Sejarah Lagu “Replay” yang Menjadi Hits di Akhir Tahun 2000-an
Lagu “Replay” yang berdurasi selama 3 menit 2 detik ini menjadi salah satu lagu romantis yang sangat populer dan ikonik di akhir tahun 2000-an. Dirilis pada tahun 2009, lagu ini langsung mencuri perhatian banyak orang karena iramanya yang khas pop R&B yang mudah diingat dan sangat catchy.
Lirik dari lagu ini menggambarkan perasaan jatuh cinta yang terus terngiang dalam pikiran, seperti sebuah lagu yang diputar ulang secara terus-menerus. Karena itu, tidak heran jika lagu ini cepat menjadi favorit banyak orang dan sering diputar berulang kali.
Berikut adalah lirik lengkap beserta terjemahan dari lagu “Replay” oleh Iyaz:
Lirik dan Terjemahan Lagu “Replay”
Shawty’s like a melody in my head
Sayang seperti melodi di kepalaku
That I can’t keep out, got me singing like
Yang tak bisa kuhilangkan, membuatku bernyanyi seperti
Na-na-na-na, every day
Na-na-na-na, setiap hari
It’s like my iPod stuck on replay, replay-ay-ay-ay
Seperti iPodku terjebak di mulai ulang, replay-ay-ay-ay
Shawty’s like a melody in my head
Sayang seperti melodi di kepalaku
That I can’t keep out, got me singing like
Yang tak bisa kuhilangkan, membuatku bernyanyi seperti
Na-na-na-na, every day
Na-na-na-na, setiap hari
It’s like my iPod stuck on replay, replay
Seperti iPodku terjebak di mulai ulang, replay
Remember the first time we met?
Ingat saat pertama kita bertemu?
You was at the mall with your friend
Kamu sedang di mall bersama temanmu
I was scared to approach ya, but then you came closer
Aku takut mendekatimu, tapi kemudian kamu datang lebih dekat
Hoping you would give me a chance
Berharap kamu memberiku kesempatan
Who would have ever knew
Siapa yang akan tahu
That we would ever be more than friends?
Bahwa kita akan lebih dari sekedar teman?
We’re real worldwide, breaking all the rules
Kita nyata di seluruh dunia, melanggar semua aturan
She like a song played again and again
Dia seperti lagu yang diputar berulang kali
(That girl) like something off a poster
(Gadis itu) seperti sesuatu dari poster
(That girl) is a dime, they say
(Gadis itu) adalah gadis cantik, kata mereka
(That girl) is a gun to my holster
(Gadis itu) adalah senjata di sakuku.
And she’s running through my mind all day, ayy
Dan dia terus terngiang di benakku sepanjang hari, ayy
Bagian Lain dari Lagu “Replay”
Shawty’s like a melody in my head
Sayang seperti melodi di kepalaku
That I can’t keep out, got me singing like
Yang tak bisa kuhilangkan, membuatku bernyanyi seperti
Na-na-na-na, every day
Na-na-na-na, setiap hari
It’s like my iPod stuck on replay, replay-ay-ay-ay
Seperti iPodku terjebak di mulai ulang, replay-ay-ay-ay
Shawty’s like a melody in my head
Sayang seperti melodi di kepalaku
That I can’t keep out, got me singing like
Yang tak bisa kuhilangkan, membuatku bernyanyi seperti
Na-na-na-na, every day
Na-na-na-na, setiap hari
It’s like my iPod stuck on replay, replay-ay-ay-ay
Seperti iPodku terjebak di mulai ulang, replay-ay-ay-ay
See you been all around the globe
Melihatmu telah mengelilingi dunia
Not once did you leave my mind
Tak sekali pun kamu meninggalkan pikiranku
We talk on the phone, from night ’til the morn’
Kita bicara di telepon, dari malam hingga pagi
Girl, you really changed my life
Sayang, kamu benar-benar mengubah hidupku
Doin’ things I never do
Melakukan hal-hal yang tak pernah kulakukan
I’m in the kitchen cooking things she likes
Aku di dapur memasak makanan yang dia sukai
We’re real worldwide, breaking all the rules
Kita nyata di seluruh dunia, melanggar semua aturan
Someday I wanna make you my wife
Suatu hari aku ingin menjadikanmu istriku
(That girl) like something off a poster
(Gadis itu) seperti sesuatu dari poster
(That girl) is a dime they say (Hey)
(Gadis itu) adalah gadis cantik, kata mereka
(That girl) is a gun to my holster
(Gadis itu) adalah senjata di sakuku.
And she’s running through my mind all day, ayy
Dan dia terus terngiang di benakku sepanjang hari, ayy
Penutup Lagu “Replay”
Shawty’s like a melody in my head
Sayang seperti melodi di kepalaku
That I can’t keep out, got me singing like
Yang tak bisa kuhilangkan, membuatku bernyanyi seperti
Na-na-na-na, everyday
Na-na-na-na, setiap hari
It’s like my iPod stuck on replay, replay-ay-ay-ay
Seperti iPodku terjebak di mulai ulang, replay-ay-ay-ay
I can be your melody
Aku bisa menjadi melodi untukmu
Oh, girl, I could write you a symphony
Oh, sayang, aku bisa menuliskan simfoni untukmu
The one that could fill your fantasies
Yang bisa mengisi impianmu
So come baby girl, let’s sing with me, ayy
Jadi ayo, sayang, mari bernyanyi bersamaku, ayy
I can be your melody
Aku bisa menjadi melodi untukmu
Oh, girl, I could write you a symphony
Oh, sayang, aku bisa menuliskan simfoni untukmu
The one that could fill your fantasies
Yang bisa mengisi impianmu
So come baby girl let’s sing with me, ayy
Jadi ayo, sayang, mari bernyanyi bersamaku, ayy
Na, na-na, na-na, na-na
Na-na, na-na, na-naa
Shawty got me singing
Sayang membuatku bernyanyi
Na, na-na, na-na, na-na
Na-na, na-na, na-naa
Now she got me singing
Sekarang dia membuatku bernyanyi
Shawty’s like a melody in my head
Sayang seperti melodi di kepalaku
That I can’t keep out, got me singing like
Yang tak bisa kuhilangkan, membuatku bernyanyi seperti
Na-na-na-na, every day
Na-na-na-na, setiap hari
It’s like my iPod stuck on replay, replay-ay-ay-ay
Seperti iPodku terjebak di mulai ulang, replay-ay-ay-ay
Shawty’s like a melody (Like a melody) in my head
Sayang seperti melodi (Seperti melodi) di kepalaku
That I can’t keep out, got me singing like
Yang tak bisa kuhilangkan, membuatku bernyanyi seperti
Na-na-na-na, every day
Na-na-na-na, setiap hari
It’s like my iPod stuck on replay, replay-ay-ay-ay
Seperti iPodku terjebak di mulai ulang, replay-ay-ay-ay
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











