"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Kepala BGN Angkat Bicara Soal Anggaran Jasa EO Rp 113 Miliar

Kepala BGN Jelaskan Alasan Penggunaan Jasa Event Organizer



Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan penjelasan mengenai penggunaan jasa event organizer (EO) dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari strategi yang diperlukan untuk membangun sistem dan tata kelola operasional di tengah fase awal pembentukan BGN sebagai lembaga baru.

Dadan merespons isu penggunaan anggaran sebesar Rp 113 miliar untuk jasa EO yang sempat menjadi sorotan publik. Dalam keterangan resmi yang dirilis pada Minggu (12/4), ia menjelaskan bahwa BGN saat ini masih dalam proses pembangunan struktur organisasi serta sistem operasional. Oleh karena itu, lembaga tersebut belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap menangani kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri.

“Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional, BGN tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional,” ujar Dadan.

Peran EO dalam Penyelenggaraan Acara Besar

Dalam penyelenggaraan acara besar seperti kampanye publik, sosialisasi nasional, atau even lainnya, diperlukan dukungan pihak profesional. EO dinilai memiliki keahlian yang belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN saat ini. Penggunaan jasa EO, menurut Dadan, adalah langkah strategis untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu.

“EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional. Hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya,” tambahnya.

Keuntungan Penggunaan EO dalam Tata Kelola Administrasi

Selain aspek teknis, penggunaan EO juga dinilai mendukung tata kelola administrasi dan keuangan yang lebih tertib. Dengan melibatkan pihak ketiga, proses pengadaan barang dan jasa, pembayaran vendor, serta pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara terpusat dan sistematis.

“Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis,” ujar Dadan.

EO sebagai Bagian dari Strategi Komunikasi Publik

Menurut Dadan, kegiatan BGN yang ditangani oleh EO bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga bagian dari strategi komunikasi publik terkait isu gizi nasional. Selain itu, EO juga turut serta dalam kegiatan strategis seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) para penjamah makanan agar keamanan pangan dikelola oleh SDM yang terlatih.

“Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas, sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal serta pengelolaan SDM yang terlatih di bidangnya,” jelasnya.

Efisiensi dalam Penggunaan Anggaran

Dari sisi efisiensi, penggunaan EO disebut lebih rasional dibandingkan membangun tim internal dalam waktu singkat. Proses pembentukan kapasitas internal membutuhkan waktu, biaya pelatihan, serta rekrutmen yang tidak instan, sementara program harus segera berjalan.

“Sementara itu, kebutuhan pelaksanaan program harus segera berjalan. EO hadir sebagai solusi bridging (jembatan) agar program tetap dapat dieksekusi tanpa mengorbankan kualitas dan waktu,” ujar Dadan.

Peran EO sebagai Mitra Strategis

Dalam praktiknya, kata Dadan, EO juga berperan sebagai mitra strategis yang memberikan masukan terkait perencanaan kegiatan, strategi komunikasi, pengelolaan audiens, hingga optimalisasi anggaran agar memberikan dampak maksimal.

Komitmen BGN pada Transparansi dan Akuntabilitas

Meski demikian, Dadan menegaskan bahwa BGN tetap berkomitmen menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran. Seluruh pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas.

“Setiap pengeluaran, termasuk penggunaan jasa EO, dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta terbuka untuk diawasi oleh lembaga pengawas internal maupun eksternal,” tuturnya.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *