"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Keponakan Soleimani Ditangkap AS

Penangkapan Keponakan dan Cucu Soleimani oleh Pemerintah AS

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa keponakan dan cucu dari almarhum Mayor Jenderal Qassem Soleimani, mantan komandan militer Iran, telah ditangkap setelah izin tinggal mereka di AS dicabut. Dalam pernyataannya, Departemen tersebut menyebutkan bahwa kedua perempuan tersebut ditangkap oleh agen federal setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio mencabut status mereka sebagai penduduk tetap yang sah (LPR).

Pernyataan itu menyebutkan bahwa keponakan Soleimani, yang dikenal sebagai Hamideh Soleimani Afshar, diduga mempromosikan propaganda rezim Iran melalui akun media sosialnya selama tinggal di AS. Ia disebut sebagai pendukung vokal rezim totaliter dan teroris di Iran. Perempuan ini juga dikaitkan dengan dukungan terhadap Korps Garda Revolusi Islam, yang diakui sebagai organisasi teroris.

Selain pencabutan status LPR keduanya, suami dari Soleimani Afshar juga dilarang memasuki AS. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah AS untuk membatasi akses warga negara asing yang dianggap mendukung rezim anti-Amerika.

Soleimani Sebagai Tokoh Militer Berpengaruh di Iran

Qassem Soleimani merupakan tokoh penting dalam struktur kekuasaan Iran. Ia memimpin faksi Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Soleimani tewas dalam serangan drone AS di Baghdad pada Januari 2020. Dilansir dari The Guardian, ia dianggap sebagai orang nomor dua di Iran setelah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang meninggal akibat serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026.

Kematiannya menyebabkan reaksi keras dari pejabat senior dan komandan militer Iran. Salah satu pernyataan yang terkenal adalah dari mantan Presiden Iran, Ebrahim Raisi, yang berjanji akan membalas kematiannya. Namun, Raisi meninggal dalam kecelakaan helikopter pada 2024.

Larangan Masuk AS untuk Putri Larijani dan Suaminya

Selain keponakan Soleimani, AS juga mencabut status hukum putri dari mendiang sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani. Larijani sendiri tewas akibat serangan Israel pada 17 Maret 2026. Dalam pernyataan resmi, pihak AS menyatakan bahwa putri Larijani dan suaminya tidak lagi berada di AS dan dilarang masuk di masa depan.

Rubio menambahkan bahwa pemerintahan Trump tidak akan membiarkan AS ditinggali oleh warga negara asing yang mendukung rezim teroris anti-Amerika. Ini menunjukkan kebijakan ketat pemerintah AS terhadap individu yang dianggap berpotensi membahayakan keamanan nasional.

Fakta-Fakta Terkait Serangan AS-Israel

Serangan AS-Israel terhadap rumah eks Menlu Iran menjadi perhatian internasional. Penasihat Khamenei mengalami luka parah akibat serangan tersebut. Selain itu, surat terbuka Presiden Iran untuk rakyat Amerika Serikat juga menjadi topik yang banyak dibicarakan.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *