Kesiapan BPBD Musi Rawas Selama Libur Lebaran 2026
Meski libur lebaran 2026, Badan Penanggulangan Bencana dan Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas tetap menjaga kesiapan 24 jam. Baik personil maupun peralatan yang dimiliki oleh BPBD tetap siaga untuk menghadapi berbagai kemungkinan kejadian darurat.
Untuk memastikan keselamatan para wisatawan yang datang ke daerah tersebut, BPBD Musi Rawas juga menempatkan personil dan perahu karet di objek wisata Danau Aur. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi bencana atau kecelakaan yang bisa terjadi selama masa liburan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Musi Rawas, H A Darsan, menjelaskan bahwa posko induk akan tetap beroperasi selama 24 jam selama libur lebaran. Tujuannya adalah untuk merespons laporan masyarakat terkait adanya peristiwa bencana.
“Personil dan peralatan kita tetap siaga di posko induk, walaupun libur lebaran,” ujar Darsan.
Dari pengamatan Darsan, kondisi cuaca saat ini tidak menentu dan sering turun hujan lebat disertai angin kencang. Hal ini meningkatkan potensi terjadinya bencana seperti banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, status Musi Rawas saat ini adalah siaga banjir dan tanah longsor.
“Kalau melihat cuaca sekarang, mungkin saja terjadi. Tapi harapan kita mudah-mudahan Musi Rawas tetap aman,” tambahnya.
Selain itu, BPBD Musi Rawas juga mensiagakan personil dan perahu karet di objek wisata air, yaitu Danau Aur di Kecamatan Sumber Harta. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengunjung.
Danau Aur dipastikan menjadi salah satu objek wisata yang bakal ramai dikunjungi saat libur lebaran. Pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan bahwa Danau Aur biasanya menjadi tujuan bagi masyarakat untuk mengisi libur lebaran.
“Pengalaman tahun sebelumnya, Danau Aur biasanya akan menjadi tujuan bagi masyarakat untuk mengisi libur lebaran, jadi kita siapkan personil dan juga perahu,” ujar Darsan.
Banyak pengunjung yang datang ke Danau Aur tidak hanya sekadar menikmati keindahannya, tetapi juga mengelilingi danau menggunakan perahu apung. Biasanya, pengunjung menggunakan perahu apung besar maupun kecil untuk berkeliling danau.
“Biasanya pengunjung ini, banyak yang mengeliling Danau Aur dengan menggunakan perahu apung besar maupun perahu apung kecil,” kata Darsan.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, BPBD Musi Rawas akan menempatkan personil dan perahu karet di Danau Aur selama libur lebaran. Hal ini dilakukan agar pengunjung merasa aman saat menggunakan perahu apung.
“Agar pengunjung merasa aman saat mengeliling Danau Aur menggunakan perahu apung, kami siapkan personil di Danau Aur dan juga perahu karet,” ujar Darsan.
Ditambahkan Darsan, nantinya para personil BPBD Musi Rawas akan melakukan patroli rutin di jalur yang sering dikelilingi pengunjung. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan pengunjung saat berkunjung ke Danau Aur.
“Jadi selain siaga di pinggiran danau, personil ini juga akan rutin melakukan patroli di Danau Aur. Tujuannya, selain memberikan rasa aman bagi pengunjung, juga untuk memastikan keselamatan pengunjung,” tegas Darsan.
Lebih lanjut Darsan menjelaskan, BPBD Musi Rawas juga telah menginstruksikan kepada seluruh pemilik kapal apung untuk menyiapkan rompi pelampung bagi pengunjung. Meskipun hal ini sudah menjadi standar operasional (SOP), Darsan tetap mengingatkan pemilik kapal untuk memastikan persediaan rompi pelampung tersedia.
“Itu sebenarnya sudah SOP nya, tapi kami akan terus mengingatkan kepada pemilik kapal, agar menyiapkan rompi pelampung bagi pengunjung,” ucap Darsan.
Terlepas dari itu, Darsan juga mengimbau kepada para pemilik kapal untuk tidak membawa penumpang berlebihan yang bisa membahayakan keselamatan pengunjung.
“Terkahir, jangan bawa penumpang yang berlebihan, bawalah secukupnya sesuai kapasitas kapal. Karena kalau dipaksakan, dikhawatirkan terjadi hal yang tak diinginkan,” tutup Darsan.











