"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Bisnis  

Kopdes Merah Putih Menyebar: Dari Banjarmasin ke Papua



JAKARTA – Program Koperasi Desa Kelurahan (Kopdes) Merah Putih terus menunjukkan pertumbuhan yang positif di berbagai wilayah Indonesia. Mulai dari Banjarmasin di Kalimantan Selatan, Mimika di Papua Tengah, hingga Demak di Jawa Tengah, program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan ekonomi dan membangun fondasi perekonomian yang kuat dari tingkat desa.

Perkembangan di Banjarmasin

Di Banjarmasin, Wali Kota H Muhammad Yamin HR bersama Dandim 1007/Banjarmasin Letkol Czi Slamet Riyadi melakukan pemantauan langsung terhadap dua Kopdes Merah Putih yang sedang dalam proses pembangunan. Proyek tersebut berada di Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan, dan Kelurahan Pemurus Luar, Banjarmasin Timur. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa struktur tiang-tiang beton di kedua lokasi tersebut sudah mulai berdiri.

Yamin menyampaikan bahwa Kopdes Merah Putih hadir sebagai motor penggerak pemerataan ekonomi. Ia juga menegaskan bahwa program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan TNI untuk memperkuat ketahanan ekonomi berbasis kerakyatan. Ia mengimbau agar pengerjaan proyek dapat segera dilakukan dengan memperhatikan kualitas bangunan agar bisa bertahan dalam jangka panjang.

Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan Kopdes Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai unit simpan pinjam, tetapi juga sebagai pusat distribusi bahan pokok murah dan wadah pemasaran produk unggulan warga. Pembangunan proyek ini ditargetkan merata pada 52 kelurahan di seluruh kota.

Di Kabupaten Mimika, Papua Tengah

Di ujung timur Indonesia, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Mimika menyatakan optimisme terhadap perkembangan Kopdes Merah Putih. Salah satu koperasi yang akan diresmikan adalah Kopdes Merah Putih Kampung Atuka, yang akan diresmikan oleh Menteri Koperasi pada 9 April 2026.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika Samuel Yogi menjelaskan bahwa kehadiran koperasi di Kampung Atuka diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat setempat maupun wilayah pesisir Mimika secara luas. Pembangunan koperasi ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional.

Kabupaten Mimika telah membentuk 152 Kopdes Merah Putih yang tersebar di 152 kampung dan 18 distrik. Seluruh koperasi tersebut telah memiliki badan hukum berupa akta notaris dan kepengurusan. Saat ini, mereka hanya menunggu kucuran anggaran dari pemerintah pusat untuk pengelolaannya. Selain itu, Kementerian Koperasi juga akan membangun tujuh unit Kopdes Merah Putih di Kota Timika pada tahun ini.

Di Kabupaten Demak, Jawa Tengah

Di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, kemajuan Kopdes Merah Putih juga terlihat nyata. Sebanyak 33 desa telah menyelesaikan pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih dan kini tinggal menunggu pengisian sarana dan prasarana pendukung operasional dari PT Agrinas.

Komandan Kodim 0716/Demak Letkol Arm Donny Romansah menjelaskan bahwa total Kopdes Merah Putih yang dibangun di Kabupaten Demak tercatat di 161 titik dari total 249 desa dan kelurahan yang ada. Namun, beberapa desa masih menghadapi kendala ketersediaan lahan karena adanya aturan yang melarang penggunaan lahan berstatus Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Donny menyampaikan bahwa permasalahan ini sudah disampaikan kepada PT Agrinas dan komando terkait. Pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mencari solusi, termasuk kemungkinan pemanfaatan lahan milik pemerintah desa, BUMN, BUMD, maupun kementerian dan lembaga.

Perkembangan Kopdes Merah Putih di berbagai daerah ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan dari tingkat paling bawah, dari desa dan kelurahan, sebagai bagian dari visi besar mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *