Kegiatan Titian Karier Terpadu (TKT) ITB Menjadi Kesempatan Bagi Lulusan untuk Mencari Pekerjaan
Acara Titian Karier Terpadu (TKT) Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali digelar dengan antusiasme yang tinggi. Kali ini, acara tersebut diikuti oleh 27 perusahaan dan menarik sekitar empat ribu pencari kerja yang berusaha memperoleh posisi strategis seperti Management Trainee.
Selain menjadi ajang pertemuan antara pelamar dan pemberi kerja, TKT ITB juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung untuk meningkatkan kesiapan mental dan profesional para lulusan. Di antaranya adalah layanan konsultasi CV dan simulasi wawancara kerja. Layanan ini bertujuan membantu para peserta lebih siap dalam menghadapi proses rekrutmen.
Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat masa tunggu kerja bagi alumni ITB. Secara umum, lulusan ITB membutuhkan waktu sekitar dua hingga empat bulan sebelum mendapatkan pekerjaan setelah wisuda.
Pengalaman Pencari Kerja di Acara TKT ITB
Chaerul Amir (24), seorang lulusan Universitas Pendidikan Indonesia, hadir di acara TKT ITB pada Sabtu (11/4/2026). Ia mengaku telah beberapa kali mengikuti acara serupa setelah lulus. “Biasanya saya apply secara online, terutama ketika ada kesempatan di Bandung,” ujarnya.
Di tengah ramainya acara, Caca (21), mahasiswi Teknik Pangan, tampak berjalan dari satu stan ke stan lainnya. Ia mengaku masih bingung tentang langkah selanjutnya setelah lulus. “Susah mencari pekerjaan,” katanya singkat.
Caca belum memiliki pengalaman langsung dalam mencari kerja. Namun, ia melihat bahwa tantangan utamanya adalah ekspektasi yang tinggi dan realita di lapangan yang tidak selalu sesuai. “Dari orang lain, kadang mereka terlalu idealis atau kondisinya tidak mudah,” tambahnya.
Ia pernah mencoba melamar magang secara online, meski belum membuahkan hasil. Oleh karena itu, TKT ITB menjadi salah satu cara baginya untuk lebih memahami dunia kerja secara langsung.
Peran ITB dalam Persiapan Lulusan
Acara TKT ITB yang berlangsung selama dua hari ini berhasil menarik banyak peserta. Mereka secara bergantian mendatangi stan perusahaan untuk mencari peluang kerja.
Intan Taufik, Kepala Subdirektorat Pengembangan Profesi dan Kewirausahaan Mahasiswa Ditmawa ITB, menjelaskan bahwa antusiasme peserta cukup tinggi. Ia menambahkan bahwa posisi Management Trainee sangat diminati oleh perusahaan yang membuka lowongan kerja.
Posisi ini juga menjadi jalan cepat bagi fresh graduate untuk berkembang ke jenjang managerial. Selain itu, ITB juga memberikan layanan konsultasi karier gratis kepada peserta. Mulai dari diskusi arah karier, konsultasi CV, hingga simulasi wawancara kerja.
“Kadang di kampus itu tidak diajarkan cara membuat CV yang baik atau wawancara. Nah, di sini kita fasilitasi. Bahkan kalau ada yang mau pindah karier atau tertarik jadi entrepreneur juga bisa konsultasi,” jelas Intan.
Pada gelaran TKT ITB di bulan April ini, tercatat 27 perusahaan berpartisipasi. Jumlah tersebut memang lebih sedikit dibandingkan periode Oktober yang bisa mencapai lebih dari 35 perusahaan. Meski begitu, peluang kerja yang ditawarkan tetap beragam. Setiap perusahaan rata-rata membuka sekitar 10 hingga 20 posisi, meski jumlah pelamar yang masuk bisa jauh lebih banyak.
Harapan dan Persiapan untuk Lulusan ITB
Intan menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari ekosistem persiapan lulusan ITB sebelum memasuki dunia kerja. Sebelumnya, para calon wisudawan telah mendapat pembekalan sejak awal pekan.
“Harapannya ketika datang ke career fair ini mereka sudah siap, baik dari CV, cara wawancara, sampai mentalnya. Jadi setelah wisuda minggu depan, mudah-mudahan sudah ada yang langsung diterima kerja,” katanya.











