"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Budaya  

Jaga Lisan dan Jari Saat Ramadan! Ulama Ingatkan Netizen Bijak Berkomentar di Medsos

Ramadan: Madrasah untuk Pengendalian Diri di Dunia Nyata dan Maya

Ramadan tidak hanya menjadi bulan untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momen penting dalam melatih pengendalian diri secara holistik. Hal ini mencakup interaksi di dunia nyata maupun dunia maya. Pemahaman ini menjadi inti dari kultum yang disampaikan oleh Dr. H. Syamsu Madyan, Lc., MA., dosen tetap Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang (Unisma), melalui kanal YouTube Humas Unisma Official, pada Jumat (13/3/2026). Kultum dengan tema “Puasa dan Media Sosial, Menjaga Jari, Mata, dan Hati” membuka wawasan baru tentang makna puasa yang sesungguhnya.

Esensi Puasa: Pengendalian Diri

Syamsu Madyan menekankan bahwa esensi puasa terletak pada pengendalian diri, terutama dalam menjaga lisan dan perbuatan. Ia mengatakan bahwa pengendalian di dalam hati tidak selalu terlihat, namun yang paling jelas adalah tindakan luar, termasuk ucapan.

“Memang di bulan puasa ini yang paling utama adalah lisan, pengendalian diri. Kalau pengendalian di dalam hati itu enggak kelihatan. Yang kelihatan adalah yang di luar. Yang keluar,” ujar Syamsu.

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu hikmah nafas orang berpuasa adalah sebagai pengingat untuk lebih banyak diam. “Sesuatu yang paling luar dari diri kita itu cerminannya adalah lisan. Salah satu hikmah kenapa orang puasa itu dibuat nafasnya bau oleh Allah Subhanahu wa ta’ala adalah karena memang disuruh diam.”

Mengelola Media Sosial Selama Ramadan

Dalam konteks modern, konsep ‘ngobrol’ atau berbicara telah berevolusi. Syamsu menyoroti bahwa sekarang ini, berbicara tidak hanya melalui lisan, tetapi juga melalui jari-jari di media sosial. Ia memberikan strategi pragmatis untuk mengelola media sosial selama Ramadan.

Pertama, persiapan sebelum Ramadan sangat penting. “Jadi di bulan-bulan lalu kamu sudah mulai dislike-dislike konten-konten yang sekiranya membawa madarat, membawa membuat dirimu dosa. Itu satu ya. Sehingga yang menjadi FYP-mu adalah katakanlah konten-konten dakwah, ngaji, begitu lah,” saran Syamsu.

Untuk yang belum mempersiapkan, langkah yang bisa diambil adalah mengurangi intensitas penggunaan secara drastis. “Kalau sudah terlanjur ini sudah di bulan Ramadan ya sudah kurangi. Jangan waktu dihabis-habiskan dengan sosmat atau dengan HP,” tegasnya.

Komitmen untuk Berubah

Syamsu juga mendorong masyarakat untuk mengambil tindakan nyata, seperti menonaktifkan sementara grup percakapan yang tidak penting atau sepakat mengalihkan obrolan ke konten positif seperti khataman selama Ramadan. “Ini penting ya komitmen untuk kalau yang grup-grup begitu ya penting untuk menyengaja. Menyengaja itu adalah berniat untuk bersama-sama mengendalikan diri,” paparnya.

Memanfaatkan Waktu Mustajab

Lebih lanjut, Syamsu mengingatkan agar tidak menyia-nyiakan waktu-waktu mustajab, seperti saat sahur. “Waktu sahur itu bukan waktu untuk manusia. Ibaratnya ya kita makan secukupnya kemudian segera bermunajat. Itu sayang sekali ya. Waktu emas itu golden times untuk kita berdua-duaan dengan Allah Subhanahu wa ta’ala,” jelasnya.

Teknologi sebagai Alat yang Bisa Diatur

Akhirnya, Syamsu mengajak masyarakat untuk bijak dan menjadi subjek yang mengendalikan teknologi, bukan sebaliknya. “Untuk masyarakat yang menonton untuk bijaksana di dalam penggunaan HP-nya, gadgetnya, alangkah bagus jika alat-alat ini seperti pisau bisa dipakai memotong tempe, wortel, bisa juga untuk membunuh kan gitu tergantung orangnya,” tuturnya.

Dengan adanya hal ini, diharapkan media sosial justru dapat dikendalikan untuk menjadi sarana ibadah dan kebaikan.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *