Peristiwa Prilly Latuconsina dan Kritik atas Postingan LinkedIn
Aktris ternama Prilly Latuconsina kembali menjadi sorotan setelah mengunggah sebuah postingan di akun LinkedIn miliknya. Dalam unggahan tersebut, ia menggunakan badge “Open to Work” yang sebenarnya digunakan oleh para pencari kerja. Namun, tindakan ini justru memicu reaksi negatif dari publik.
Awal Mula Hujatan
Awal dari kejadian ini bermula saat Prilly membagikan informasi bahwa dirinya terbuka untuk bekerja. Badge tersebut biasanya digunakan oleh mereka yang sedang mencari pekerjaan, bukan sebagai bagian dari promosi atau gimmick. Akibatnya, banyak warganet menilai bahwa langkah Prilly tidak peka terhadap situasi sulit yang dialami banyak anak muda dalam mencari pekerjaan.
Dalam waktu singkat, Prilly menerima lebih dari 30 ribu permintaan koneksi dan tawaran kerja. Namun, hal ini justru membuat banyak pihak merasa tidak nyaman. Mereka menganggap bahwa tindakan Prilly tidak tepat, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil.
Permintaan Maaf dan Penjelasan
Setelah mendapat kritik yang cukup keras, Prilly akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui video klarifikasi. Ia mengakui bahwa unggahannya dinilai menyinggung sejumlah pihak. Dalam penjelasannya, Prilly menekankan bahwa ia tidak pernah berniat merendahkan perjuangan para pencari kerja.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan dari publik. Prilly secara terbuka mengakui bahwa latar belakang dan pengalaman hidupnya berbeda dari kebanyakan orang. Hal ini membuatnya sadar bahwa ada kekurangan empati yang sebelumnya tidak ia tangkap saat membagikan unggahan tersebut.
Tanggung Jawab Sebagai Figur Publik
Prilly menambahkan bahwa tujuan awalnya hanya ingin membuka peluang komunikasi profesional di bidang yang belum pernah ia eksplorasi. Meski begitu, ia menerima kenyataan bahwa penyampaiannya justru memicu kontroversi. Ia pun berjanji akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pesan di ruang publik, terutama menyangkut isu sensitif seperti ketenagakerjaan.
Komitmen tersebut ia sampaikan sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai figur publik. “Ke depannya, aku tetap berkomitmen untuk menjalankan dan melanjutkan kerja sama serta kegiatan yang memberikan dampak positif bagi banyak orang,” tulisnya.
Di akhir video, Prilly kembali menyampaikan terima kasih atas perhatian serta pemahaman para pengikutnya. Ia berharap klarifikasi tersebut dapat meredakan polemik yang sempat mencuat dalam beberapa hari terakhir.
Pengalaman Sebelumnya dengan Kritik
Tidak hanya soal ini, Prilly pernah mendapat hujatan dari warganet kala menyatakan cewek independen banyak tapi cowok mapan sedikit. Gegara hal itu, Prilly sampai banjir cibiran. Hal itu pun diakui sang aktris sempat membuat dirinya terpukul dan ketakutan mengunggah sesuatu di media sosial.
“Aku sangat down. Aku dianggap sombong karena aku dianggap banyak uang, (dikata) lihatlah roda akan berputar dan segala macem,” beber Prilly dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (18/12/2024), via Grid.ID.
“Padahal dalam keluarga diajari menghargai satu sama lain termasuk dengan laki-laki,” imbuh Prilly.
Tak berhenti sampai di situ, Prilly bahkan dicap haus validasi hanya karena ia sempat mengunggah soal aktivitas dan prestasinya. “Makanya aku udah gak pernah nge-post a day in my life, aku bukan pencitraan. Emang aku harus ke kantor dan ke sini. Tapi karena aku post kegiatan dan prestasi aku, aku dibilang haus validasi banget sih, pengen banget keliatan berprestasi,” cerita Prilly.
Imbas dari hal itu, Prilly kini jadi takut mengunggah sesuatu di media sosial pribadinya. “Sampai sekarang masih (takut posting),” ucap Prilly.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."











