Festival Mudik Balon Udara di Wonosobo Berlangsung Meriah
Festival Mudik Balon Udara yang digelar di Alun-alun Wonosobo, Minggu (29/3/2026), berlangsung dengan meriah dan menarik perhatian banyak pengunjung. Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat dan wisatawan untuk menyaksikan tradisi unik yang kini berkembang menjadi daya tarik pariwisata.
Sejak dini hari, kawasan kota Wonosobo sudah dipadati oleh pengunjung dari berbagai daerah. Antusiasme masyarakat terlihat dari kerumunan yang semakin padat seiring waktu. Bahkan, beberapa pengunjung sudah tiba sejak pukul 02.00 WIB untuk mendapatkan posisi terbaik dalam menyaksikan festival ini.
Selama acara berlangsung, sebanyak 45 balon udara diterbangkan. Balon-balon tersebut menampilkan beragam motif dan warna yang mencolok, menciptakan pemandangan yang menarik di langit Wonosobo pada pagi hari. Suasana semakin ramai saat balon mulai diterbangkan dengan sistem tambat, sehingga tetap terkendali dan aman untuk disaksikan.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari tradisi yang kini berkembang menjadi penggerak ekonomi dan pariwisata daerah. Menurutnya, festival ini tidak hanya sekadar kegiatan budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
“Ini adalah dari tradisi. Kemudian berkembang menjadi penguatan ekonomi. Kemudian memperkuat pariwisata di Kabupaten Wonosobo,” ujarnya. Ia juga menyebut peningkatan jumlah titik pelaksanaan festival menjadi bukti tingginya minat masyarakat. Tahun ini, festival dilaksanakan di 23 titik dan semua meriah.
Menurut Bupati, festival balon udara kini telah menjadi ikon budaya sekaligus daya tarik wisata utama di Wonosobo. Ia mengatakan bahwa dampak ekonomi dari festival ini sangat signifikan. Perputaran uang dalam festival ini berpotensi mencapai miliaran rupiah.
“Kalau melihat seperti ini, ini berapa ribu orang, pasti kalau dihitung ya miliaran rupiah, nanti kita lihat datanya dulu,” katanya.
Selain itu, destinasi wisata di berbagai titik di Wonosobo juga dilaporkan penuh oleh wisatawan selama festival berlangsung. Pemerintah daerah terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk tidak lagi menerbangkan balon udara secara bebas. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan, terutama terkait lalu lintas udara.
“Kita kepingin di Kabupaten Wonosobo, zero balon udara yang dilepas bebas oleh masyarakat,” tegas Afif. Festival ini menjadi solusi dengan menyediakan ruang bagi masyarakat untuk tetap melestarikan tradisi, namun dengan cara yang lebih aman melalui sistem tambat.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi dan keselamatan penerbangan. “Kalau balon itu lepas masuk ke mesin pesawat, itu membahayakan,” ujarnya. Ia menambahkan, sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat memahami risiko balon udara liar.
“Kita tetap menjaga tradisional kita tetapi tidak mengabaikan keselamatan,” katanya.
Selain menjadi atraksi budaya, festival ini juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). AirNav Indonesia menyatakan dukungannya terhadap pengembangan ekonomi lokal melalui kegiatan ini.
“Kita support sekali untuk perekonomian ke depan, UMKM di Wonosobo,” ujar Avirianto.
Tusini, pengunjung asal Kebumen, mengaku datang bersama keluarga sejak subuh demi menyaksikan festival ini. “Perasaan senang pasti ya, dari jam 4 berangkat sama keluarga, ekspektasi sesuai, balonnya indah,” ujarnya. Ia menilai pengalaman yang didapat sebanding dengan usaha yang dilakukan untuk datang lebih awal. Bahkan, ia berencana kembali menyaksikan festival serupa di tahun mendatang.
“Tahun depan lihat lagi,” katanya singkat.
Tidak hanya wisatawan domestik, festival ini juga menarik perhatian turis asing. Anna, wisatawan asal Belanda, mengaku terkesan dengan keunikan dan keindahan balon udara tradisional Wonosobo. “Terkait dengan festival ini sangat spesial, sangat cantik,” ujarnya dalam bahasa Inggris. Menurut Anna, festival seperti ini tidak ditemukan di negaranya. Ia mengaku terpukau warna-warni balon yang memenuhi langit sebagai daya tarik utama.
“Di negara saya tidak ada, ini sangat penuh warna,” katanya. Ia juga mengaku belum mengetahui secara detail proses pembuatan balon tradisional tersebut, namun tetap menikmati pengalaman yang ada.
“Saya tidak tahu proses pembuatan balon tradisional ini tapi tetap indah, saya di sini dua hari,” ucapnya.











