Insiden Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta dengan Truk di Batuceper
Pada Jumat (20/2/2026) pagi, terjadi kecelakaan antara Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta dengan truk yang melintas di perlintasan kereta api dekat Stasiun Poris, Kecamatan Batuceper, Tangerang. Insiden ini menyebabkan kereta dengan rangkaian INKA EA203 anjlok dari rel. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan semua penumpang berhasil diselamatkan.
Kerusakan pada Jalur dan Sistem Operasional
Akibat kejadian ini, kabel Listrik Aliran Atas (LAA) terputus, sehingga mengganggu sistem operasional perjalanan kereta di lintasan tersebut. Petugas dari KAI Commuter bersama pihak terkait langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian. Dalam laporan yang diterima, jalur hulu dan hilir di lintasan tersebut sementara ditutup untuk memastikan proses penanganan berjalan aman dan lancar.
Penutupan ini menyebabkan gangguan pada perjalanan Commuter Line Bandara Soetta. Pengguna jasa diimbau untuk memantau informasi resmi terkait jadwal perjalanan dan rekayasa operasional.
Perjalanan Dibatalkan dan Diubah Pola Operasinya
Sejumlah perjalanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta mengalami gangguan operasional setelah KA 806A tertabrak sebuah truk di lintasan antara Stasiun Poris dan Batuceper. Insiden tersebut membuat sejumlah perjalanan kereta harus dihentikan sementara hingga proses penanganan dinyatakan aman.
Pihak KAI Commuter menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat benturan dengan truk di perlintasan, sehingga berimbas kepada perjalanan kereta. Untuk sementara, perjalanan KA masih menunggu kondisi lintasan aman sebelum diberangkatkan kembali.
Beberapa perjalanan mengalami perubahan pola operasi, antara lain:
- KA 1912A dan KA 1914A (Duri-Tangerang) hanya sampai Rawa Buaya, lalu kembali sebagai KA 1921A dan KA 1923A menuju Duri.
- KA 1922A (Duri-Tangerang) juga hanya sampai Rawa Buaya dan kembali sebagai KA 1931A.
- KA 1924A (Duri-Tangerang) berakhir di Rawa Buaya dan kembali sebagai KA 1933A.
- KA 803A (Basoetta-Duri) hanya sampai Batu Ceper, kemudian kembali sebagai KA 818A.
- KA 819A (Basoetta-Duri) hanya sampai Batu Ceper, kemudian kembali sebagai KA 834A.
Selain itu, beberapa perjalanan dinyatakan batal, antara lain:
- KA 810A (Duri-Basoetta)
- KA 811A (Basoetta-Duri)
- KA 804A (Duri-Manggarai)
- KA 817A (Manggarai-Duri)
- KA 820A (Duri-Manggarai)
- KA 833A (Manggarai-Duri)
Penumpang Dievakuasi dan Transportasi Pengganti Disediakan
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan pihaknya langsung melakukan proses evakuasi, termasuk terhadap seluruh penumpang dan petugas. Kereta yang mengalami kendala adalah Commuter Line Basoetta No. 806 tujuan Bandara Soekarno-Hatta.
KAI Commuter juga menyediakan transportasi pengganti bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan ke bandara. “Bagi pengguna Commuter Line No. 806 yang akan menuju bandara, kami menyediakan transportasi pengganti untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta,” kata dia.
Pengembalian Dana 100 Persen
Sementara itu, perjalanan Commuter Line Basoetta dari arah Bandara Soekarno-Hatta hanya sampai Stasiun Batuceper dan kembali ke bandara. Dengan adanya kejadian ini, KAI Commuter mengimbau calon penumpang yang hendak menuju bandara untuk sementara menggunakan alternatif transportasi lain.
“Atas kejadian tersebut kami melakukan rekayasa pola operasi dan pembatalan perjalanan Commuter Line. Kami mohon maaf atas kendala dan ketidaknyamanan yang timbul,” jelas dia.
Tidak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan pengembalian dana bagi penumpang yang sudah memiliki tiket Commuter Line Basoetta. “Bagi pengguna Commuter Line Basoetta yang telah memiliki tiket dapat melakukan refund dengan pengembalian 100 persen di stasiun-stasiun pemberhentian Commuter Line Basoetta,” ucap dia.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”









