Kecelakaan Beruntun di Turunan Silayur, Semarang
Nani, seorang pedagang buah di pinggir Jalan Prof Dr Hamka, Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, masih terlihat syok saat menceritakan dentuman keras yang ia dengar pada Jumat (10/4/2026) pagi. Dentuman itu berasal dari kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan di Turunan Silayur, tak jauh dari lokasi Nani berjualan.
“Bunyinya keras sekali, mosak-masik. Tabrakannya nggak karuan,” ujarnya.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00, melibatkan sebuah truk kontainer, mobil pribadi, dan sepeda motor di depan Ruko Segitiga Mas Ngaliyan. Nani mengatakan bahwa truk kontainer dengan pelat nomor B 9517 FG tanpa muatan yang melaju dari arah Mijen diduga mengalami rem blong saat melintas di jalan menurun.
“Kayanya dari (sekitar) toko Eiger truk sudah kehilangan kendali,” kata Nani.
Truk tersebut kemudian menabrak mobil Toyota Yaris merah AA 1949 VZ yang berada di depannya, sebelum menghantam tiang lampu penerangan jalan dan sebuah mobil Mitsubishi L300 yang tengah terparkir. Selain itu, kecelakaan juga melibatkan sebuah sepeda motor dan gerobak cilok.
Akibat benturan beruntun itu, truk kontainer terguling dan melintang di badan jalan di depan kawasan Ruko Segitiga Mas, Ngaliyan. Sementara itu mobil Yaris dalam kondisi terbalik dengan bagian depan ringsek parah.
Nani menyebut, kecelakaan di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. “Di sini sering sekali kejadian, Jumat lalu juga ada tabrakan,” katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, hanya tiga orang luka-luka. Kecelakaan itu sempat membuat jalur Ngaliyan-Mijen tertutup total untuk beberapa waktu karena truk kontainer yang terguling.
Saksi Mata dan Penjelasan Polisi
Saksi mata, Rehan, sopir truk yang dekat dengan lokasi kejadian, mengaku melihat langsung kecelakaan tersebut. “Kejadian di depan saya, truk (kontainer) dan mobil sama-sama dari atas (dari arah Mijen—Red). Mobil (Yaris) merah itu tiba-tiba melompat ke median sampai ke jalur saya dan terbalik, truk juga ke jalur saya lalu terguling,” kata Rehan kepada Tribun Jateng di lokasi kejadian.
“Saya langsung mengerem, berhenti,” sambung dia.
Kasubnit Gakkum II Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita Candra menjelaskan, kecelakaan bermula dari truk kontainer milik PT Subendwipa Jaya yang melaju dari arah Silayur menuju Jrakah atau Jalur Pantura. Diduga pengemudi truk tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya sehingga menabrak Toyota Yaris yang berada di depannya yang melaju searah.
Benturan itu membuat mobil Yaris terdorong ke depan dan kehilangan kendali. Mobil Yaris oleng ke kanan hingga menabrak pembatas jalan dan tiang lampu penerangan jalan. Mobil terpental hingga masuk ke jalur berlawanan dan terbalik.
Kecelakaan kemudian berlanjut saat truk trailer oleng ke sisi kiri dan menabrak Mitsubishi Colt L300, kemudian mengenai gerobak cilok yang berada di sisi kiri jalan, serta sepeda motor Honda Vario yang melaju searah di depannya.
Korban dan Proses Evakuasi
Akibat kejadian itu, tiga orang mengalami luka ringan. Sopir truk trailer, Riza S (34), mengalami luka pada telinga kiri dan tangan kanan sobek. Pengemudi Yaris, Tri Wahyu Agusri (25), mengalami luka di jari tangan kiri. Sementara pengendara motor, Andini D (21), mengalami cedera kepala ringan dan luka di bahu kiri.
“Seluruhnya dirawat di RS Permata Medika Semarang. Untuk pengemudi L300 dan pedagang cilok tidak mengalami luka,” ujar Novita.
Pascakecelakaan, kondisi lalu lintas di lokasi sempat terputus total. Jalur Ngaliyan menuju Mijen tertutup sepenuhnya, sementara arah sebaliknya hanya bisa dilalui satu lajur secara bergantian. Kepadatan kendaraan mengular hingga sekitar satu kilometer di kedua arah.
Proses evakuasi berlangsung melibatkan warga sekitar dan di bawah terik panasnya sinar matahari. Kepala truk yang terpisah dari kontainer terlebih dahulu ditarik dan didirikan menggunakan bantuan truk lain. Setelah kepala truk ditegakkan, warga bersama petugas mendorong badan truk ke dekat median jalan agar jalur bisa segera dibuka.
Selanjutnya, polisi dan pekerja fokus mengevakuasi boks kontainer yang masih melintang di badan jalan. Sekitar pukul 11.00, arus lalu lintas mulai berangsur terurai. Kendaraan dari kedua arah sudah bisa melintas meskipun masih menggunakan satu lajur di masing-masing sisi.
Di lokasi kejadian, tampak puing-puing kendaraan berserakan, tanah berceceran di jalan, serta tiang lampu yang roboh dan merusak fasilitas umum lainnya. Warga sekitar juga bergotong royong membantu membersihkan material yang mengganggu arus lalu lintas.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











