Perjalanan Menulis dan Membaca M Ery Zulfian
M Ery Zulfian, seorang penulis yang aktif dalam dunia literasi, memiliki kisah unik tentang bagaimana hobi membaca dan menulis menjadi bagian penting dalam hidupnya. Dari sekadar membaca koran hingga menulis buku-buku dengan berbagai tema, ia telah menghasilkan enam buku solo yang beragam. Selain itu, ia juga menulis kumpulan artikel, puisi, cerpen, novel mini, dan kisah diary pribadi.
Menurutnya, buku antologi yang ia tulis mencapai hampir 30 judul. Buku-buku tersebut tersedia baik secara online maupun offline, termasuk di toko-toko buku seperti Gramedia. Salah satu bukunya berjudul Untukmu Sahabat, diterbitkan oleh penerbit miliknya sendiri, Zukzez Express, dan terjual lebih dari 1.500 eksemplar.
Selain itu, dua buku antologi lainnya yang ia tulis adalah Tak Seindah Ijab Kabul (diterbitkan oleh Penerbit Scritto) dan Allah Tak Akan Membiarkanku Berjuang Sendirian (diterbitkan oleh Penerbit Quanta). Kedua buku ini tersebar di seluruh Indonesia melalui Gramedia.
Ery lebih suka menulis topik motivasi ringan, yang terinspirasi dari pengalaman dirinya sendiri maupun orang lain. Tujuannya adalah agar pembaca bisa merasakan kebaikan dan menularnya semangat positif.
Awal Mula Hobi Membaca
Hobi membacanya dimulai sejak masa SMA, tepatnya saat kelas dua. Awalnya, ia mulai membaca koran, komik di perpustakaan daerah, dan majalah Hidayah milik bibinya. Dari komik, ia beralih ke cerpen dan novel komedi, lalu berkembang ke novel Islami. Ia bahkan membeli buku-buku tersebut menggunakan uang jajan sekolah.
Pengaruh membaca sangat besar dalam hidupnya. Mulai dari mengolah ide baru, informasi, hingga pengalaman yang tidak pernah ia temui langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Keistimewaan Buku Fisik
Di tengah maraknya konten digital, Ery tetap percaya bahwa buku fisik harus dipertahankan. Ia menyebut bahwa buku fisik mudah didapat dan memberikan sensasi unik ketika dibaca. Ia biasa membaca di kamar saat malam hari, karena menurutnya lebih nyaman dan memiliki sensasi membolak-balik kertas yang berbeda dari buku digital.
Dalam sebulan, ia mampu menyelesaikan dua buku. Menurutnya, jumlah tersebut tidak masalah asalkan konsisten. Ia menyarankan agar tidak ikut-ikutan orang lain yang sudah membaca banyak buku, karena setiap orang memiliki aktivitas dan pekerjaan yang berbeda.
Buku Favorit dan Inspirasi
Buku favorit Ery adalah ON karya Kakek Jamil Azzaini dan Pola Pertolongan Allah yang ditulis oleh Kang Rezha Rendy. Buku-buku ini memberinya inspirasi untuk mencintai hidup dan mendekatkan diri kepada Allah.
Ia juga mengakui bahwa minat baca di kalangan anak muda masih menjadi tantangan. Banyak yang menganggap membaca sebagai kewajiban, bukan kebutuhan. Alasan utama mereka malas membaca adalah karena anggapan bahwa buku mahal. Namun, ia menyarankan untuk memanfaatkan perpustakaan daerah yang menyediakan buku gratis.
Selain itu, handphone juga menjadi hambatan karena lebih mudah diakses daripada buku.
Mengembangkan Minat Baca
Ery berpendapat bahwa minat baca sejak dini harus diawali dari hal kecil. Ia menyarankan untuk membaca dan menulis agar orang lain tahu. Dengan membaca, kita akan mendapatkan ilmu yang bisa dibagikan.
Jika anak belum bisa membaca, orang tua dapat membacakan buku bergambar untuknya. Selain itu, ia menyarankan untuk mengajak anak-anak sekitar atau umum ikut kegiatan eksplor buku atau read aloud yang kini semakin marak.
Rekomendasi Buku untuk Pemula
Ery merekomendasikan buku fiksi ringan untuk awalan membaca. Buku-buku seperti karya Raditya Dika, Boim Lebon, Jek, dan lainnya cocok untuk pemula karena genre yang menghibur.
Harapan untuk Literasi di Indonesia
Ery berharap anak-anak dan remaja di daerah bisa tumbuh dengan kebiasaan membaca yang kuat. Ia berharap mereka bisa menikmati proses membaca dan menulis.
Di Banjarbaru, akses untuk mendapatkan buku sangat mudah. Ada toko buku, perpustakaan daerah, taman bacaan masyarakat gratis, serta buku digital legal. Semua sumber ini harus dimanfaatkan dengan baik.
Pesan untuk Generasi Muda
Ery menyampaikan pesan kepada generasi muda bahwa tidak perlu pergi jauh untuk belajar. Cukup membuka buku, dan pengalaman orang lain bisa menjadi pelajaran hidup.
Setelah membaca, cobalah menulis pengalamanmu. Karena kamu punya ilmu yang harus dibagikan. Ketika pengalamanmu dibaca orang lain dan mereka mempraktikkan kebaikan yang kamu punya, insya Allah itu akan menjadi amal jariyah kamu sebagai tabungan di akhirat nanti.











