"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

10 istilah cinta populer di media sosial



Kata-kata yang digunakan dalam percintaan semakin beragam dan unik. Berbagai istilah baru muncul dari penggabungan kata-kata yang sebelumnya tidak terdengar, hingga akhirnya diakui oleh kamus-kamus ternama. Bahasa sehari-hari yang ringan ini bisa memperkaya perbendaharaan kata kita, terutama jika kita aktif berselancar dan menulis di internet.

Meskipun tidak hanya terbatas pada generasi Z, banyak istilah-istilah percintaan unik ini dipopulerkan oleh mereka. Studi dari Trinity College London menunjukkan bahwa 80 persen siswa Gen Z memperoleh kemampuan berbahasa mereka melalui platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Hal ini membuktikan bahwa media sosial memiliki pengaruh besar dalam membentuk lanskap bahasa anak-anak muda untuk berkomunikasi.

Di media sosial, topik percintaan menjadi sangat marak. Maka tak heran, ketika membahas soal percintaan dan hubungan asmara di media sosial, para pengguna akan menciptakan, menggunakan, atau terpapar dengan istilah-istilah tertentu. Berikut adalah 10 istilah percintaan modern beserta maknanya:

  1. Breadcrumbing



    Didefinisikan sebagai tindakan menunjukkan ketertarikan dan minat romantis terhadap seseorang, tetapi tanpa niat jelas dan serius ke depan. Orang yang melakukan breadcrumbing sebenarnya tidak tertarik terhadap “korbannya”. Tujuannya adalah mempertahankan kuasa atau power atas orang tersebut. Ini bisa disebut sebagai bentuk manipulasi. Contohnya, ketika orang yang melakukan breadcrumbing tahu bahwa “korbannya” sudah sadar akan manipulasi itu, dia akan kembali pura-pura menunjukkan perhatian ekstra. Tindakan ini bisa membuat bingung si korban dan merasa bahwa dia punya harapan, padahal sebenarnya tidak.

  2. Back Burner

    Menurut Cambridge Dictionary, back burner diambil dari idiom on the back burner yang artinya sesuatu sedang tidak diprioritaskan dan hanya dijadikan cadangan. Dalam konteks percintaan, back burner adalah seseorang yang diperlakukan spesial, tetapi sebenarnya hanya dijadikan opsi kedua atau cadangan dan bukan prioritas.

  3. Groundhogging



    Didefinisikan sebagai tindakan terus-menerus berkencan dengan tipe orang yang sama. Meski begitu, orang tersebut tetap berharap ending-nya berbeda dari sebelumnya, meskipun sebenarnya sering kali ending dari hubungan tersebut sudah bisa diprediksi. Orang yang melakukan groundhogging kerap merasa putus asa dan kebingungan ketika hubungannya berakhir buruk, meskipun sudah memiliki pengalaman serupa di masa lalu.

  4. Pocketing

    Secara harfiah, pocketing berarti memasukkan sesuatu ke dalam kantung. Dalam konteks percintaan, istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan tindakan menolak memperkenalkan pasangan ke keluarga atau kerabat dekat, bahkan tidak menunjukkan pasangannya di media sosial. Jadi, pasangan seakan “disembunyikan” di dalam sebuah “kantung” dan tidak diperlihatkan ke publik.

  5. Love Bombing



    Dideskripsikan sebagai tindakan menghujani pasangan dengan kasih sayang dan cinta, tapi dengan tujuan untuk memanipulasi pasangan dan supaya dia melakukan apa yang diinginkan oleh si pelaku. Ini adalah bentuk kekerasan emosional terhadap pasangan. Biasanya, tindakan menghujani cinta ini dilakukan setelah pelaku melukai perasaan pasangannya atau dengan tujuan untuk memperoleh sesuatu dari pasangan.

  6. Orbiting

    Kata orbiting diasosiasikan dengan ranah astronomi, yaitu untuk mendeskripsikan gerak benda langit yang mengorbit atau memutari benda langit lainnya. Dalam konteks percintaan, orbiting dimaknai sebagai tindakan tetap menghantui seseorang yang sudah dia tinggalkan, dengan cara muncul di sekitar kehidupan orang tersebut atau di media sosial. Contohnya adalah selalu meninggalkan like atau rajin melihat story.

  7. Golden Retriever Boyfriend



    Istilah ini dilekatkan kepada pacar yang memiliki karakteristik ekstrovert, penuh semangat, manis, dan selalu siap untuk menemani ke mana pun—kepribadian “menggemaskan” layaknya golden retriever.

  8. Stonewalling

    Didefinisikan sebagai tindakan menghambat seseorang untuk mendapatkan informasi tertentu, seperti dengan berdiam atau menghentikan diskusi. Dalam ranah percintaan, stonewalling diartikan sebagai menarik diri atau menghilang ketika dihadapkan dengan masalah percintaan, atau menghentikan diskusi sehingga pasangan tidak bisa memberikan pendapatnya. Tindakan ini bisa melukai hubungan karena berisiko memperburuk konflik antarpasangan.

  9. Situationship



    Dideskripsikan sebagai hubungan romantis antara dua orang yang saling menyukai, tetapi tidak ada “status” atau “label” yang jelas di antara mereka. Yang pasti, keduanya lebih dari teman, tetapi komitmen dan rencana masa depan keduanya tidak jelas. Sebuah riset tahun 2024 menunjukkan bahwa berada dalam situationship bisa meningkatkan kecemasan, menurunkan kepercayaan diri, dan menambah tekanan emosional.

  10. Zombieing

    Istilah ini tergolong baru dan belum masuk ke dalam kamus mainstream. Namun, menurut The Knot, zombieing merupakan tindakan kembali muncul ke kehidupan orang yang pernah didekati, tetapi orang tersebut berlaku seakan tidak pernah ada sejarah di antara keduanya. Bak zombie yang sudah mati, lalu bangkit lagi.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *