marosdaily.com – Data yang mengejutkan telah diungkap oleh Direktorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Lebih dari 80.000 anak di bawah usia 10 tahun diketahui terpapar judi online melalui permainan game di handphone. Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pengelolaan Aplikasi Informatika (PAI) Kemkodigi, Syofian Kurniawan, yang mengkhawatirkan karena sebagian besar anak-anak tersebut belum sepenuhnya menyadari bahaya yang ditimbulkan oleh perjudian digital.
“Saat ini lebih dari 80.000 anak di bawah usia 10 tahun terpapar judi online melalui game di handphone,” ungkap Syofian dalam keterangannya, Jumat (15/11/2024). Ia menambahkan bahwa angka tersebut sangat mengkhawatirkan karena banyak dari anak-anak yang tidak menyadari risiko dari perjudian digital.
Syofian juga menjelaskan bahwa game yang dianggap tidak berbahaya seringkali menyelipkan unsur-unsur perjudian yang dapat merusak perkembangan mental dan emosional anak. Untuk itu, ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak dan memastikan bahwa game yang dimainkan sesuai dengan usia mereka serta tidak mengandung konten judi.
“Oleh karena itu, pengawasan orang tua terhadap penggunaan perangkat digital anak harus lebih diperhatikan. Orang tua perlu aktif memeriksa jenis game yang dimainkan anak, memastikan game tersebut sesuai dengan usia mereka, dan menghindarkan mereka dari potensi paparan konten yang mengarah pada perjudian,” tegas Syofian.
Selain itu, Syofian juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam melindungi anak-anak dari bahaya judi online. “Dengan kesadaran dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, kita dapat melindungi anak-anak kita dari paparan perjudian yang merusak. Mari kita jadikan pengawasan digital sebagai prioritas, agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat, aman, dan bebas dari paparan perjudian,” pungkasnya.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”





