"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Sports  

Mengapa Seo Mi Rae Pilih Backstreet di Boyfriend on Demand?

Alasan Seo Mi Rae Memilih Merahasiakan Hubungannya dengan Park Kyeong Nam

Setelah sebelumnya menjalani hubungan romansa dengan berbagai pria virtual melalui aplikasi kencan berbayar, Seo Mi Rae akhirnya membuka hati pada Park Kyeong Nam dalam drama Korea Boyfriend on Demand. Keduanya bekerja di perusahaan yang sama, Naemo, sebagai produser webtoon. Meskipun memiliki sifat yang sama-sama cemburuan seperti Park Kyeong Nam, Seo Mi Rae memutuskan untuk merahasiakan hubungan mereka dari bos dan rekan kerjanya. Mengapa ia memilih untuk menyembunyikan hubungan tersebut? Berikut beberapa kemungkinan alasan yang muncul.

1. Seo Mi Rae Pernah Menyatakan Tidak Mendukung Romansa Sekantor

Seo Mi Rae sering mengatakan bahwa pacaran dengan rekan kerja adalah hal yang merepotkan. Ia terlihat antipati terhadap hubungan asmara di lingkungan kantor. Bayangkan betapa campur aduk perasaannya ketika justru ia sendiri yang menjalin asmara dengan rekan kerjanya, padahal dulu ia yang paling menentang.

Ia juga khawatir akan digoda oleh rekan-rekan setim dan teman-temannya jika hubungannya dengan Park Kyeong Nam diketahui. Selama ini, ia dikenal tidak akur dengan pria itu dan bahkan menganggapnya sebagai rival. Terlebih, ia pernah menyebutkan keheranan karena ada junior di timnya yang jatuh hati pada Park Kyeong Nam.

2. Trauma dari Hubungan Masa Lalu

Sebelum bertemu Park Kyeong Nam, Seo Mi Rae pernah menjalin hubungan dengan Kim Se June. Keduanya pacaran sejak kuliah dan dikenal sebagai pasangan kampus oleh teman-teman mereka. Namun, hubungan ini berakhir kandas. Tiga tahun setelah putus, Seo Mi Rae masih melajang karena luka batin akibat hubungan itu. Sementara Kim Se June akan menikah dengan salah satu teman kuliah mereka dulu.

Kandasnya hubungan dengan cinta pertamanya meninggalkan trauma mendalam bagi Seo Mi Rae. Terlebih keduanya dulu tidak menutupi hubungan mereka di kalangan teman seangkatan, sehingga saat putus, banyak orang tahu. Mereka jadi tidak menghadiri reuni dalam waktu yang sama karena canggung dan menimbulkan perasaan tak nyaman di kalangan teman-teman.

Seo Mi Rae khawatir jika ia dan Park Kyeong Nam go public di kalangan rekan sekantor akan menimbulkan perasaan tak nyaman. Apalagi ia juga overthinking, jika putus, maka dirinya dan Park Kyeong Nam akan sulit bekerja bersama di satu perusahaan. Selain itu, rekan-rekan mereka juga akan canggung dan sulit mengambil sikap.

3. Belum Yakin tentang Hubungan Baru

Butuh waktu lama bagi Seo Mi Rae untuk akhirnya mau mulai menjalin hubungan asmara dengan Park Kyeong Nam. Meski sebetulnya sudah lama ia membalas perasaan cinta pria itu, tetap sulit baginya untuk memulai hubungan baru dan kembali pacaran mengingat romansanya dulu berakhir kandas.

Seo Mi Rae takut hubungan yang dimulai dengan bahagia akan berakhir karam. Ia masih terluka akibat momen putusnya dengan sang mantan. Dulu mereka saling cinta, tapi suatu hari hubungan itu merenggang padahal ia sudah berjuang dan menunjukkan effort untuk mempertahankannya.

Ketakutannya semakin muncul karena Park Kyeong Nam pernah bilang sulit untuk konsisten tetap menyukai satu hal dalam waktu lama. Seo Mi Rae jadi tambah takut Park Kyeong Nam dan perasaan pria itu padanya akan berubah di masa depan. Ia takut hubungannya akan kembali kandas seperti dulu.

Di awal masa pacaran mereka, Seo Mi Rae memutuskan untuk backstreet sehingga orang kantor tak tahu hubungannya dengan Park Kyeong Nam. Alasan utamanya memilih merahasiakan adalah pengalaman buruknya di masa lalu setelah putus dari cinta pertamanya. Meski begitu, di ending Boyfriend on Demand, sebetulnya Seo Mi Rae mulai berubah pikiran dengan go public meski rekan-rekan kantornya tak percaya.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *