"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Kengerian Pembunuhan Sugiansyah di Lubuklinggau, Istri Akui Ada 4 Pelaku

Penangkapan Pelaku Pembunuhan di Lubuklinggau

Pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku pembunuhan Sugiansyah (36) yang terjadi di Jalan Rawa Makmur, RT 05, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, pada Jumat (10/4/2025) petang. Pelaku pembunuhan adalah Farij Pardian Mahardika, yang merupakan sepupu dari korban.

Kasus ini terungkap setelah Sugiansyah ditemukan oleh tukang bangunan di rumah tersebut. Ketika tukang meminta bantuan, istri korban bernama Ria langsung keluar rumah dan menemukan Sugiansyah tersungkur sambil memegang dada. Saat insiden terjadi, tetangga tidak berani mendekat sebelum polisi datang.

Seorang tetangga korban berinisial F mengaku tidak berani keluar rumah karena ketakutan. Ia menjelaskan bahwa posisi kejadian berada di depan rumah, dan tidak ada yang melihat secara langsung. Tiba-tiba tukang kaget melihat korban sudah jatuh.

Rumah F bersebelahan dengan kediaman Sugiansyah. Saksi mengaku sedang bersama istri serta anak-anaknya di dalam rumah saat kejadian. Ia juga menyebutkan bahwa korban sempat disandarkan di tiang depan teras sebelum dijemput mobil ambulans.

Lantas F menyebut korban membeli tanah itu lima bulan lalu, setelah selesai pembayaran langsung dilakukan pembangunan rumah. Saat ini, hanya tinggal finishing lagi, seperti pemasangan kaca. Oleh karena itu, korban setiap hari kesini untuk mengecek pekerjaan tukang.

Karena sibuk bekerja, F jarang berinteraksi langsung dengan Yansyah. Namun, Yansyah beberapa kali main di pelataran rumahnya sembari bercerita akan menjadi tetangganya.

“Pernah beberapa kali ngobrol termasuk istrinya dengan istri saya, kalau kedepan bakal menjadi tetangga, orang ramah namanya calon tetangga,” ungkapnya.

Di Kota Lubuklinggau, Yansyah mengontrak dan tinggal di Perumahan Permata Permai 17 A, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Ia tinggal mengontrak di kompleks perumahan itu kurang lebih baru lima bulan terakhir. Di rumah itu, ia tinggal bersama istrinya (Ria) dan kedua anaknya yang masih balita (bawah lima tahun).

Di mata tetangganya, Yansyah dikenal baik dan selalu bersosialisasi terhadap tetangga kiri-kanan kontrakannya. Bahkan, Lebaran Idulfitri kemarin Yansyah ikut bersama warga kompleks melakukan pantauan (sanjo) ke rumah-rumah warga.

“Orangnya baik, kalau dia ada di luar kami di luar ngobrol, bertemu di jalan selalu menyapa,” ujar Z, tetangga almarhum, kepada Sripoku.com, Minggu (12/4/2026).

Z menceritakan mengetahui korban meninggal dunia pada Jumat (10/4/2026) malam saat istri korban menelepon istrinya bahwa Yansah dikeroyok. Malamnya istri almarhum ada di rumah, minta lihatkan rumah, karena suaminya meninggal dunia karena dikeroyok, mereka pergi ke dusun.

Namun, siang sebelum kejadian, Z mengaku sempat bertemu dengan korban. Saat itu Z melihat korban akan pergi bersama anak dan istrinya menggunakan motor. Kemudian tidak lama kemudian datang empat orang menggunakan mobil Honda Brio mendatangi kontrakan korban. Namun, setelah melihat kontrakan itu, keempat orang itu langsung pergi.

“Keempat orang itu tidak bertanya atau apa, mereka melihat kontrakan terkunci lalu pergi,” ujarnya.

Beberapa Jam Sebelum Korban Tewas

Informasi yang dihimpun, sebelum Yansyah ditemukan tidak berdaya, ia sempat mengobrol dengan empat orang di rumah yang belum selesai tersebut. Ketika Yansyah ditemukan terkapar, ke empat orang yang belakangan masih memiliki hubungan keluarga dengan Yansyah itu sudah melarikan diri. Para tukang yang menemukan tubuh Yansyah sempat meminta pertolongan. Namun, karena posisi menjelang maghrib, cuaca mendung sehabis hujan, ditambah lokasi rumah yang dibangun Yansyah masih terbilang sepi tak banyak warga yang menolong.

Ribut Karena Warisan Rp1 Miliar

Yansyah yang merupakan warga Desa Muara Tiku, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), tewas diduga di tangan Farij Pardian Mahardika, yang tak lain sepupunya sendiri. Peristiwa maut itu diduga berawal dari uang warisan senilai Rp1 miliar yang baru saja diterima korban dari keluarganya.

Peristiwa berdarah itu terjadi ketika Yansyah tengah melihat proses pembangunan rumahnya di Jalan Rawa Makmur, RT 5, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau. Yansyah tewas usai dikeroyok dan ditikam di depan anak-istrinya. Meski ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Yansyah tewas setelah menderita 5 luka tusuk di bagian dada dan badan. Ia sempat dibawa ke rumah sakit Ar-Bunda namun, nyawanya tak tertolong. Peristiwa berdarah ini terjadi saat korban diinformasikan mendapat warisan uang Rp1 miliar diduga hasil menjual tanah.

Kemudian, karena merasa masih ada hubungan keluarga, Farij merasa mempunyai hak atas warisan tersebut, Farij pun meminta bagian sebesar 20 persen. Karena tak diberi, diduga Farij bersama keluarganya Ariansyah, Ranawati dan Fedril menemui korban untuk meminta bagian tersebut.

Diduga karena tak diberi, akhirnya Farij menusuk korban sebanyak lima kali hingga korban meninggal dunia. Seorang kerabat korban yang tak ingin disebutkan namanya membenarkan bila sebelum peristiwa ini terjadi Yansyah dan Farij pernah terlibat cekcok mulut karena warisan tersebut.

“Sebelumnya memang pernah ribut karena masalah itulah (warisan), infonya pelaku minta 20 persen, tak diberi kemarin didatangi pelaku rumah yang tengah bangun korban, cekcok lagi korban di tusuk,” ungkapnya saat memberikan keterangan pada wartawan, Sabtu (11/4/2026).

Sementara, saat peristiwa itu terjadi, Yansyah tengah bersama anak dan istrinya meninjau pembangunan rumah mereka di Jalan Rawa Makmur RT 05 Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Jumat (10/4/2026) kemarin. Ria istri almarhum berharap agar pembunuh suaminya dapat segera ditangkap Polisi.

“Pelakunya itu 4 orang, saya minta semuanya ditangkap jangan hanya 1 orang,” kata Ria saat memberikan keterangan pada Tribunsumsel.com, Sabtu (11/4/2026). Ceritanya keempat pelaku itu datang mengendarai mobil Honda Brio menemui Yansyah yang tengah memeriksa pembangunan rumah.

Diinformasikan keempat pelaku yang masih satu keluarga dengan Yansyah ini datang untuk meminta pembagian uang warisan Rp 1 Miliar yang diterima Yansyah dari orang tuanya. Namun, diduga karena tidak diberi oleh Yansyah membuat pelaku emosi, tersangka Farij menusuk korban sebanyak lima kali hingga membuatnya tersungkur.

“Ya mereka berempat itu datang minta (warisan),” ungkapnya.

Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *