Penguatan Nilai Kebangsaan di Kalangan Mahasiswa Papua Pegunungan
Penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi pondasi penting bagi generasi muda di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB), khususnya Papua Pegunungan. Di tengah tantangan aksesibilitas dan keterbatasan fasilitas, lembaga pendidikan tinggi keguruan memegang peran sentral dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh.
Hal tersebut mengemuka dalam sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yang diselenggarakan oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Papua Pegunungan, Arianto Kogoya, di Kampus STKIP Abdi Wacana Wamena, Kamis (2/4/2026). Empat pilar yang ditekankan meliputi Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Mahasiswa adalah calon pemimpin dan tenaga pendidik. Di tangan mereka, nilai-nilai dasar bernegara ini akan diteruskan kepada generasi berikutnya di pelosok-pelosok tanah Papua,” ujar Arianto di hadapan sivitas akademika dan organisasi masyarakat yang hadir.
Arianto menyoroti bahwa di era keterbukaan informasi, arus paham yang berpotensi memecah belah persatuan harus ditangkal dengan literasi kebangsaan yang kuat sejak dari bangku perkuliahan. Namun, ia menyadari penanaman nilai tersebut harus dibarengi dengan keberpihakan pemerintah terhadap mutu pendidikan di wilayah pegunungan.
Menurutnya, kampus swasta seperti STKIP Abdi Wacana telah menjadi penyelamat bagi anak-anak daerah yang memiliki semangat kuliah tinggi namun terkendala biaya jika harus keluar daerah. Oleh karena itu, dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat maupun optimalisasi dana Otonomi Khusus (Otsus) sangat diperlukan untuk membantu operasional kampus yang selama ini masih bergantung pada iuran mahasiswa.
“Kampus ini memiliki nilai historis yang besar dalam mencetak guru di Papua. Kita memiliki mandat untuk membesarkan yang kecil dan menjaga yang sudah besar. Dukungan fasilitas, beasiswa, hingga peningkatan kualitas dosen harus menjadi prioritas pemerintah pusat maupun daerah,” tegas Arianto.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan institusi, Arianto juga menyerahkan bantuan personal senilai Rp 30 juta untuk menunjang aktivitas akademik kampus.
Wakil Ketua I STKIP Abdi Wacana Wamena, Andinus Yanengga, menyambut baik kehadiran wakil rakyat di lingkungan kampus mereka. Menurutnya, materi mengenai empat pilar kenegaraan sangat relevan bagi mahasiswa keguruan yang nantinya akan menjadi ujung tombak pendidikan masyarakat.
“Nilai-nilai kebangsaan hanya bisa tersampaikan secara efektif melalui peran guru. Kunjungan ini memberikan motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di tengah segala keterbatasan yang ada,” tutur Andinus.
Sosialisasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin kenegaraan, melainkan pemantik diskusi lebih luas mengenai pemerataan kualitas pendidikan tinggi di wilayah pedalaman Papua demi menyongsong transformasi daerah yang lebih baik.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











