"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Sumur, Mesin, dan Asap: Kisah Evakuasi Dramatis di Tanjungpinang

Kecelakaan di Sumur: Bahaya yang Datang dari Hal Sederhana

Salah satu hal yang sering kali diabaikan saat bekerja adalah kualitas udara. Padahal, udara yang bersih dan cukup menjadi hal penting yang mendukung aktivitas sehari-hari. Kejadian tragis yang terjadi di Tanjungpinang pada Senin sore (30/3/2026) membuktikan bahwa bahaya bisa datang dari hal-hal kecil yang tidak disadari.

Lokasi dan Waktu Kejadian

Kejadian tersebut berlangsung di Jalan Tugu Pahlawan No. 10, depan SMP Hang Tuah, Kelurahan Bukit Cermin, Kecamatan Tanjungpinang Barat. Saat itu, korban sedang bekerja bersama dua rekan kerjanya sejak pukul 15.30 WIB. Mereka sedang membersihkan sumur sekaligus menambah cincin sumur. Semakin dalam pekerjaan mereka, semakin terkuras air yang ada di dalam sumur.

Di tengah proses pengerjaan, korban memutuskan untuk menggunakan mesin robin untuk mempercepat pengurasan. Mesin dinyalakan, tetapi hal ini justru menjadi awal masalah. Di ruang sempit seperti sumur, asap dari knalpot mesin tidak memiliki ventilasi yang cukup. Akibatnya, gas buang mulai menumpuk dan menggantikan oksigen.

Situasi Memburuk

Korban mulai mengalami sesak napas dan kehilangan tenaga. Tak lama kemudian, ia pingsan di dalam sumur. Situasi ini sangat berbahaya karena menyelamatkan seseorang di ruang sempit seperti sumur bukanlah hal mudah.

Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Tanjungpinang tiba di lokasi hanya delapan menit setelah laporan diterima. Mereka langsung melakukan penyelamatan dengan metode vertical rescue, yaitu teknik penyelamatan di ruang vertikal yang sempit dan dalam.

Proses Penyelamatan

Proses penyelamatan ini tidak sederhana, tetapi harus dilakukan dengan cepat. Beruntung, evakuasi berjalan lancar. Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi lemas, tetapi masih selamat. Ia kemudian segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang, Juliadi Halomoan, memberikan peringatan penting kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa penggunaan mesin berbahan bakar di dalam ruang tertutup tanpa ventilasi yang cukup sangat berbahaya. Gas buang dari mesin dapat menyebabkan kekurangan oksigen hingga kehilangan kesadaran.

Peran Tim Penyelamat

Plt Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Derry Ambary, menjelaskan bahwa kecepatan tim menjadi faktor penting dalam penyelamatan. “Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak cepat ke lokasi dan melakukan evakuasi dengan metode vertical rescue,” ujarnya.

Evakuasi selesai pada pukul 18.31 WIB. Tidak ada korban jiwa. Semua personel kembali ke pos setelah kejadian tersebut.

Pelajaran yang Harus Dipetik

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kecelakaan sering kali datang dari hal-hal kecil yang dianggap sepele. Menyalakan mesin di ruang sempit tanpa mempertimbangkan ventilasi dan sirkulasi udara bisa berujung pada bahaya serius.

Di antara semua hal yang bisa dilupakan, udara adalah salah satu yang paling penting. Kualitas udara tidak hanya menentukan kenyamanan, tapi juga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Tips Keselamatan Saat Bekerja

Untuk mencegah kejadian serupa, berikut beberapa tips keselamatan yang bisa diterapkan:

  • Pastikan area kerja memiliki ventilasi yang cukup.
  • Hindari penggunaan mesin berbahan bakar di ruang tertutup.
  • Gunakan alat pelindung diri (APD) jika bekerja di lingkungan berisiko.
  • Lakukan pemeriksaan berkala terhadap alat dan lingkungan kerja.
  • Selalu siapkan rencana darurat dan latih anggota tim untuk respons cepat.


Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *