"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Bisnis  

OJK Cirebon tingkatkan literasi keuangan syariah di komunitas



CIREBON – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah dengan mengambil langkah-langkah strategis yang bertujuan untuk menciptakan pemahaman yang merata di kalangan masyarakat. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah dengan menyasar langsung komunitas masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan masjid sebagai pusat edukasi.

Langkah ini dinilai efektif dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pengelolaan keuangan secara lebih baik, sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga. Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa literasi keuangan syariah memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap pengelolaan keuangan akan mendorong masyarakat lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial, serta memanfaatkan produk keuangan secara optimal.

“Literasi bukan sekadar mengetahui, tetapi bagaimana masyarakat mampu mengelola keuangan secara bertanggung jawab dan terhindar dari risiko,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Agus menjelaskan bahwa saat ini masih ada kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. Banyak masyarakat yang telah mengenal produk keuangan, namun belum sepenuhnya memahami cara penggunaannya secara tepat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko, termasuk kerentanan terhadap penipuan keuangan.

Untuk itu, edukasi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pengenalan produk dan layanan keuangan syariah, tetapi juga mencakup pengelolaan keuangan rumah tangga serta peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan finansial.

“Seiring perkembangan teknologi, bentuk penipuan semakin kompleks dan kerap menyasar kelompok masyarakat dengan tingkat literasi rendah,” kata Agus.

Pendekatan berbasis masjid dipilih karena dinilai efektif menjangkau masyarakat secara langsung. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial yang memiliki kedekatan dengan warga. Dengan demikian, penyebaran informasi keuangan dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.

Selain itu, kelompok ibu rumah tangga menjadi salah satu target utama dalam program ini. Peran mereka dalam mengatur keuangan keluarga dianggap strategis dalam menciptakan stabilitas ekonomi di tingkat rumah tangga.

“Dengan peningkatan literasi, diharapkan mereka dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan pemahaman keuangan kepada lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Selain itu, OJK juga menekankan pentingnya penggunaan layanan keuangan yang resmi dan diawasi. Masyarakat diimbau untuk memastikan legalitas lembaga keuangan sebelum menggunakan produk atau layanan, guna menghindari praktik ilegal yang merugikan.

Di wilayah Ciayumajakuning, potensi pengembangan keuangan syariah dinilai cukup besar, terutama dengan basis masyarakat yang memiliki kedekatan dengan nilai-nilai ekonomi syariah. Namun, tanpa didukung literasi yang memadai, potensi tersebut dinilai belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Melalui program edukasi berkelanjutan, OJK Cirebon menargetkan terciptanya masyarakat yang tidak hanya melek keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan produktif,” katanya.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *