"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Pramugari Florencia Wibisono, Masih Baru di ATR 42-500, Siap Nikahi Pilot

Ringkasan Berita tentang Florencia Lolita Wibisono

Florencia Lolita Wibisono, yang dikenal dengan panggilan akrab Olen, adalah seorang pramugari yang tengah menjadi sorotan akibat insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500. Pesawat tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan di wilayah Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan saat ini pihak keluarga sedang menantikan informasi resmi terkait kondisi korban.

Olen merupakan salah satu dari 10 kru dan penumpang yang berada di dalam pesawat. Ia memiliki pengalaman panjang di dunia penerbangan, dengan sebagian besar kariernya dihabiskan sebagai pramugari di maskapai Lion Air selama sekitar 13 tahun. Sebelum bergabung dengan Air Indonesia Transport, ia juga pernah bertugas di pesawat ATR 42-500 selama kurang lebih tiga bulan.

Selain itu, Olen juga dipercaya untuk menangani pelatihan awak kabin yang baru bergabung. Perannya sering dikaitkan dengan pembinaan dan pendampingan kru junior, sehingga ia dianggap seperti HRD di lingkungan kerjanya.

Pihak keluarga masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan pencarian dan penanganan insiden pesawat tersebut. Saat ini, mereka sedang melakukan persiapan untuk melanjutkan perjalanan ke Makassar, tempat kejadian insiden terjadi.

Suasana Rumah Keluarga Olen

Rumah keluarga Olen terletak di Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa. Pada Minggu (19/1/2026) pukul 14.00 Wita, suasana di luar rumah tampak sepi, sementara di dalamnya beberapa anggota keluarga berkumpul dan saling berkomunikasi.

Menurut informasi dari Ramos, salah satu anggota keluarga, kedua orang tua Olen telah berangkat menuju Bandara Sam Ratulangi Manado untuk melanjutkan perjalanan ke Makassar. Mereka dipanggil karena ada informasi penting terkait keberadaan Olen.

Rencana Menikah

Informasi terbaru menyebutkan bahwa Olen memiliki rencana untuk menikah. Hal ini diungkapkan oleh Yanti, anggota keluarga lainnya, yang menyampaikan bahwa calon pasangan Olen diketahui berprofesi sebagai pilot di salah satu maskapai penerbangan. Meski demikian, pihak keluarga hingga kini masih menunggu perkembangan informasi resmi terkait keberadaan Olen.

Penemuan Serpihan Pesawat

Tim gabungan pencarian berhasil menemukan serpihan badan pesawat pada hari kedua pencarian, Minggu (18/1/2026) pagi. Data penemuan dilaporkan pada pukul 08.30 WITA. Lokasi penemuan berada di sekitar 04°55’45,2” S 119°4’52,91”E.

Konferensi pers yang dihadiri oleh berbagai pejabat terkait menyatakan bahwa serpihan jendela, ekor, dan badan pesawat ditemukan di sebelah utara, barat, dan selatan lokasi koordinat pencarian. Namun, hingga saat ini belum ada kabar penemuan 10 kru dan penumpang.

Daftar Kru dan Penumpang

Berdasarkan data yang dirilis, berikut adalah daftar kru dan penumpang yang terlibat dalam insiden tersebut:

  1. Capt Andy Dahananto
  2. SIC FO M Farhan Gunawan
  3. FOO Hariadi
  4. EOB Restu Adi P
  5. EOB Dwi Murdiono
  6. Flight attendant Florencia Lolita
  7. Flight attendant Esther Aprilitas
  8. Deden dari KKP
  9. Ferry dari KKP
  10. Yoga dari KKP

Pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT ini digunakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung kegiatan patroli maritim. Hingga kini, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian sekaligus verifikasi di area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat.

Tantangan Medan Pencarian

Proses pencarian dihadapkan pada tantangan medan yang sulit, mengingat lokasi didominasi kawasan pegunungan dan hutan lebat. Kawasan hilangnya pesawat yang dipiloti kapten senior, Andy Dahananto (53 tahun), berada di kawasan pegunungan karst Gunung Bulusaraung perbatasan Maros-Pangkep dan Bone.

Gunung Bulusaraung memiliki ketinggian 1.353 meter Dari Permukaan Laut (MDPL). Akses ke kawasan ini bisa dari kawasan Leang-leang, Jalan Poros Maros-Bone, atau dari Jalan Poros Makassar-Pangkep km 49, melewati eks Pabrik Semen Tonasa 1 di Balocci ke timur.


Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *