"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Budaya  

Alifia Tertarik, 25 Grup Meriahkan Festival Tongtek Ramadan Piala Bupati Jepara 2026: Kali Ini Berbeda

Festival Tongtek Ramadan Piala Bupati Jepara 2026 Menarik Ribuan Warga

Ribuan warga Jepara memadati Alun-alun Jepara 1 dalam perayaan Festival Tongtek Ramadan Piala Bupati Jepara 2026, pada Jumat (13/3/2026) malam. Acara ini menjadi momen yang dinanti-nanti oleh masyarakat setempat dan pengunjung dari berbagai daerah.

Festival kali ini dihadiri oleh 25 peserta group tongtek yang berasal dari berbagai wilayah di Kota Ukir. Setiap group menampilkan kreativitas seni yang telah dipersiapkan dengan matang. Mereka menggabungkan alat musik kentongan dari bambu dengan berbagai alat musik tradisional maupun modern, menciptakan suara yang unik dan menarik.

Tidak hanya dari kalangan masyarakat umum, beberapa santri dari pondok pesantren juga turut serta dalam memeriahkan acara ini. Setelah tampil selama lima menit di Alun-alun Jepara, semua peserta melanjutkan kirab jalan kaki dari Alun-alun 1 Jepara menuju Jalan Kartini – Jalan Pemuda – Jalan M.H. Thamrin – Jalan Brigjen Katamso, dan akhirnya kembali ke Alun-alun 1 Jepara.

Festival berlangsung meriah selama lebih dari dua jam, dimulai pukul 20.45 WIB dan selesai pukul 23.25 WIB. Acara ini disambut antusias oleh ribuan pengunjung yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan yang penuh warna dan semangat.

Salah satu pengunjung, Alifia Erinawati (32), datang bersama keluarganya untuk menyaksikan festival tongtek. Dia dan keluarganya tiba di Alun-alun Jepara setelah Salat Isya dan Tarawih Berjamaah. Saat tiba, Alifia terkejut karena Alun-alun sudah sangat ramai.

Dia pun segera membawa keluarganya melewati kerumunan untuk mendapatkan tempat depan. Bagi Alifia, menyaksikan langsung festival tongtek merupakan pengalaman baru baginya. Dia mengaku terkesan dengan keramaian festival, baik dari segi atraksi peserta maupun pengunjung yang hadir.

“Biasanya tidak seramai ini, biasanya hanya di kampung-kampung. Kebetulan dapat kabar bahwa tahun ini digelar serentak oleh pemerintah. Dan benar-benar ramai, penampilannya bagus dan keren,” ujarnya.

Setiap atraksi yang ditampilkan oleh para peserta terekam dan didokumentasikan melalui gadget masing-masing pengunjung. Hal ini menjadikan festival ini sebagai momen yang bisa dinikmati secara luas.

Tujuan Festival Tongtek

Festival ini sebelumnya digelar rutin setiap tahun oleh remaja masjid Kelurahan Panggang, Kecamatan Kota Jepara. Namun, tahun ini festival tongtek diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten Jepara dan digelar lebih meriah, dengan melibatkan 25 group tongtek pilihan di Kota Ukir.

Menurut Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, atau dikenal dengan Gus Hajar, festival ini bertujuan sebagai sarana hiburan dalam rangka memperkuat tradisi dan kearifan lokal masyarakat Jepara. Ia menjelaskan bahwa festival ini menjadi panggung kreativitas bagi generasi muda untuk menampilkan seni musik tradisional tongtek dalam suasana Ramadan yang penuh suka cita dan kegembiraan.

Selain itu, festival ini juga menjadi momentum kebersamaan masyarakat Jepara dalam menghidupkan malam Ramadan. Pemerintah Kabupaten Jepara ingin menguatkan tradisi tongtek yang sejak dulu hidup dan berkembang di tengah warga Jepara melalui festival yang meriah setiap tahunnya.

Tradisi ini bertujuan untuk membangunkan masyarakat muslim di waktu sahur, yang kemudian diubah menjadi sebuah festival. Malam ini, masyarakat dapat berkumpul dalam suasana penuh keberkahan di bulan suci Ramadan, bersama-sama mengikuti Festival Tongtek Piala Bupati Jepara Tahun 2026.

Harapan Pemerintah Kabupaten Jepara

Gus Hajar menegaskan bahwa festival tongtek ini dirancang agar dapat terselenggara setiap tahunnya. Melalui festival ini, dia berharap dapat memberikan ruang positif untuk mewadahi kreativitas generasi muda Jepara, sehingga tradisi tongtek tetap lestari.

Acara ini digelar dengan nuansa gembira, tertib, aman, dan menghibur. Sebagai wakil bupati, Gus Hajar mengajak seluruh peserta untuk menampilkan penampilan terbaiknya, mulai dari kreativitas musik, kekompakan tim, hingga keindahan koreografi yang dipadukan dengan seni tari.

Pemerintah Kabupaten Jepara berharap, melalui festival ini, tradisi dan budaya lokal dapat terus berkembang secara positif. Selain itu, festival ini juga menjadi bukti bahwa generasi muda Jepara adalah generasi yang religius, kreatif, sportif, dan berbudaya.

“Mari jadikan kegiatan ini sebagai ajang positif untuk menguatkan kearifan lokal yang religius di tengah masyarakat. Menang kalah itu hal biasa untuk menghibur masyarakat,” ujar dia.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *