct train atau kereta jarak sangat segera tanpa transit dari DKI Jakarta ke Surabaya.

“Jakarta-Surabaya sekarang masih pada tahap feasibility study yang mana dijalankan oleh pemerintah. Tentunya harus sejumlah sekali yang digunakan masih harus didiskusikan. KCIC juga terlibat di hal ini, tapi tentunya kita akan mengamati nanti kebijakan pemerintah seperti apa, yang dimaksud pasti kita akan support,” kata beliau usai acara ‘Launching of Official Whoosh Merchandise and Frequent Whooser Card’ dalam Stasiun Halim, Hari Jumat (14/2/2025).

Lebih jauh, Eva menjelaskan, pemilihan jalur Kereta Cepat sekali Jakarta-Surabaya juga termasuk di pertimbangan adanya pengembangan kegiatan Direct Train PT KAI. Baik melalui jalur utara pulau jawa, jalur tengah, ataupun jalur selatan.

“Kalau itu nanti semuanya ada di area feasibility studi yang digunakan diadakan pemerintah ya, termasuk juga jalurnya yang tersebut akan dipilih, selatan ataupun utara,” lanjutnya.

Meski demikian, Eva memastikan, pada waktu ini pihaknya sudah pernah melakukan pengiriman knowledge terkait pengoperasian juga pemeliharaan kereta cepat. Sehingga telah ada beberapa warga negara Indonesia yang digunakan sudah ada mampu mengoperasikan Kereta Whoosh ataupun melakukan perawatan kereta rutin.

“Kalau ketika ini kita juga sudah ada melakukan pengiriman knowledge, jadi sudah ada ada masinis Indonesia yang tersebut sudah ada dapat mengendarai kereta dengan kecepatan 350 km per jam, kemudian bertugas perawatan, sarana-prasarana terkait teknologi kereta cepat, itu telah ada dari kita,” kata Eva.

“Jadi nanti pasti kalau sudah ada firm, hasilnya sudah ada ada, pasti akan diumumkan. Jadi memang benar semuanya masih tahap proses pembahasan,” pungkasnya.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *