Kunjungan Kerja Kepala BSKDN Kemendagri ke Kabupaten Sorong
Kunjungan kerja yang dilakukan oleh Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Yusharto Hastoyungo, ke Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, pada Jumat (10/4/2026), menjadi langkah penting dalam proses validasi penilaian Award Pemda Berprestasi 2026. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk memvalidasi kinerja pemerintah daerah dalam hal penyerapan tenaga kerja dan penurunan angka pengangguran.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pertemuan di kantor Baperlitbang Kabupaten Sorong, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lapangan ke Pertamina EP di Distrik Klamono. Proses validasi ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan.
Yusharto Hastoyungo menjelaskan bahwa terdapat 26 indikator yang digunakan untuk menilai efektivitas dan inovasi kebijakan Pemkab Sorong dalam menekan angka pengangguran. Penilaian ini fokus pada tiga aspek utama, yaitu regulasi yang telah dibuat serta implementasi nyata di lapangan.
“Kami melihat pada 2025 sudah ada aturan dari Pemkab, kini kami memantau bagaimana implementasinya,” ujar Yusharto.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan Pemkab Sorong dalam menurunkan angka pengangguran hingga 4,39 persen, yang berada di bawah rata-rata nasional sebesar 4,57 persen. Capaian ini menjadikan Kabupaten Sorong sebagai salah satu nominator penerima insentif dari pemerintah pusat.
Award Pemda Berprestasi 2026
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyelenggarakan ajang Award Pemda Berprestasi 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Ajang ini dibagi menjadi enam klaster berdasarkan wilayah geografis, yaitu:
- Klaster I: Pulau Sumatera
- Klaster II: Pulau Jawa dan Bali
- Klaster III: Pulau Kalimantan
- Klaster IV: Pulau Sulawesi
- Klaster V: Pulau Maluku dan Nusa Tenggara
- Klaster VI: Pulau Papua
Dalam ajang ini, terdapat lima kategori penghargaan yang dinilai, antara lain:
- Pertumbuhan Ekonomi: Dimensi Pertumbuhan Ekonomi
- Inflasi: Dimensi Pengendalian Inflasi
- Penyerapan Tenaga Kerja: Dimensi Penurunan Tingkat Pengangguran
- Penanggulangan Kemiskinan: Dimensi Penurunan Angka Kemiskinan/Penurunan Angka Stunting
- Enterpreneur Government: Dimensi Pembiayaan Alternatif
Masing-masing kategori memiliki peringkat terbaik I untuk provinsi dan terbaik I-III untuk kabupaten/kota. Klaster Pulau Papua mencakup enam provinsi, dua kota, dan 42 kabupaten.
Khusus untuk kategori penyerapan tenaga kerja, terdapat delapan nominasi yang dipilih, terdiri dari tiga pemerintah provinsi dan lima kabupaten/kota. Rinciannya adalah:
- Pemprov Papua Tengah
- Pemprov Papua Barat
- Pemprov Papua Barat Daya
- Kota Jayapura (Papua)
- Kabupaten Nabire dan Dogiyai (Papua Tengah)
- Kabupaten Sorong dan Tambrauw (Papua Barat Daya)
Penilaian untuk kategori ini dilakukan melalui presentasi kepala daerah secara daring via Zoom di hadapan tim juri, yang berlangsung awal April 2026.
Jadwal Penghargaan
Award Pemda Berprestasi 2026 yang juga bekerja sama dengan Tribunnews (Tribun Network) sebagai media partner akan diadakan di Sorong pada 19 Mei 2026 mendatang. Kepala BSKDN Yusharto Hastoyungo menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum penting untuk mengangkat capaian daerah sebagai inspirasi bersama.
“Ajang juga bukan sekadar seremoni, tetapi momentum mengangkat capaian daerah sebagai inspirasi bersama,” ujarnya.
Yusharto berharap penghargaan ini dapat memperkuat semangat dan mendorong pemerintah daerah terus memberikan kinerja terbaik bagi masyarakat.











