"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Air Mata Belum Kering, Kondisi Karina Ranau Usai Kehilangan Epy Kusnandar Bikin Sedih

Perjalanan Kesedihan Karina Ranau Setelah Kehilangan Epy Kusnandar

Hampir sebulan telah berlalu sejak aktor ternama Epy Kusnandar meninggal dunia. Suami dari aktris Karina Ranau itu mengembuskan napas terakhir pada 3 Desember 2025. Memasuki Tahun 2026, Karina masih kesulitan untuk benar-benar melupakan kepergian sang suami. Ia terekam sedang menangis saat berziarah ke pusara Epy.

Karina juga mengaku sempat berkonsultasi dengan psikiater demi mengurangi rasa sedih yang masih dirasakan. “Sampai hari ke berapa (setelah Epy meninggal) saya sempat pergi ke psikiater,” kata Karina Ranau dengan mata sembab dikutip dari YouTube Insertlive, Jumat (2/1/2026).

Ibu tiga anak itu mengaku belum percaya bahwa Epy Kusnandar meninggalkan dirinya secepat ini. “Kayak mimpi, gimana rasanya,” tutur Karina sambil menangis. Dari pengakuan Karina, tujuh hari setelah suaminya meninggal dunia dirinya merasa bingung. “Setelah tujuh hari itu saya bingung, kita berdua (Karina dan anak) di jalan nggak tahu meski harus ke mana di mobil kita muter-muter Jakarta kita harus ke mana, kita harus ke mana gitu?” imbuhnya.

Bahkan untuk sekadar pulang ke rumah, Karina masih terasa berat. “Nggak berani pulang kita nggak berani pulang dia juga bingung. Kita akhirnya keliling,” terangnya. Bahkan sempat terbersit dalam pikirannya saat itu untuk tidur di makam suaminya. “Apa kita tidur di makam aja? Pokoknya pengin dekat Papi gitu,” tukas Karina Ranau.

Pesan Terakhir Epy Kusnandar Sebelum Meninggal

Karina Ranau sempat mengungkap pesan terakhir Epy Kusnandar sebelum meninggal dunia. Kepada Karina, Epy ingin dikenal sebagai dirinya sendiri, sebab setelah bermain dalam sinetron Preman Pensiun, dirinya lebih dikenal sebagai Kang Mus. “Terima kasih, Wa. Namanya sangat harum. Namanya menjadi besar. Semua orang mengenal kebaikannya.”

“Beliau pernah berkata, ‘Aku ingin jadi Epy Kusnandar, Bun, tapi gak bisa. Semua orang mengenal aku Kang Mus. Bisa gak aku jadi manusia, seperti manusia biasa?” ujar Karina dikutip dari YouTube Reyben.

Sebelum meninggal dunia, Epy juga sempat berpesan kepada sahabatnya, Aris Nugraha. Pesan itu disampaikan mendiang suami Karina tiga hari sebelum ia wafat. “Tiga hari sebelum dia pergi, dia menyampaikan pesan ‘Bun, nanti di Bandung, Papi sama Kio akan selalu ada di samping di mana Uwa duduk. Papi sama Kio ada di sebelah Uwa. Papi gak akan ke mana-mana’. Uwa sampai bilang, ‘Ada misteri apa di balik ini, Bun?'” imbuhnya.

Ia pun kembali mengucapkan terima kasih kepada Aris Nugraha atas dedikasinya terhadap karya dan peran Epy Kusnandar. “Terima kasih, Uwa, telah mengharumkan nama suami saya, nama Papi kami. Kang Mus akan selalu dikenang selamanya,” pungkasnya.

Totalitas Epy Kusnandar di Film Terakhir

Karina Ranau menceritakan totalitas mendiang sang suami, Epy Kusnandar dalam film terakhir sang aktor. Epy Kusnandar meninggal dunia pada 3 Desember 2025 pukul 14.24 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur.

Aktor lulusan Institut Kesenian Jakarta itu, sempat melakoni akting terakhir untuk dunia perfilman Tanah Air melalui film Qorin 2. Belum sempat tayang film tersebut, Epy lebih dulu menghembuskan napas terakhirnya.

Istri Epy, Karina Ranau pun mengurai totalitas suaminya saat berperan dalam Qorin 2 yang kini menjadi film terakhir sang aktor. Penyanyi berusia 42 tahun itu menyebut Epy rela menutup matanya selama delapan jam demi perannya sebagai tuna netra. “Dia nggak mau (dibuka sedikit). Dia benar-benar kepengin matanya (ditutup). Sama orang makeup saya bilang, ‘bisa nggak matanya dibuka sedikit? Biar bisa lihat kalau jalan’,” ungkap Karina, dikutip dari YouTube Insertlive, Kamis (18/12/2025).

“‘Nggak usah nggak usah, udah, diam aja diam aja’,” ujar Karina tirukan Epy. “Jadi dia buta syuting ditutup matanya dari jam 20.00 sampai 04.00 dia merem,” imbuhnya.

Karina pun salut dengan totalitas pria yang telah aktif di teater sejak masih duduk di bangku SMP itu. “Saking totalitasnya dia,” ucapnya.

Dikatakan Karina, makeup peran orang buta tersebut bisa dibuka untuk Epy bisa membuka matanya. Namun, Epy mengaku sudah nyaman dengan makeup tersebut sehingga enggan dihapus. “Sebenarnya bisa diakalin sama tim makeup, misalnya dibolongin.” “Tapi Kang Epy-nya nggak mau, dia nggak mau merusak makeup yang sudah jadi,” bebernya.

Tak sampai di situ, Epy juga mewarnai rambutnya sendiri dengan bleaching hingga mengalami kerontokan efek dari pewarna rambut. Bleaching adalah proses pemutihan yang menghilangkan pigmen warna alami menggunakan bahan kimia, umum dilakukan pada rambut untuk mengubah warna menjadi lebih terang atau putih.

Kala menceritakan hal itu, tangis Karina pun pecah. “Totalitas! Dan itu dia ngecat rambutnya sendiri. Sampai putih itu dia ngecat sendiri rambutnya,” kata Karina terbata-bata. “Di-bleaching sama dia sampai 10 kali, sampai rontok, dia nangis itu, sampai diambil gini rambutnya rontok,” tambahnya.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *