"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Hari Pertama Kerja dari Rumah di Kemhan, Layanan Publik Tetap Berjalan untuk ASN

Kementerian Pertahanan Mulai Terapkan Kebijakan WFH

Pada hari pertama penerapan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) di Kementerian Pertahanan (Kemhan), suasana terlihat sepi. Pemerintah menerapkan kebijakan ini sebagai bagian dari upaya menghemat energi, khususnya dalam menghadapi perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kebijakan WFH baru diberlakukan hari ini karena Jumat pekan lalu merupakan hari libur nasional.

Ketika IDN Times tiba di lokasi pada pukul 10.00 WIB, tidak terlihat bus-bus yang biasanya digunakan untuk mengantar jemput Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemhan di tempat parkir dekat pintu masuk. Meski begitu, aktivitas pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa.

Layanan Kesehatan Tetap Buka

Sesuai ketentuan pemerintah, WFH bukanlah penambahan hari libur. Hal ini terlihat dari layanan kesehatan di poliklinik Kemhan yang tetap buka untuk melayani ASN dan pegawai militer. Poliklinik tersebut berada di lantai dua Gedung Pierre Tendean. Saat kami tiba, beberapa pegawai Kemhan sedang memanfaatkan layanan medis itu. Poliklinik ini menerima pembiayaan menggunakan BPJS. Jika diperlukan rujukan, dokter bisa merujuk ke RSPAD, Jakarta Pusat.

Di dalam klinik, terdapat layanan poli umum, poli gigi, poli KIA/KB, laboratorium, dan pelayanan farmasi. Jadwal operasional klinik adalah Senin sampai Kamis pukul 07.30-15.00 untuk jam pendaftaran, dan jam rawat jalan juga sama. Setiap Jumat, klinik tutup lebih lambat 30 menit, yakni pukul 15.30 WIB.

Pegawai Kemhan Tetap Menunaikan Salat Jumat

Saat IDN Times meninjau Masjid Al-Taqwa yang berada di lingkungan Kemhan, terlihat sejumlah pegawai atau ASN yang menunaikan salat Jumat. Kapasitas masjid yang terbatas menyebabkan sebagian pegawai dari latar belakang militer salat di area luar masjid.

Di sisi lain, mobil Menteri Pertahanan terlihat parkir di kantor Kemhan. Mobil-mobil pegawai Kemhan pun terlihat banyak yang terparkir di depan Gedung Jenderal Ahmad Yani. Salah satu ASN, Aji, menyambut baik kebijakan WFH yang diterapkan pemerintah. Meskipun hari ini ia tetap masuk, volume kepadatan lalu lintas berkurang.

“Saya dari rumah tadi cuma 45 menit, lho. Jadi kemacetan berkurang karena WFH ini,” katanya.

Tidak Semua Satuan Kerja Melaksanakan WFH

Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait, salah satu alasan kantor Kemhan tetap terlihat ramai hari ini adalah karena tidak semua satuan kerja menjalani kebijakan WFH. Pelaksanaannya disesuaikan dengan fungsi masing-masing satuan kerja. Yang terkait pelayanan, operasional strategis, pengamanan, dan tugas yang memerlukan kehadiran fisik, tetap masuk kantor.

Rico termasuk salah satu pegawai Kemhan yang tidak menjalani WFH. Ia biasanya diminta mendampingi kegiatan Menteri Pertahanan. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pelaksanaan kebijakan WFH akan dievaluasi setelah dua bulan dijalankan secara serentak. Bahkan, ia juga mengimbau perusahaan swasta turut menerapkan kebijakan serupa.

Berita Terkait

CEK FAKTA: Benarkah Kemhan Buka Rekrutmen 30 Ribu SPPI?

Kemhan Siapkan Skema Empat Hari Kerja untuk Efisiensi BBM

Kemhan: Pendidikan bagi 2.000 Komcad ASN Dimulai Senin 13 April 2026

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *