"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Bisnis  

Netflix mundur, Paramount Skydance jadi pemenang akuisisi Warner Bros



JAKARTA — Netflix Inc. mengumumkan mundurnya dari persaingan untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery Inc., yang membuka peluang bagi Paramount Skydance Corp. untuk menyelesaikan transaksi senilai US$111 miliar atas studio legendaris Hollywood tersebut.

Perusahaan layanan streaming ini menyatakan bahwa mereka yakin proposalnya dapat lolos uji regulator dan menciptakan nilai bagi pemegang saham. Namun, perusahaan memilih tidak melanjutkan kenaikan penawaran.

“Kami selalu disiplin, dan pada harga yang dibutuhkan untuk menyamai tawaran terbaru Paramount Skydance, transaksi ini tidak lagi menarik secara finansial,” ujar Netflix dalam pernyataan resmi.

Netflix menegaskan akan tetap fokus berinvestasi pada bisnis inti, termasuk menggelontorkan sekitar US$20 miliar tahun ini untuk film, serial televisi, dan konten hiburan lainnya.

Saham Netflix melonjak lebih dari 13% setelah penutupan bursa, mencerminkan respons positif investor atas keputusan tersebut. Sebaliknya, saham Warner Bros. melemah karena pasar tak lagi mengantisipasi perang penawaran. Adapun, saham Paramount relatif stabil.

Sebelumnya, Netflix meneken kesepakatan senilai US$82,7 miliar, termasuk asumsi utang, untuk mengakuisisi unit studio dan streaming Warner Bros. pada Desember 2025. Namun, serangkaian penawaran tandingan dari Paramount atas keseluruhan perusahaan membuat proses lelang tetap terbuka.

Pada Kamis malam, Warner Bros. menyatakan tawaran terbaru Paramount sebesar US$31 per saham sebagai proposal yang lebih unggul. Ketua Warner Bros. Samuel A. Di Piazza Jr. menyampaikan bahwa proses selama lebih dari lima bulan terakhir membawa kedua perusahaan semakin dekat untuk bergabung dan menghadirkan nilai tambah bagi audiens dalam jangka panjang.

Ancora Holdings Group, investor aktivis di Warner Bros., menilai keputusan Netflix untuk tidak menaikkan tawaran membuka peluang bagi pemegang saham memperoleh kas yang lebih besar serta jalur persetujuan pemerintah yang lebih jelas.

“Ini situasi saling menguntungkan bagi pemegang saham dan industri,” demikian pernyataan Ancora.

Persaingan akuisisi ini berlangsung sengit, baik di Hollywood maupun di Washington. Co-CEO Netflix Ted Sarandos dan CEO Paramount David Ellison sama-sama bertolak ke ibu kota AS pekan ini untuk bertemu dengan anggota parlemen.

Sarandos menghabiskan sekitar satu jam pada Kamis bersama pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump di Gedung Putih. Ellison menghadiri pidato kenegaraan (State of the Union) Trump pada Selasa sebagai tamu Senator Republik dari Carolina Selatan, Lindsey Graham. Graham juga terlihat berada di Gedung Putih pada Kamis (26/2/2026).

Ke depan, Paramount masih akan menghadapi pengawasan ketat. Komite Kehakiman Senat AS menjadwalkan sidang pada 4 Maret untuk kembali menelaah rencana penjualan Warner Bros., menyusul sidang sebelumnya awal bulan ini. Senator Demokrat dari New Jersey, Cory Booker, kembali mengundang Ellison untuk hadir.

Senator Demokrat dari Massachusetts, Elizabeth Warren, turut mengkritik rencana merger tersebut. Ia menyebut penggabungan Paramount Skydance dan Warner Bros. berpotensi menjadi “bencana antimonopoli” yang mengancam kenaikan harga dan berkurangnya pilihan bagi konsumen AS.

Sebagai pelopor televisi daring, Netflix telah membangun bisnis yang menguntungkan dengan lebih dari 325 juta pelanggan global yang membayar biaya langganan bulanan untuk mengakses film dan serialnya.

Sementara itu, studio film dan televisi tradisional seperti Paramount dan Warner Bros. telah meluncurkan layanan streaming masing-masing, tetapi belum mampu menandingi basis pelanggan para pemain utama, di tengah penurunan pemirsa dan belanja iklan di jaringan televisi konvensional.

Tawaran Paramount mencakup jaringan televisi kabel Warner Bros. seperti CNN dan TNT. Perusahaan tersebut memulai proses penawaran secara tertutup pada September, hanya sebulan setelah Ellison merampungkan merger Skydance Media dengan Paramount, yang memberinya kendali atas studio film Paramount, layanan streaming, serta jaringan televisi seperti CBS dan MTV.

Warner Bros. mulai menjajaki penawaran pada Oktober 2025 sebelum memfinalisasi kesepakatan dengan Netflix pada Desember 2025.

Setelah sempat tertinggal, Paramount meluncurkan berbagai langkah untuk kembali dalam persaingan, termasuk melakukan tender offer atas saham Warner Bros. dan mengancam pertarungan proksi dalam rapat umum tahunan berikutnya. Perusahaan juga melobi regulator dan politisi, termasuk Presiden Trump, dengan Ellison melakukan beberapa kunjungan ke Washington.

Paramount merevisi sejumlah ketentuan penawaran setelah beberapa kali ditolak Warner Bros., termasuk jaminan pribadi atas ekuitas senilai US$45,7 miliar dari trust yang dibentuk ayah Ellison, Chairman Oracle Corp. Larry Ellison.

Selain itu, Paramount berjanji memberikan US$2,8 miliar kepada Warner Bros. untuk membayar kompensasi penghentian perjanjian dengan Netflix, serta membayar US$7 miliar apabila transaksi gagal memperoleh persetujuan regulator yang dibutuhkan.

Paramount menyatakan telah mengantongi komitmen pembiayaan utang sebesar US$57,5 miliar untuk mendukung transaksi tersebut, yang disediakan oleh Bank of America Corp., Citigroup Inc., dan Apollo Global Management Inc.. Ketiga lembaga itu sebelumnya berkomitmen menyediakan pendanaan US$54 miliar.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *