"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Bisnis  

Hendrik Irawan Viral Usai Umumkan Insentif Rp6 Juta dari Program MBG

Kehidupan Hendrik Irawan dan Kontroversi di Balik Video Viralnya

Hendrik Irawan kini menjadi sorotan publik setelah unggahannya berjoget sambil memamerkan penghasilan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyebar di media sosial. Aksi tersebut memicu perdebatan yang cukup hangat di kalangan masyarakat, terutama karena isi video yang ia bagikan.

Penghasilan yang Menghebohkan

Dalam video yang ia unggah, Hendrik mengklaim bahwa dirinya mendapatkan insentif hingga Rp6 juta per hari dari program MBG. Ia juga menyebut bahwa aksi jogetnya itu merupakan bentuk kegembiraan atas pendapatan yang diterimanya. Namun, klaim ini langsung menuai berbagai reaksi dari warganet, baik dukungan maupun kritik tajam.

Beberapa netizen menilai bahwa aksi Hendrik tidak sesuai dengan situasi saat ini, terutama mengingat maraknya kontroversi seputar program MBG. Tidak sedikit yang merasa bahwa Hendrik tidak memiliki empati terhadap isu-isu yang muncul dalam program tersebut.

Penjelasan dari Hendrik Irawan

Setelah video tersebut viral, Hendrik Irawan memberikan klarifikasi melalui video terbarunya. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial telah dipelintir dan tidak mencerminkan fakta sebenarnya. Menurutnya, narasi yang dibangun oleh publik tidak sesuai dengan realitas yang terjadi.

Ia juga menjelaskan bahwa insentif Rp6 juta per hari yang ia sebutkan sudah sesuai dengan ketentuan dalam petunjuk teknis (juknis) program MBG. Setiap mitra program memang memiliki hak untuk menerima insentif sesuai aturan yang berlaku.

Namun, ia sangat menyayangkan adanya tudingan bahwa dirinya bersikap tidak pantas saat menerima insentif tersebut. Menurut Hendrik, konten yang beredar justru sengaja digunakan untuk memicu opini negatif dari masyarakat luas. Ia berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

Dapur MBG dan Aktivitasnya

Hendrik Irawan adalah mitra dari program MBG. Ia memiliki dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pangauban, Kampung Cibodas, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Selain SPPG Pangauban, ia juga mengaku tengah membangun SPPG lainnya.

Melalui media sosialnya, Hendrik aktif membagikan kegiatannya terkait MBG, sehingga ia dikenal dengan nama panggilan “Hendrik MBG”. Ia mengklaim bahwa penyediaan MBG di dapur miliknya berbeda dengan yang lain karena lebih ketat dalam memperhitungkan gizi.

Pada acara syukuran yang ia gelar, Hendrik bahkan berhasil mendatangkan Chef King Abdi dan Ivan Gunawan untuk menyukseskan acaranya tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ia memiliki koneksi dan pengaruh yang cukup besar di kalangan selebritas.

Laporan ke Polres Cimahi

Setelah videonya viral dan tak terima diunggah tanpa izin hingga dicaci maki warganet, Hendrik melaporkan dua akun media sosial ke Polres Cimahi. Ia menilai bahwa aksi dua akun tersebut telah melanggar hukum.

Menurut Hendrik, dua akun tersebut mengunggah ulang videonya tanpa izin dan melakukan penyebaran informasi yang tidak benar. Ia mengadukan kedua akun tersebut berdasarkan UU ITE No 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan 45 dengan ancaman penjara hingga 2 tahun dan denda hingga Rp400 juta. Selain itu, ia juga menggunakan KUHF baru UU 1/2023 Pasal 433 dengan ancaman pidana hingga 4 tahun.




Gusun Fawaida

Gusun Fawaida merupakan seorang Penulis yang fokus pada isu lingkungan kerja, produktivitas, dan human interest. Ia senang mengamati perilaku manusia, membaca buku self-improvement, dan minum kopi sambil menulis ide. Motto: “Tulislah untuk memberi dampak.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *