"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Budaya  

Panduan Salat Hajat: Tata Cara, Rakaat, dan Doa Sesuai Sunnah

Pengertian Salat Hajat

Salat Hajat adalah ibadah sunnah yang dilakukan oleh umat Islam untuk memohon terkabulnya keinginan atau hajat kepada Allah SWT. Ibadah ini sering dilakukan dalam situasi tertentu, baik itu untuk kebutuhan duniawi maupun ukhrawi. Dalam perjalanan hidup, setiap manusia pasti memiliki harapan, impian, atau masalah yang ingin segera mendapatkan jalan keluar. Selain berusaha secara lahiriah, umat Islam diajarkan untuk melakukan “ikhtiar langit”, salah satunya melalui Salat Hajat.

Salat Hajat merupakan bentuk doa yang diiringi dengan shalat. Pelaksanaannya minimal dua rakaat dengan niat khusus, membaca Al-Fatihah, surat pendek, shalawat, dan doa setelah salat. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, disebutkan bahwa barang siapa memiliki hajat kepada Allah atau manusia, hendaknya berwudhu dengan sempurna, lalu melaksanakan Salat dua rakaat, memuji Allah, membaca shalawat, dan kemudian berdoa.

Cara Melaksanakan Salat Hajat

Kementerian Agama RI menjelaskan bahwa jumlah rakaat Salat Hajat minimal dua rakaat dan paling banyak 12 rakaat, dengan salam di setiap dua rakaat. Cara pelaksanaannya sama seperti salat pada umumnya, yang membedakan adalah niat dan doa setelah salat. Berikut adalah tata cara lengkapnya:

  1. Niat Salat Hajat

    Ushallî sunnatal ḫâjati rak‘ataini adâ‘an lillâhi ta‘âlâ

    Artinya: “Aku menyengaja salat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT.”

  2. Membaca Surat Al-Fatihah

    Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

    Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn

    Ar-raḥmānir-raḥīm

    Māliki yaumid-dīn

    Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn

    Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm

    Ṣirāṭallażīna an‘amta ‘alaihim gairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”

  3. Membaca Surat-Surat Pendek

    Dianjurkan untuk membaca surat Al-Ikhlas dan Ayat Kursi atau Al-Baqarah ayat 255. Contoh:

  4. Surat Al-Ikhlas

    Qul huwallāhu aḥad

    Allāhuṣ-ṣamad

    Lam yalid wa lam yūlad

    Wa lam yakun lahu kufuwan aḥad

    Artinya: “Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.”

  5. Ayat Kursi

    Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm. Lā ta’khuḏuhū sinatun wa lā nawm. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man dhalladhī yashfa‘u ‘indahū illā bi’idhnih. Ya‘lamu mā bayna aydīhim wa mā khalfahum. Wa lā yuḥīṭūna bishay’in min ‘ilmihī illā bimā shā’. Wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ. Wa lā ya’ūḏuhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nyalah apa yang di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

  6. Melanjutkan Salat Hingga Salam

  7. Setelah Selesai Salat, Dianjurkan untuk Membaca Shalawat

    Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd. Allāhumma bārik ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad, kamā bārakta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Limpahkan pula keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

  8. Membaca Doa Setelah Hajat

    Subḫânal-ladzî labisal-‘izza wa qâla bihi. Subḫânal-ladzî ta‘aththafa bil-majdi wa takarrama bihi. Subḫâna dzil-‘izzi wal-kirami, subḫâna dzith-thauli as’aluka bimu‘âqidil-‘izzi min ‘arsyika wa muntahar-raḫmati min kitâbika wa bismikal-a‘dhami wa jaddikal-a‘la wa kalimâtikat-tâmmâtil-‘âmmâtil-latî lâ yujâwizuhunna birrun wa lâ fâjirun an tushalliya ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa ‘ala âli sayyidinâ Muḫammadin.

    Artinya: “Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana.”

  9. Membaca Doa Rasulullah Saw

    Lâ ilaha illallâhul-ḫalîmul-karîmu, lâ ilaha illallâhul-‘aliyyul-adhîmu subḫânallâhi rabbil-‘arsyil-‘adhîmi wal-ḫamdulillâhi rabbil-‘alamîna.

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang santun dan pemurah. Tiada Tuhan selain Allah yang maha tinggi dan agung. Mahasuci Allah, Tuhan Arasy yang megah. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

  10. Membaca Doa Memohon Hajat Dikabulkan

    Allâḫumma innî as’aluka mûjibâti raḫmatika, wa ‘azâ’ima maghfiratika, wal-ghanîmata min kulli birrin, was-salâmata min kulli itsmin lâ tada‘ lî dzanban illâ ghafartahu, wa lâ hamman illâ farrajtahu, wa lâ ḫâjatan hiya laka ridlan illâ qadlaitahâ yâ arḫamar-râḫimîna.

    Artinya: “Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih.”

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *