"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Bisnis  

Boeing raih kontrak 144,1 triliun untuk pasok 25 jet F-15 ke Israel

Penyediaan Jet Tempur F-15IA ke Israel

Pentagon, kementerian pertahanan Amerika Serikat (AS), memberikan kontrak senilai US$8,6 miliar atau sekitar Rp144,1 triliun kepada Boeing untuk memasok 25 jet tempur F-15IA ke Israel. Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat dominasi udara negara tersebut dan melengkapi armada F-35 Adir.

F-15IA merupakan varian khusus dari F-15EX yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan tempur udara Israel. Pesawat ini akan menggantikan armada lama secara bertahap sekaligus memperluas jangkauan strategis dan dominasi udara negara tersebut. Kontrak ini juga menegaskan dukungan militer AS terhadap Israel di tengah konflik Gaza dan ketegangan regional dengan Iran.

Kesepakatan ini telah diumumkan oleh Pentagon melalui situs resminya pada 29 Desember 2025. Dalam kontrak tersebut, dana Foreign Military Sales (FMS) sebesar US$840 juta telah dialokasikan saat kontrak diberikan. Pusat Manajemen Siklus Hidup Angkatan Udara di Pangkalan Wright-Patterson, Ohio, bertindak sebagai otoritas pengelola proyek.

Menurut laporan dari Intellinews, F-15IA memiliki kapasitas muatan senjata yang besar serta jangkauan operasional lebih luas. Kecanggihan ini menjadikan F-15IA ideal untuk misi jarak jauh, termasuk potensi serangan ke wilayah strategis seperti Teheran, Iran.

Media Israel menyebutkan bahwa jika digabungkan dengan armada F-35 Adir, pesawat ini akan memberikan kombinasi kemampuan siluman dan daya hancur yang signifikan bagi Angkatan Udara Israel. Kontrak tersebut merupakan hasil dari proses negosiasi panjang serta persetujuan dari Kongres dan pemerintahan Amerika Serikat, di tengah meningkatnya ketegangan regional dan potensi konflik baru dengan Iran.

Pengiriman unit pertama pesawat tempur ini diperkirakan akan dimulai dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus memperkuat postur pertahanan udara Israel secara signifikan. F-15EX sendiri merupakan evolusi terbaru dari platform F-15 Boeing, dilengkapi avionik mutakhir, sistem peperangan elektronik canggih, serta peningkatan kapasitas muatan dibandingkan varian sebelumnya.

Versi khusus Israel juga dilengkapi sistem buatan dalam negeri serta integrasi senjata yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional Angkatan Udara Israel.

Mengapa Amerika Serikat Memasok Senjata ke Israel?

Amerika Serikat merupakan negara pertama yang mengakui Israel setelah berdiri pada 1948. Sejak itu, AS menjadi pendukung utama keamanan Israel, baik melalui bantuan militer, kerja sama intelijen, maupun penjualan persenjataan strategis. Israel telah menerima ratusan miliar dolar bantuan militer dari AS sejak Perang Dunia II, menunjukkan kuatnya hubungan strategis kedua negara di kawasan Timur Tengah yang penuh konflik.

Meskipun tidak memiliki perjanjian pertahanan resmi seperti yang dimiliki AS dengan negara-negara NATO, Israel dikategorikan sebagai “major non-NATO ally” dan memiliki akses istimewa terhadap teknologi militer paling canggih buatan Amerika. Pada 2024, bantuan militer AS ke Israel meningkat tajam seiring perang yang berlangsung di Gaza sejak Oktober 2023.

Menurut data PBB dan Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 65.000 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, dilaporkan tewas dalam konflik tersebut. Dukungan militer AS juga dinilai berperan besar dalam kemampuan Israel menghadapi konflik berskala besar dengan Hizbullah di Lebanon serta ketegangan regional dengan Iran.

3 Jet Tempur Buatan AS yang Digunakan Israel dalam Perang Gaza

Angkatan Udara Israel (IAF) mengandalkan pesawat tempur buatan Amerika Serikat sebagai tulang punggung kekuatan udaranya. Selama perang di Gaza, IAF mengoperasikan sejumlah varian jet tempur utama, seperti:

  • F-15I Ra’am

    F-15I, dikenal sebagai Ra’am (Guntur), merupakan varian khusus Israel dari F-15E Strike Eagle. Pesawat ini memiliki daya jelajah jauh dan daya angkut persenjataan besar, menjadikannya tulang punggung serangan jarak jauh Israel.

  • F-35I Adir

    Israel menjadi satu-satunya negara yang telah menggunakan F-35 dalam operasi tempur nyata. Jet siluman ini digunakan untuk menyerang target Iran di Suriah serta menembak jatuh drone Iran pada 2021. CEO Lockheed Martin, Marillyn Hewson, menyebut peran F-35 sangat krusial dalam menghadapi Hizbullah dan ancaman regional lainnya.

  • F-16I Sufa

    F-16I merupakan varian khusus Israel dengan sistem avionik dan peperangan elektronik yang ditingkatkan. Pesawat ini dilengkapi tangki bahan bakar konformal, memungkinkan daya jelajah lebih jauh tanpa mengorbankan kapasitas senjata. F-16I tetap menjadi tulang punggung serangan presisi Israel, terutama dalam operasi intensif di kawasan Timur Tengah.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *