"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Bisnis  

Usaha molen unik yang bertahan di tengah tren jajanan viral

Molen Tradisional yang Tetap Eksis di Era Jajanan Viral

Di tengah maraknya jajanan viral seperti croffle, dessert box, hingga street food ala Korea, makanan tradisional seringkali kesulitan untuk tetap bertahan. Namun, di Kota Solo, Jawa Tengah, sebuah usaha molen berhasil bertahan lebih dari satu dekade karena memiliki identitas kuat dan kualitas yang konsisten. Usaha tersebut adalah Crunchy Molen Kress, yang dikenal dengan bentuk unik, rasa yang konsisten, dan proses produksi yang terjaga.

Keunikan Bentuk dan Rasa yang Mudah Dikenali

Crunchy Molen Kress tidak hanya menawarkan molen pisang biasa, tetapi juga variasi bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan isiannya. Ada yang berbentuk bulat, segitiga, hingga molen klasik. Keunikan ini menjadi penanda rasa yang mudah dikenali oleh pelanggan. Misalnya, varian kacang hijau dibuat berbentuk bulat, sedangkan varian ketan hitam berbentuk segitiga. Sementara itu, varian lainnya tetap mengikuti bentuk molen normal.

“Kalau pelanggan lihat bentuknya saja sudah tahu, ini ketan hitam atau kacang ijo,” ujar Eka, karyawan outlet Crunchy Molen di Tipes, Solo. Bentuk-bentuk ini bukan hanya estetika, tetapi juga menjadi ciri khas yang membedakan Crunchy Molen dari molen biasa.

Outlet yang Tetap Ramai di Jam-jam Tertentu

Eka menjelaskan bahwa Crunchy Molen masih memiliki pasar tersendiri, terutama karena molen merupakan camilan yang akrab untuk semua usia. Outlet tempatnya bekerja buka sejak pagi hingga pukul 21.00 WIB. “Jam operasional dari sekitar jam enam pagi sampai jam 9 malam. Ramainya biasanya mulai jam dua siang sampai menjelang Maghrib, lalu ramai lagi malam,” kata Eka.

Meski kondisi ekonomi membuat penjualan tidak setinggi sebelum pandemi, bisnis Molen yang memiliki pabrik di Nolodutan, Makamhaji ini tetap bertahan karena pelanggan masih mencari camilan praktis yang rasanya familiar. Varian yang paling laris saat ini menurut Eka adalah keju, cokelat keju, dan ketan hitam. “Ketan hitam itu sering banget dipesan banyak, pernah sampai 120 pcs,” ungkap pria kelahiran 1980 itu.

Teknik Menggoreng Jadi Penentu Kualitas



Di balik molen yang terlihat sederhana, ternyata ada standar teknik yang harus dijaga. Eka mencontohkan bahwa setiap varian memiliki perlakuan berbeda saat digoreng. “Varian kacang hijau itu nggak bisa digoreng di minyak terlalu panas. Kalau panas banget, dia nggak bisa mengembang,” jelasnya. Hal-hal kecil seperti ini menjadi bagian dari konsistensi kualitas, agar molen tetap renyah dan tampil menarik ketika dijual.

Ia juga sering mengingatkan operator baru agar mengikuti SOP kebersihan dan pelayanan. “Kita sama-sama berusaha memajukan outlet. Harus rapi dan bersih,” ujarnya.

Crunchy Molen Beda dari Molen Biasa



Bagi pelanggan seperti Dewi, Crunchy Molen bukan sekadar jajanan biasa. Perempuan 53 tahun asal Purbayan ini sudah mengenal produk tersebut sejak 2017. Ia pertama kali tahu dari rekomendasi teman. “Teman saya bilang molennya enak dan beda dari molen biasa. Katanya lebih renyah,” tutur Dewi.

Saat pertama mencoba, ia langsung merasakan perbedaannya. “Kesan pertama itu renyah di luar, isinya padat, dan nggak bikin enek,” katanya. Dewi juga menilai bahwa salah satu hal paling unik dari Crunchy Molen adalah bentuknya yang tidak seragam. Menurutnya, varian ketan hitam dan kacang hijau terasa spesial karena jarang ditemukan di molen lain, apalagi dengan bentuk berbeda.

Varian Favorit dan Keunggulan yang Dinikmati Semua Kalangan

Walaupun ketan hitam menjadi varian yang paling khas, Dewi mengaku favorit utamanya adalah keju. “Keju itu padat dan terasa, nggak pelit isian,” katanya. Ia menilai Crunchy Molen konsisten dari segi tekstur dan rasa. “Harganya sesuai dengan kualitas. Isiannya penuh,” ujar Dewi.

Menurut Bu Dewi, Crunchy Molen punya keunggulan karena bisa dinikmati siapa saja. “Ini cocok untuk anak-anak sampai orang dewasa,” katanya. Ia pun tidak ragu merekomendasikan kepada orang lain karena kualitasnya stabil. “Saya beli sesekali, kadang buat sendiri, kadang dibagi juga. Tapi pasti beli lagi karena enak,” ungkapnya.

Harapan Konsumen untuk Pengembangan Masa Depan

Bu Dewi berharap Crunchy Molen bisa semakin berkembang dan membuka lebih banyak outlet. “Biar lebih mudah dijangkau,” ujarnya. Ia juga berharap ada inovasi rasa baru yang tetap mempertahankan cita rasa tradisional. “Varian baru yang unik tapi jangan hilangkan rasa khasnya,” katanya.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *