Penampilan Sienna Ameerah Kasyafani yang Tidak Mengenakan Hijab Menjadi Sorotan
Anak dari Marshanda dan Ben Kasyafani, Sienna Ameerah Kasyafani kembali menjadi perbincangan setelah penampilannya yang tidak mengenakan hijab. Sebelumnya, Sienna dikenal sebagai salah satu anak artis yang sudah berhijab sejak usia muda. Namun, keputusan untuk melepas hijabnya kini menimbulkan reaksi dari warganet.
Beberapa orang menilai bahwa Marshanda ikut bertanggung jawab atas keputusan putrinya tersebut. Hal ini membuat Marshanda mendapatkan banyak kritikan. Namun, mantan suami Marshanda, Ben Kasyafani akhirnya memberikan pernyataan terkait hal ini.
Pendekatan Orang Tua dalam Mendidik Anak
Ben Kasyafani menyampaikan bahwa dirinya dan Marshanda masih belajar sebagai orang tua dalam mendampingi Sienna. Ia menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan bukan hanya sekadar memberi izin, melainkan melalui diskusi panjang dan saling memahami.
“Yang namanya orang tua, kita sebagai orang tua yang belajar untuk menjadi orang tua yang lebih saleh lagi, yang lebih salehah lagi kan juga harapannya pasti sesuai dengan yang dicari. Tapi namanya anak, kan kita juga harus, apa ya namanya ya, bernegosiasilah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa proses pendidikan anak tidak bisa dilakukan secara instan. “Bukan mengizinkan kali ya, apa istilahnya. Kalau mengizinkan kan namanya sebagai muslim, mungkin yang belajar lebih dalam lagi kita tahulah. Kita enggak perlu share karena banyak yang lebih, tapi lebih menerima, membolehkan juga enggak tepat. Kita berdiskusi terus, terus kita berdiskusi, mendengarkan, bercerita, tapi sambil menyampaikan juga value-value yang orang tua punya.”
Perubahan Zaman dan Peran Orang Tua
Ben juga menyentuh tentang perubahan zaman yang memengaruhi cara orang tua bersikap. Ia mengatakan bahwa kadang-kadang orang tua harus memutuskan apakah ingin menjadi figur otoritas atau sahabat bagi anak.
“Tapi kan sekarang zamannya sudah berubah, bukan bermaksud menjadi orang tua yang lebih lemah dan sepertinya bukan. Tapi kadang-kadang ada usia di mana kita harus memutuskan mau jadi orang tua atau mau jadi sahabatnya,” lanjutnya.
Menurut Ben, penting untuk tidak membuat anak merasa tertekan hingga akhirnya tidak mau lagi bercerita kepada orang tua. “Kadang-kadang kita menjadi sahabat orang tuanya, terus dia kuatin aja, kita rasa tertekan, terus akhirnya dia tidak mau bercerita lagi.”
Pernyataan Marshanda
Sebelumnya, Marshanda telah menanggapi keputusan Sienna dengan santai. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mendukung pilihan yang sesat, tetapi mendukung Sienna sedang belajar mengenal diri sendiri.
“Ia tidak mendukung pilihan untuk menjadi sesat. Yang saya dukung adalah belajar mengenal diri melalui proses yang jujur. Kalau jalan-Nya Sienna pakai hijab lagi atau tidak, itu diluar pengaruh dan kuasa saya,” katanya.
Marshanda juga menyampaikan bahwa keputusan Sienna merupakan bagian dari perjalanan hidup yang akan dihadapi oleh putrinya. Ia menghormati keputusan Sienna dan menekankan hak asasi manusia.
“Sebagai orang tua, tugas kita adalah menjadi versi terbaik diri, melahirkan anak kita yang secara alaminya akan ‘sehat’ jika ia mengambil keputusan hidup bukan karena mencontoh siapapun tanpa mengimaninya dengan segenap hati. Sebagai orangtua, jangan sampai anakku Sienna ambil jalan hidup hanya untuk menyenangkan Ibunya atau Ayahnya.”
Respons Warganet
Unggahan Marshanda mendapat beragam respons dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan dan doa untuk Marshanda dan Sienna.
“Respect, mamanya hebat. Btw, good luck on your life journey, Sienna.”
“Cha. Kamu ibu yg hebat. Aku bisa ngomong gini karna aku ibu anak gadis.”
“Sienna aku pernah di posisi kamu. Dan sekarang aku memutuskan untuk kembali lagi, bahkan dengan versi yang jauh dari sebelum aku mengenal hijab. Semangat sienna sayang hanya Allah yang memberi kita hidaya dan taufiq, maka mintalah itu kepada Allah…”
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











