Kolaborasi PT Citicon Nusantara Industries dengan Bapas Kelas I Surabaya
PT Citicon Nusantara Industries melakukan kolaborasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surabaya dalam memberikan pelatihan keterampilan konstruksi bagi klien pemasyarakatan yang akan kembali ke masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, terutama bagi warga binaan yang telah menyelesaikan masa pembinaan dan memasuki fase reintegrasi sosial.
Direktur PT Citicon Nusantara Industries, Cipto Prabowo Atmojo, menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya berperan sebagai produsen bahan bangunan, tetapi juga sebagai pelopor edukasi konstruksi di Indonesia. Edukasi ini dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial digital hingga pelatihan tatap muka dengan metode pembelajaran aplikatif.
Pelatihan Pertukangan Dasar
Pelatihan pertukangan dasar ini merupakan bagian dari program edukasi berkelanjutan perusahaan dalam mendorong terciptanya ekosistem konstruksi yang lebih berkualitas dan inklusif. Dengan pelatihan ini, para peserta diharapkan memiliki kompetensi teknis yang dapat menjadi modal kemandirian ekonomi, baik dalam jalur wirausaha maupun penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi.
Kolaborasi antara PT Citicon Nusantara Industries dan Bapas Kelas I Surabaya ditandai dengan penandatanganan kerja sama pelatihan pertukangan dasar pada Selasa (3/3/2026). Selain penguatan aspek sosial, Citicon juga terus mendorong inovasi produk guna menjawab kebutuhan pasar konstruksi yang semakin menuntut efisiensi dan ketahanan struktur.
Dorong Inovasi Produk Konstruksi
Cipto Prabowo Atmojo menyebutkan bahwa Bata Ringan Citicon saat ini berada pada kelas BAA-4 dan memiliki keunggulan dari sisi kuat tekan dibandingkan produk sejenis di kelasnya. Produk tersebut telah mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), Green Label, serta meraih penghargaan Top Brand selama 12 tahun berturut-turut.
Terbaru, Bata Ringan Citicon memperoleh sertifikat material dinding tahan gempa. Sertifikasi ini dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional, terutama dalam konteks mitigasi risiko bencana dan penguatan standar keselamatan bangunan di wilayah rawan gempa.
Sementara itu, Panel Lantai Citicon diposisikan sebagai solusi substitusi dak cor beton konvensional. Produk ini disebut mendukung tren konstruksi ringan yang kini semakin diminati, baik untuk proyek pembangunan baru maupun renovasi bangunan eksisting. Dengan bobot yang lebih ringan dan proses instalasi yang relatif cepat, panel lantai pracetak tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu dan biaya konstruksi.
Tanggapan dari Kepala Bapas Kelas I Surabaya
Kepala Bapas Kelas I Surabaya, Surakhmat, A.Md.IP., S.Sos., menyampaikan bahwa program pelatihan pertukangan dari Citicon sangat membantu proses pembinaan klien Bapas. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu menumbuhkan minat belajar sekaligus mendorong klien untuk menekuni profesi pertukangan sebagai pilihan karier setelah menyelesaikan proses hukum.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan pertukangan dari Citicon. Klien kami menjadi lebih termotivasi untuk belajar dan berminat menekuni profesi pertukangan. Bahkan, tidak sedikit yang sudah menggunakan produk bata ringan Citicon karena dinilai memudahkan proses pembangunan serta memberikan hasil yang kuat dan memuaskan,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut juga semakin memacu semangat jajaran Bapas Surabaya dalam melaksanakan pembinaan. Selain menambah keahlian teknis di bidang pertukangan, pelatihan ini tetap diminati bahkan oleh klien yang sebelumnya telah berprofesi sebagai tukang.
“Meski beberapa klien sudah memiliki pengalaman sebagai tukang, mereka tetap antusias mengikuti pembelajaran dari Citicon karena materi yang diberikan bersifat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan lapangan,” tuturnya.
Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan bagi klien Bapas Surabaya. “Kami berharap kerja sama ini tetap terjalin dalam rangka pembinaan klien Bapas Surabaya, sehingga semakin banyak klien yang termotivasi untuk menjadi lebih baik, mengubah pola pikir dalam mencari pekerjaan, serta memiliki bekal keterampilan setelah menjalani masa pidana di lapas maupun rutan,” tutupnya.











