.CO.ID – JAKARTA.
Beberapa bank di Indonesia memproyeksikan adanya lonjakan transaksi digital selama periode Natal dan Tahun Baru 2025. Hal ini sejalan dengan semakin meningkatnya penggunaan layanan digital yang berdampak pada perubahan pola transaksi masyarakat menjadi lebih elektronik. Untuk menghadapi hal tersebut, berbagai bank telah menyiapkan strategi khusus agar dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada nasabah.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menegaskan bahwa mereka akan terus menjaga ketersediaan dan keandalan layanan digital guna memastikan kelancaran transaksi nasabah selama periode Nataru. BTN juga menargetkan pertumbuhan transaksi digital hingga 30% dibandingkan dengan bulan normal. SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi menyampaikan bahwa target ini sejalan dengan proyeksi meningkatnya intensitas transaksi nasabah selama liburan.
Dari sisi kontributor, BTN memperkirakan mayoritas transaksi digital pada momen Nataru akan berasal dari Balé by BTN. Jumlah transaksi melalui super app tersebut diproyeksikan menembus lebih dari 2,2 miliar transaksi, dengan nilai transaksi melampaui Rp 100 triliun. Kontribusi terbesar transaksi di Balé by BTN berasal dari fitur seperti pembayaran QRIS, transfer melalui BI-FAST maupun transfer off-us, serta top up e-wallet seperti DANA, GoPay, dan ShopeePay. Tingginya pemanfaatan fitur-fitur tersebut mencerminkan peran Balé by BTN sebagai kanal utama transaksi harian nasabah, terutama pada periode dengan intensitas transaksi tinggi seperti akhir tahun.
BTN juga mencatat lonjakan signifikan pada transaksi digital menjelang periode Nataru. Hingga November 2025, transaksi digital BTN tumbuh hampir 80% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh faktor musiman, mulai dari peningkatan konsumsi, pembayaran rutin, hingga berbagai aktivitas keuangan selama masa liburan. Di sisi lain, optimisasi layanan digital BTN yang semakin mudah, cepat, dan aman turut menjadi katalis utama meningkatnya transaksi nasabah.
Untuk menggenjot transaksi digital sekaligus mengantisipasi lonjakan pada periode Nataru, BTN telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya melalui pelaksanaan berbagai program promosi, termasuk Balé Year End Fest, yang menawarkan cashback hingga Rp 1 juta bagi nasabah yang bertransaksi menggunakan Balé by BTN dan Kartu Debit BTN di merchant strategis. Selain itu, BTN juga memperkuat keandalan, kapasitas, dan keamanan sistem transaksi digital melalui pengelolaan kapasitas sistem, penguatan infrastruktur, serta monitoring secara berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan agar layanan tetap berjalan lancar, responsif, dan aman di tengah lonjakan transaksi.
BTN juga menyiagakan layanan call center 24 jam guna memastikan nasabah tetap mendapatkan dukungan apabila mengalami kendala selama bertransaksi secara digital sepanjang periode Natal dan Tahun Baru.
Selain BTN, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga memproyeksikan peningkatan transaksi digital menjelang momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hera F. Haryn selaku EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA menilai, periode liburan akhir tahun kerap menjadi pendorong utama lonjakan transaksi seiring meningkatnya mobilitas dan aktivitas keuangan masyarakat. Hingga September 2025, BCA mencatat volume transaksi mobile dan internet banking tumbuh 19% secara tahunan. Sejalan dengan itu, nilai transaksi digital melalui kanal tersebut juga meningkat 14% YoY.
Tren pertumbuhan ini mencerminkan semakin kuatnya adopsi layanan digital oleh nasabah, terutama pada periode dengan intensitas transaksi tinggi seperti Natal dan Tahun Baru. Pada momen tersebut, nasabah cenderung memanfaatkan berbagai produk dan layanan perbankan digital untuk mendukung kebutuhan transaksi sehari-hari. Untuk mengantisipasi lonjakan transaksi, BCA berkomitmen terus mengoptimalkan seluruh produk dan layanan digital yang dimiliki. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan platform transaksi yang aman, andal, dan stabil, sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan nasabah.
Adapun PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) telah menyiapkan sejumlah strategi dalam memastikan kelancaran transaksi selama momen Nataru. Pertama, bank BNI mengantisipasi peningkatan kapasitas infrastruktur sistem IT untuk mengantisipasi lonjukan transaksi, yakni dengan melakukan optimasi kapasitas agar tetap stabil meskipun terjadi peningkatan volume serta menyiagakan tim operasional yang akan melakukan monitoring 24/7 selama periode Nataru.
Head of Division Retail Digital Product and Partnership BNI, Mesah Roni Ginting menyampaikan bahwa perseroan juga berupaya memastikan ketersediaan uang tunai di seluruh ATM dan CRM, terutama di lokasi-lokasi strategis seperti bandara, stasiun, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata. Kami memastikan ketersediaan stok kartu BNI TapCash di outlet penjualan seperti kantor cabang BNI terdekat, mitra Alfamart, Alfamidi dan Indomaret khususnya dekat pintu tol.
BNI juga memastikan kelancaran transaksi Top Up saldo BNI TapCash di seluruh channel yang tersedia seperti Wondr by BNI, ATM BNI, Agen46 hingga Mitra Alfamart, Alfamidi, Indomaret, Vending Machine di public area maupun melalui eCommerce seperti Tokopedia, Shopee, Blibli dan Gojek. Pihaknya juga melakukan edukasi merchant untuk memanfaatkan QRIS sebagai solusi pembayaran non-tunai yang cepat dan mudah, terutama di tempat wisata, pasar, dan lokasi ramai lainnya. Tak lupa, BNI mendorong nasabah untuk memanfaatkan layanan digital banking wondr by BNI untuk transaksi yang lebih mudah dan cepat, guna mengurangi risiko kepadatan di kanal fisik seperti ATM atau cabang.











