Penjelasan Anne Ratna Mustika Mengenai Isu Meninggalkan Anak Bungsunya
Anne Ratna Mustika, mantan istri Dedi Mulyadi, membantah isu yang menyebut bahwa dirinya meninggalkan anak bungsunya, Ni Hyang, setelah berpisah dari suaminya. Ia menegaskan bahwa putrinya sempat tinggal bersamanya di Jakarta sebelum dijemput langsung oleh Dedi pada 28 November 2025.
Anne menjelaskan bahwa hak asuh Ni Hyang merupakan hak asuh bersama sesuai dengan putusan Pengadilan Agama. Selama 14 bulan bercerai, ia sudah empat kali bertemu dengan putrinya dan menolak narasi fitnah yang beredar.
“Temannya banyak narasi yang tidak benar, contohnya seperti akun gambar di atas. Jelas tidak pernah saya meninggalkan Neng Hyang,” tulis Anne dalam unggahan Instagramnya, dikutip Warta Kota, Minggu (11/1/2026).
Ia juga mengatakan bahwa Ni Hyang dijemput di kediaman mereka di Jakarta pada tanggal 28 November 2025 sekitar pukul 4 sore. Yang datang menjemput adalah ayahnya sendiri bersama temannya, Bu Nina Herlina dan Pak Aep Walpri (polisi).
Anne menegaskan bahwa dalam proses mediasi saat perceraian, dirinya dan Dedi Mulyadi sepakat untuk mengasuh Ni Hyang bersama. “Kalau hari ini Neng Hyang bersama ayahnya, gak ada yang salah karena hasil keputusan Pengadilan Agama bahwa hak asuh Neng Hyang adalah Hak Asuh Bersama sesuai kesepakatan kami waktu sidang mediasi,” ujarnya.
Selama 14 bulan sejak bercerai, Anne sudah beberapa kali bertemu dengan putri bungsunya itu. “Alhamdulillah saya sudah pernah bertemu sebanyak 4 kali, tentu dengan ijin ayahnya. Walaupun saya berharap bisa diijinkan sesering mungkin untuk bisa bertemu. Jadi tolong jangan lagi ada narasi fitnah hanya untuk kepentingan viewers akun Anda,” tambahnya.
Komentar Anne Mengenai Yudhistira Tidak Hadir di Pernikahan Kakaknya
Beberapa waktu lalu, Anne juga buka suara terkait informasi bahwa Yudhistira, putra kandungnya dari Dedi Mulyadi, tidak hadir dalam acara pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Teman-teman selama ini saya selalu diam ketika banyak fitnah kepada kami di media sosial yang sengaja dibuat. Seperti info tentang perceraian dengan suami saya, itu adalah FITNAH. Alhamdulillah rumah tangga saya baik-baik saja. Dan banyak lagi fitnah yang lainnya,” tulis Anne di media sosial Instagram, dikutip Warta Kota, Rabu (23/7/2025).
Ia menyebut bahwa Yudhistira tidak hadir karena tidak diundang atau tidak ada pemberitahuan apa pun. Yudhistira diketahui ikut bersama Anne setelah perceraian Anne dan Dedi Mulyadi. Anne menyebut bahwa dirinya selalu mendorong Yudhistira untuk tetap dekat dengan sang ayah.
“Waktu ayahnya dilantik saya yang menyuruh De Tira datang ke Lembur Pakuan Subang. Walaupun di Subang De Tira tidak sempat bertemu dengan ayahnya, tapi dia sudah datang untuk menyampaikan selamat,” katanya.
Anne meminta warganet untuk tidak membuat spekulasi yang menjurus ke fitnah. “Jadi saya mohon kepada Akun TONASI untuk berhenti menyebarkan FITNAH tentang kami. Ingat, walaupun di dunia Anda selamat, tentu akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat,” tandasnya.
Alasan Anne Ratna Mengajukan Gugatan Cerai
Anne Ratna Mustika menggugat cerai Dedi Mulyadi karena rumah tangganya dinilai sudah tidak harmonis dan sulit dipertahankan. Dalam berbagai pernyataannya, Anne menyebut adanya permasalahan komunikasi yang berkepanjangan, perbedaan prinsip hidup, serta ketidaksepahaman dalam menjalani peran sebagai suami dan istri.
Hubungan mereka sering diwarnai konflik yang tidak kunjung menemukan titik temu. Selain itu, Anne juga mengungkap adanya masalah psikologis dan emosional yang ia rasakan selama pernikahan. Ia merasa tidak lagi mendapatkan ketenangan batin dan kenyamanan sebagai istri.
Kondisi tersebut berlangsung cukup lama hingga membuatnya merasa pernikahan tidak lagi berjalan sehat. Anne akhirnya memilih jalur hukum dengan menggugat cerai ke Pengadilan Agama Purwakarta sebagai bentuk ikhtiar terakhir. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan masa depan dirinya dan anak-anak, dengan harapan perceraian menjadi jalan terbaik bagi semua pihak.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











